Saturday, May 1, 2010

Menipu Adalah Dosa di Sisi Allah

Dalam Al-Qur'an sedikitnya ada 5 istilah perbuatan dosa yang mengakibatkan turunnya siksaan Allah. Istilah-istilah itu adalah:
1. al-Khati’ah (penyelewengan) yaitu melakukan perbuatan dosa yang dilakukan secara sengaja.
2. Al-Dzanb (perbuatan salah) seperti dosa perbuatan maksiat kepada Allah Swt.
3. Al-Sayyi’ah (perbuatan jelek) seperti tidak jujur terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, sombong, bakhil, dan seterusnya.
4. Al-itsm (perbuatan dosa) yaitu perbuatan yang tidak dihalalkan (haram), seperti menipu.
5. Al-Fusq (kelur dari jalan yang benar) yaitu berbuat maksiat yang melanggar perintah Allah.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud :
“Apabila seorang mukmin melakukan dosa, hatinya akan ternoda oleh titik hitam. Apabila ia mau bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan dosa lagi dan beristighfar, hatinya akan menjadi bersih kembali. Apabila berbuat tambah dosa, titik hitamnya juga tambah. Titik hitam itulah yang dimaksud dalam firman Allah: sekali-sekali tidak (demikian) sebenarnya yang mereka lakukan membuat noda hitam dalam hatinya
(HR. Ibn Majjah dan Imam Ahmad).

Dosa, dengan demikian, adalah sesuatu yang menyeleweng dari kebaikan seperti tidak jujur, menipu, mendengki, rasuah dan maksiat kepada Alla.w.t. Lalu, bagaimana mengetahui bahwa sesuatu telah menyeleweng dari kebaikan? Ada dua cara untuk mengetahuinya: dari nash (al-Quran dan al-Hadis) dan dari kriteria. Dari nash, tentu kita harus merujuk kepada keduanya untuk menghukum suatu perbuatan.

Tetapi, untuk menentukan perbuatan itu salah atau tidak selain dari nash adalah seperti hadis di bawah :
"Perbuatan baik adalah suatu perbuatan yang membuat jiwa tenteram dan membuat hati tenang. Perbuatan dosa adalah perbuatan yang menjadikan jiwa guncang dan hati bimbang, sekali pun kamu mendapatkan fatwa dari ahli fatwa (mufti)"
(HR. Imam Ahmad).

"Yang dinamakan dosa ialah sesuatu (perbuatan) yang menggelisahkan jiwa dan kamu tidak mau menampakkannya kepada orang lain."
(HR. Imam Ahmad)

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab tahrir al-wasilah, yang berkenaan dengan tolak ukur dosa-dosa besar, dalam hal ini ulama' menyebutkan bahwa:
1. Dosa-dosa besar adalah yang tertulis dalam Al-Qur'an dan diriwayatkan untuk memberikan ancaman (atas pelakunya dengan) siksaan api Neraka..

2. Dosa-dosa yang dilarang oleh syariah atau hukum-hukum agama.

3. Adanya dalil-dalil yang menunjukan bahwa dosa tersebut lebih besar dari dosa-dosa lainya, seperti syirik, munafik, kufur, dan lain-lain sebagainya.

4. Akal yang menghukumi bahwa dosa tersebut adalah dosa besar.

5. Dalam pandangan kaum muslimin, berdasarkan hukum Allah, Al-Quran dan hadis, telah ditetapkan bahwa dosa tersebut termasuk di antara dosa-dosa besar.

6. Terdapat penjelasan dari Rasulullah s.a.w. dan para ulama' bahwa perbuatan tersebut termasuk di antara dosa-dosa besar yang harus dihindari.

Diantara dosa besar yang tercatat di dalam al-Quran adalah PEMIMPIN YANG MENIPU RAKYAT.

Pemimpin adalah mereka yang diberi amanah oleh rakyat untuk menjalankan pemerintahan dengan benar dan sesuai dengan hukum-hukum Allah maupun janji-janji politik seperti yang terdapat dalam "Manefesto yang diberikan kepada rakyat semasa kempen pilihanraya"

Amanah yang diberikan kepada mereka harus dikembalikan kepada rakyat berupa pembangunan, kesejahteraan, penghapusan kemiskinan, mengatasi buta huruf, keamanan negara, dan seterusnya, oleh kerana itu ini disebut sebagai hak-hak rakyat. Hak-hak rakyat ini harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat.


Jika hak-hak rakyat tesebut tidak terpenuhi, maka sudah tentu pemimpin terebut sedang dan telah menipu rakyat. Dengan kos pembangunan hingga jutaan ringgit, dengan membaiki infrastruktur negara dan peruntukan untuk keselamatan dan meningkatkan taraf ekonomi rakyat maka pemimpin yang telah diberi amanah perlulah melaksanakan dengan jujur. Jauhkan daripada rasuah, membantu kroni dan kaum keluarga. Sekiranya peruntukan telah dikeluarkan tetapi  rakyat masih miskin, masih buta huruf, banyak pengangguran, jalan-jalan rusak dibiarkan, sistem pengangkutan awan tak sempurna, keamanan tidak wujud kerana kadar jenayah masih tinggi, sistem perparitan tak sempurna hingga membawa kepada banjir kilat dan sebagainya. Pembangunan demi untuk kemaslahatan rakyat perlulah diutamakan lebih daripada asyik berpolitik dan pergeseran sesama ahli-ahli politik lain. Jika pembangunan yang diperlukan ini tidak dilaksanakan dengan sempurna maka keadaan ini kita sebut sebagai merampas hak-hak rakyat.

Pemimpin manapun yang melakukan penyelewengan hak-hak rakyat tersebut, maka dia sedang dan telah melakukan PENIPUAN TERHADAP RAKYAT. Menipu rakyat adalah dosa besar yang tidak akan diampuni. Menipu rakyat sama dengan menipu ibu, bapak, nenek, datok, mertua, anak, rakan-rakan dan seluruh rakyat yang mempercayakan amanah mereka kepadanya. Menipu rakyat jelas tidak terampun dosanya kecuali rakyat memaafkan. Lalu, rakyat mana yang mau memaafkan pemimpin seperti ini, maka mereka akan bertanggungjawab dihadapan Allah di hari akhirat nanti.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat aniaya kepada manusia dan melampui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat siksa yang pedih."
(Qs Assyura:42)

"Dan janganlah kamu sekali-kali kamu (Muhammad ) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang menganiaya. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka ) terbelalak."
(Qs. Ibrahim:42)

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :
Manusia yang paling berat sisksanya dihari kiamat nanti adalah (siksaan) bagi pemimpin atau penguasa yang aniaya (tidak adil).
(HR. Tabrani dan Abdullah ibn Mas’ud )

"Siapa saja pemimpin yang mencurangi rakyatnya, maka ia akan masuk Neraka"
(HR. Tabrani)

"Celakalah para penguasa, celakalah para pemimpin, dan celakalah orang-orang pembawa amanat. Sungguh banyak orang-orang yang berangan-angan kecurangan-kecurangan mereka tergantung di atas bintang tsurayya. Mereka akan disiksa karena mereka dahulu tidak mau melakukan sesuatu yang diamanatkan kepada mereka"
(HR. Ahmad)

Friday, April 30, 2010

Siapakah Golongan Yang Sesat dan Golongan Yang di Murkai Allah?

Di suatu ketika, seorang sahabat Nabi s.a.w yang dahulunya seorang Nasrani, iaitu ‘Adi bin Hatim r.a, bertanya kepada Rasulullah s.a.w :"Siapakah yang dimaksudkan dengan al-maghdhoob ‘alayhim (golongan yang dimurkai Allah) seperti yang tersebut di dalam surah al-Fatihah?" Rasulullah s.a.w. menjawab maksudnya : “Mereka itu adalah Yahudi”. Adi bertanya lagi :"Siapakah pula yang dimaksudkan sebagai al-dhaalloon (golongan yang sesat) itu?" Rasulullah s.a.w.  menjawab : “Mereka itu adalah Nasrani”.
(Hadis Riwayat al-Tirmidhi dan Ahmad serta dinilaikan sebagai sahih.)

Biar pun pada aqidah kepercayaan kaum Yahudi itu ada sesatnya, namun mereka lebih menonjol sebagai golongan yang banyak menimbulkan kerosakan yang mengundang murka Allah. Begitu juga dengan kaum Nasrani, walaupun terdapat juga perlakuan mereka yang merosakkan dan mencetuskan murka Allah, namun mereka lebih menonjol sebagai kaum yang mendatangkan kepercayaan yang sesat dan mengelirukan. Justeru Yahudi disimbolkan sebagai KAUM YANG DIMURKAI-NYA, manakala kaum Nasrani pula dilabelkan sebagai KAUM YANG SESAT.

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :
"Tidaklah lahir seorang bayi melainkan lahirnya dia di atas fitrah. Maka ibu bapalah yang meYahudikannya, meNasranikannya serta meMajusikannya” 
(Hadis Riwayat Muslim) 
 
Ibu bapa bertanggungjawab untuk mendidik dan menyuburkan fitrah anak-anak. Fitrah yang subur akan menggenggam Islam sebagai cara hidup yang sempurna. Pengabaian fitrah ini adalah simpang-simpang kehidupan yang menyasarkan seorang manusia daripada membesar daripada penuh potensi untuk menjadi seorang Muslim, kepada tersasar menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Wednesday, April 28, 2010

Siksa Kubur

Al-Faqih berkata bahwa Abu Ja'far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Bahwa orang mukmin itu apabila diletakkan di dalam kuburnya maka kuburnya itu dilapangkan 70 hasta, ditaburi harum-haruman dan ditutup dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Al-Qur’an maka apa yang dihafalnya itu menerangi seluruh kuburnya, dan apabila ia tidak hafal, maka ia dibuatkan cahaya seperti matahari di dalam kuburnya. Ia bagaikan pengantin baru yang tidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh isteri yang sangat dicintainya. Kemudian ia bangun dari tidurnya seakan-akan ia belum puas dari tidurnya itu.

Sedangkan orang kafir, maka kuburnya disempitkan atasnya sehingga tulang-tulangnya masuk ke dalam perutnya lantas didatangi berbagai macam ular yang besar sebesar leher unta, dimana ular-ular itu makan dagingnya sehingga tidak tersisa daging pada tulangnya. Kemudian datang kepadanya malaikat yang tuli, bisu dan buta dengan membawa cambuk-cambuk dari besi. Mereka memukulinya dengan cambuk-cambuk itu tanpa mendengar jeritan dan melihatorang itu sehingga tidak akan timbul rasa belas kasihan kepadanya.

Disamping itu neraka selalu diperlihatkan kepadanya baik diwaktu pagi maupun diwaktu petang.

Al-Faqih memberikan nasehat, barangsiapa yang ingin selamat dari siksaan kubur, maka ia harus senantiasa mengerjakan empat hal dan menjauhkan diri dari empat hal. Empat hal yang harus selalu dikerjakan itu adalah: solat, sedekah, membaca Al-Qur’an dan banyak membaca tasbih (subhanallah dan lain-lain). Keempat hal ini akan boleh menjadikan kubur itu terang dan lapang.

Sedangkan empat hal yang harus ditinggalkan adalah; dusta, khianat, adu domba dan hati-hati dalam masalah kecing. Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya : “Bersihkanlah (bersucilah) sewaktu kencing, kerana kebanyakan siksa kubur itu kerana kencing”.

Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Barang siapa yang banyak mengingat kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu taman dari taman-taman Syurga. Dan barangsiapa yang lalai kepada kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu jurang dari jurang-jurang Neraka”.

Sayyidina Ali karromallahu wajhahu didalam khutbahnya mengatakan: “Wahai hamba Allah ingatlah mati, ingatlah mati kerana kamu tidak boleh menghindar darinya. Bila kamu diam, maka ia akan datang menghampirimu; dan bila kamu lari, ia akan mengejarmu. Ia terikat pada ubun-ubunmu. Carilah keselamatan, carilah keselematan. Di belakangmu ada kubur yang selalu mengejar kamu. Ingatlah bahwa kubur itu boleh merupakan salah satu taman dari taman-taman Syurga, dan boleh pula merupakan salah satu jurang dari jurang-jurang Neraka. Ingatlah bahwa sesungguhnya kubur itu setiap hari berbicara tiga kali dengan perkataan; “aku adalah rumah gelap, aku adalah rumah duka cita, dan aku adalah rumah ulat”.

Ingatlah bahwa setelah itu ada suatu hari yang lebih ngeri dimana pada hari itu anak muda langsung beruban, orang tua pingsan, semua orang yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, semua wanita yang hamil menggugurkan kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak, akan tetapi siksaan Allah itu sangat keras. Ingatlah, bahwa setelah itu ada Neraka yang panas sekali, sangat curam, perhiasaannya besi, airnya nanah, di dalamnya tidak ada rahmat Allah sama sekali”.(mendengar khutbah ini kaum muslimin menangis tersedu-sedu).

Lalu Sayyidina Ali k.w melanjutkan khutbahnya: “Tetapi disamping itu ada Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksaan yang pedih dan memasukkan kami dan kamu ke dalam Syurga tempat kenikmatan”.

Rasulullah bersabda maksudnya : “Kubur itu adalah pos (tempat pemberhentian) pertama dari pos-pos akhirat. Apabila seseorang selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih mudah daripadanya, dan apabila seseorang tidak selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih berat daripadanya”.

Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Mahmud Al-Maghuli dimana ia berkata: “Sewaktu kami sedang duduk bersama-sama dengan Ibnu Abbas r.a, tiba-tiba datanglah sekelompok kaum lalu berrkata: “Kamu berangkat dari rumah dengan maksud untuk menunaikan haji, dan ada seorang teman kami yang ketika sampai di daerah Dzatus Shafah meninggal dunia kemudian kami mengurusnya dan kami menggalikan kubur untuknya. Ketika kami menggali kubur dan membuat liang lahat ternyata liang lahat itu penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu, dan kami menggali lagi di temapt lain. Di tempat yang lain itu pun sama saja, liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu dan menggali lagi kubur untuk yang ketiga kalinya, dan ternyata di tempat itupun liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tingalkan mayat itu dan kami datang kepadamu”. Ibnu Abbas r.a berkata: “Itu adalah amal perbuatan yang ia lakukan sendiri. Pergilah dan kuburlah mayat itu di kubur yang mana saja. Demi Allah, seandainya kamu menggali seluruh bumi niscaya kamu kamu akan selalu menjumpai ular di dalamnya. Beritakanlah hal ini kepada kaumnya”.

Abdul Hamid berkata: “Kemudian kami pergi dan mengubur mayat itu pada salah satu diantara ketiga kubur yang kami gali itu. Ketika kami kembali (dari ibadah haji), kami mendatangi keluarganya dengan membawa barang kepunyaannya dan kami bertanya kepada istrinya: “Apa yang biasa dia lakukan waktu hidupnya ?”. Istrinya menjawab: “Ia dulu berjualan bahan makanan yaitu gandum. Setiap hari ia mengambil sebagian dari gandum dagangan itu untuk dimakan, kemudian sebanyak gandum yang dia ambil diganti dengan tangkai gandum yang warnanya serupa lalu ditumbuk dan dicampur dengan nya”.

Amar bin Dfinar berkata: “Ada seorang penduduk Madinah yang mempunyai saudara perempuan di ujung kota. Pada saat ia sakit dan ia datang menjenguk saudara perempuannya itu. Setelah sampai disana, saudara perempuan itu mati dan ia mengurusnya dan ikut menguburnya. Sesudah selali penguburan, ia pulang ke rumahnya lalu teringat bahwa dompet duitnya jatuh sewaktu mengubur saudara perempuan itu. Ia lalu minta tolong seorang teman untuk menggali kubur dan ia pun menemukan dompet yang jatuh itu. Ia berkata pada temannya: “Pergilah kamu, kerana aku ingin melihat apa yang sedang terjadi pada diri saudara perempuanku itu”. Kemudian ia mengangkat penutup liang lahat dan tiba-tiba terlihat bahwa kubur itu menyalakan api. Ia lalu meratakan kembali kubur itu dan cepat-cepat pulang menemui ibunya dan bertanya: “Beritahukan kepadaku apa yang biasa dilakukakan oleh saudara perempuanku itu”. Ibunya menjawab: “Kenapa kamu menanyakan tentang dia, sedangkan dia sudah meninggal dunia?”. Ia berkata lagi : “Tolong ibu, beritahukan kepadaku”. :Ibunya menjawab: “Saudara perempuanmu itu suka melambat-lambatkan solat dan tidak mengerjakan solat dengan suci yang sempurna. Ia suka datang ke rumah-rumah jiran dengan menceritakan kepada mereka apa yang ia dengar daengan maksud mengadu domba”. Itulah yang menyebabkan siksaan kubur.

Oleh kerana itu, barang siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka ia harus menjauhkan diri dari adu domba dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya agar boleh selamat dari siksaannya dan dapat dengan mudah menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

(Sumber di ambil dari m. muslih albaroni).

Monday, April 26, 2010

Tanda-tanda Kiamat

Tanda-tanda Kiamat menurut agama Islam merupakan suatu petunjuk atau isyarat yang sudah hampirnya Hari Kiamat. Bermula dengan tanda-tanda kecil dan kemudian disusuli dengan tanda-tanda besar.

Tanda-tanda besar :

* Keluar sejenis binatang dari perut bumi yang digelar Dabbatul Ardhi.
* Lahirnya Dajjal.
* Keluar asap tebal.
* Turunnya Nabi Isa a.s.
* Kemunculan Imam Mahdi.
* Matahari terbit dari ufuk barat.
* Keluarnya suku Yakjuj dan Makjuj.
* Diangkat al-Quran dan perkara-perkara yang baik
* Runtuhnya Ka'abah
* Terdengar tiupan sangkakala pertama.
* Ada azan tak di jawab
* 3 kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat, dan yang ketiga di Semenanjung Arab.

Tanda-tanda kecil kiamat :

Didapati kini bahawa seluruh tanda-tanda kecil telah muncul dan terbukti seperti yang dinyatakan dalam hadis. Kebanyakan hadis-hadis ini dapat ditemukan di dalam Sahih Muslim, Sahih Bukhari dan Riwayat Tarmizi.

* Penaklukan Baitulmuqaddis:

Dari Auf b. Malik r.a., katanya, "Rasulullah s. a. w. telah bersabda:"Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat." Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis." - Sahih Bukhari[1]”

* Zina bermaharajalela[perlu rujukan]

"Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." - Sahih Muslim”

* Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik[perlu rujukan]

* Bermaharajalela alat muzik[perlu rujukan]

Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka."Ada yang bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?" Baginda menjawab; "Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi-penyanyi wanita" - Ibnu Majah”

* Menghias masjid dan membanggakannya[perlu rujukan]

Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid" - Riwayat Nasai.

* Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik[perlu rujukan]

Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga." - Riwayat Ahmad dan Hakim”

* Ramai orang menuntut ilmu kerana pangkat dan kedudukan[perlu rujukan]

* Ramai orang soleh meninggal dunia[perlu rujukan]

Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran - Riwayat Ahmad”

* Orang hina mendapat kedudukan terhormat[perlu rujukan]

Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka' bin Luka'(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia" - Riwayat Thabrani

* Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja[perlu rujukan]

"Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja." - Riwayat Ahmad”

* Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang [perlu rujukan]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.

"Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang."

* Bulan sabit kelihatan besar[perlu rujukan]

Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit." - Riwayat Thabrani”

* Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita

Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu" - Sahih Muslim”

* Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar

Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar" - Riwayat Ahmad

* Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai

Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai." - Sahih Muslim”

* Banyaknya sifat bohong dan ia menjadi perkata biasa[perlu rujukan]

* Jarak-jarak antara pasar menjadi dekat (menunjukkan banyaknya kegiatan perdagangan)[perlu rujukan]

Banyaknya sifat bohong, pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar-pasar." - Riwayat Bukhari”

* Manusia mewarnai rambut di kepalanya dengan warna hitam supaya kelihatan muda[perlu rujukan]

Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang mencelupi rambut mereka dengan warna hitam seperti 'bulu merpati' yang mereka itu tidak akan mencium bau syurga." - Sahih Abu Daud & Nasai

* Kekayaan umum dikuasai segelintir orang tanpa kebenaran dan tanpa rasa takut, termasuk rasuah dan mengambil harta secara tersembunyi.

-hadis bawah-
* Akan terdapat banya pengkritik, pembawa-cerita, penikam-belakang dan pengejek dalam masyarakat.

-hadis bawah-
* Orang akan mendirikan hubungan dengan orang tak dikenali dan memutuskan hubungan dengan yang rapat dan disayangi.

-hadis bawah-
* Orang akan melakukan homoseksual.

-hadis bawah-
* Akan terdapat ramai anak luar nikah.

- Abdullah Ibn Mas'ood (R.A.)
* Berkurangnya sifat amanah

-hadis bawah-
* Terasa berat untuk menjalankan syariah (zakat dijadikan hutang)

-hadis bawah-
* Lelaki mentaati isterinya tetapi menderhakai ibunya

-hadis bawah-
* Lelaki berkasar dengan bapanya tetapi beramah dengan rakannya

-hadis bawah-
* Suara manusia meninggi (menjerit dan berteriak) di masjid-masjid

-hadis bawah-
* Pemimpin suatu kaum adalah keji dan pemimpin suatu suku adalah fasik

-hadis bawah-
* Lelaki dihormati bukan kerana budi dan kebaikan tetapi kerana takut akan kejahatannya

Dari Ali dan Abu Hurairah r.a.: "Apabila harta rampasan perang (milik umum) dikuasai segelintir orang sahaja, barang amanah menjadi rampasan, harta zakat menjadi hutang, seorang lelaki mentaati isterinya dan menderhakai ibunya, berbuat baik kepada temannya dan berbuat kasar kepada bapanya, suara-suara tinggi di masjid-masjid, yang menjadi pemimpin suatu kaum (bangsa) adalah orang yang hina (berkelakuan/bersifat keji) di antara mereka dan orang yang menjadi ketua suatu suku (kabilah) adalah orang fasik di antara mereka, seorang lelaki dihormati kerana takut jahatnya, arak biasa diminum, sutera biasa dipakai (oleh lelaki), munculnya penyanyi perempuan dan alat-alat muzik, orang yang di kalangan umat terkemudian akan melaknat (mengutuk) umat terdahulu, maka ketika itu hendaklah mereka menunggu kedatangan angin merah atau pembalikan bumi atau keburukan bentuk-bentuk atau tanda-tanda yang beriringan seperti tali yang putus maka jatuhlah biji secara berterusan". - Riwayat Tarmizi”

[perlu rujukan]

* Anggota polis semakin ramai yang menunjukkan semakin banyak kerosakan

-hadis bawah-
* Mendahulukan lelaki menjadi imam bukan kerana ilmu tetapi kerana suara...

-hadis bawah-
* Penjualan jawatan atau kepemimpinan (politik wang)

-hadis bawah-
* Memandang rendah kepada darah

Rasulullah bersabda: "Bersegeralah untuk melakukan amal soleh apabila telah muncul enam perkara: perlantikan pemimpin yang boodoh, ramainya bilangan anggota polis, penjualan kepemimpinan, tiada penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturrahim, orang mabuk menjadikan al-Quran sebagai alat nyanyi yang mereka mendahulukan seseorang antara mereka menjadi imam agar dapat menyanyikannya walaupun orang tersebut paling sedikit ilmunya." - Sahih Riwayat Tabrani dan Ahmad.


[perlu rujukan]
* Seorang isteri bekerja dalam satu syarikat dengan suaminya. (Malah isteri berpangkat lebih besar)

Dari riwayat Ibnu Masud: "Di pintu gerbang (dekatnya) hari kiamat: Salam hanya kepada orang yang khusus (sudah dikenalinya), tersebar dan berkembangnya perdagangan sehingga seorang isteri membantu suaminya berdagang" - Sahih Lighairihi Riwayat Ahmad

[perlu rujukan]
* Munculnya gaya hidup mewah dan manja di kalangan umat Islam

Apabila umatku berjalan dengan sombong dan yang melayan mereka adalah putera-puteri raja, putera-puteri Parsi dan Rom, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang yang paling baik (pilihannya)." - Riwayat Tarmizi, Sahih Abdullah ibnu Umar r.a.

[perlu rujukan]
* Orang fasik dimuliakan sedangkan orang mulia dan terhormat direndahkan

Sungguh hebat dia, sunggu jarang orang seperti dia dan sungguh pintar dia sedangkan di dalamnya tidak ada iman sedikitpun" - Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Tarmizi, Ibnu Majah

[perlu rujukan]
* Banyak orang berharap untuk mati kerana banyaknya kekacauan ataupun kesengsaraan

"Tidak akan berlaku kiamat sehingga apabila seorang lelaki melalui sebuah kubur maka ia akan berkata: 'Aduhai seandainya aku juga berada ditempatnya.'" - Riwayat Bukhari[2] dan Muslim

* Banyaknya berlaku gempa bumi[2]

* Banyaknya berlaku huru-hara yang menyebarkan kejahatan[2]

* Banyaknya berlaku pergaduhan dan pembunuhan[2]

"Kiamat tidak akan berlaku kecuali apabila ilmu telah diangkat, banyaknya berlaku gempa bumi, timbulnya huru-hara dan banyak pergaduhan iaitu pembunuhan - Sahih Bukhari[2]

* Munculnya mati mendadak atau mati secara tiba-tiba

-hadis bawah-
* Masjid dijadikan jalan iaitu seseorang muslim melalui masjid tanpa melakukan solat

Masjid dijadikan sebagai jalan-jalan dan timbulnya mati mendadak" - Hasan At-Tayalisy.
”
Diambil daripada "http://ms.wikipedia.org/wiki/Tanda-tanda_Kiamat"

Saturday, April 24, 2010

Kelebihan Wanita-wanita Solehah

1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’ alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab..

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya)

15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya lapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya, tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keromah (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak” . Sabda Baginda “Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan didoakanoleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak di antara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya. ”

50. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

57. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah memberikan sifat iri (pencemburu) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati), seperti misalnya suaminya menikahi isteri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.

p/s: Point-point dari halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab.

Thursday, April 22, 2010

Ciri-ciri Ulama' Pewaris Nabi

Ibnu Abbas berkata : Ulama’ ialah orang-orang yang mengetahui bahawa sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas setiap sesuatu. Dan tambahnya lagi : Orang alim tentang Allah Maha Penyayang ialah orang yang tidak melakukan syirik dengan Allah sesuatu pun serta dia menghalalkan apa yang dihalalkan dan mengharamkan apa yang diharamkan. Dia turut memelihara wasiatNya disamping yakin bahawa dia tetap akan menemuiNya dan Dia bakal menghitungkan amalannya.

Manakala Hasan al-Basri pula berkata :" Orang alim ialah orang yang takutkan Allah yang Maha Pemurah semasa dia tidak dilihat orang lain atau semasa dia tidak melihat Allah atau tidak melihat azab Allah serta dia gemarkan perkara yang disukai Allah dan dia menolak perkara yang dimurkai Allah."

Ciri-ciri ulama’ pewaris nabi ialah yang pertama bersifat takutkan Allah sebagaimana Firman Allah dalam ayat 28 surah Fathir :
Ű„Ù†Ù…Ű§ ÙŠŰźŰŽÙ‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ من ŰčŰšŰ§ŰŻÙ‡ Ű§Ù„ŰčÙ„Ù…Ù€Ù€Ű€Ű§ Ű„Ù† Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰčŰČيŰČ ŰșÙÙˆŰ±
Maksudnya : "….. Sesungguhnya golongan yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya ialah para ulama’. Sesungguhya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Ibnu Abbas berkata : Sesiapa yang takutkan Allah maka dia adalah orang alim.

Ciri kedua ialah beramal dengan segala ilmunya sebagaimana sebuah hadis dalam Sunan Ad-Darimi : فَŰ„ِنَّمَۧ Ű§Ù„ŰčَŰ§Ù„ِم مَنْ Űčَمِلَ Űšِمَۧ Űčَلِمَ
Maksudnya : Sesungguhnya orang alim itu adalah orang yang beramal dengan apa yang dia ketahui

Sayyidina Ali berkata : Wahai orang yang mempunyai ilmu! beramallah kamu dengannya kerana sesungguhnya orang yang alim itu adalah orang yang beramal dengan ilmu yang dia ketahui serta selaras antara ilmunya dengan amalannya

Ciri ketiga ialah hatinya bersih daripada syirik dan maksiat serta tidak tamak kepada habuan dunia. Ibnu Umar berkata : Tiadalah seseorang lelaki itu dianggap alim sehinggalah dia tidak hasad dengki kepada orang yang lebih alim daripadanya dan tidak menghina orang yang kurang daripadanya serta tidak mencari dengan ilmunya upahan kebendaan.

Ciri keempat ialah ulama’ ini meneruskan tugas nabi iaitu mengajar, mendidik, membersihkan hati umat daripada syirik dan maksiat serta berdakwah dan memerintah mengikut perundangan Allah sebagaimana kita fahami daripada ayat 2 surah al-Jumaah :

هو Ű§Ù„Ű°ÙŠ ŰšŰčŰ« فى Ű§Ù„ŰŁÙ…ÙŠŰŠÙ† Ű±ŰłÙˆÙ„Ű§ منهم يŰȘÙ„ÙˆŰ§ Űčليهم ŰĄŰ§ÙŠÙ€Ù€ŰȘه ويŰČكيهم ويŰčلمهم Ű§Ù„ÙƒŰȘŰš ÙˆŰ§Ù„Ű­ÙƒÙ…Ű© ÙˆŰ„Ù† ÙƒŰ§Ù†ÙˆŰ§ من Ù‚ŰšÙ„ لفى Ű¶Ù„Ù€Ù€Ù„ Ù…ŰšÙŠÙ†

Maksudnya :" Dialah (Allah) yang telah mengutuskan kepada kalangan orang-orang arab yang buta huruf seorang rasul dari bangsa mereka sendiri yang membacakan ayat-ayat Allah yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya. Dan membersihkan mereka daripada aqidah yang sesat serta mengajarkan mereka kitab Allah dan hikmat pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum syariat. Dan sesungguhnya mereka sebelum kedatangan nabi Muhammad s.a.w adalah dalam kesesatan yang nyata"

Hadis diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dalam sohih daripada Abdullah bin Umar telah berkata : Aku mendengar Rasulullah s.a.w telah bersabda yang bermaksud : Sesungguhnya Allah tidak menarik ilmu dengan menariknya secara mengejut sebaliknya Allah akan menarik ilmu itu dengan mematikan para ulama’ sehingga tiba suatu masa yang tiada lagi ada ulama’ maka manusia akan memilih ketua-ketua mereka dari kalangan orang jahil lalu apabila mereka ditanya maka dikeluarkan fatwa yang sesat maka sesatlah mereka serta menyesatkan pula orang lain.

Firman Allah dalam ayat 79 surah Ali ‘Imran :

Ù…Ű§ ÙƒŰ§Ù† Ù„ŰšŰŽŰ± ŰŁÙ† ÙŠŰ€ŰȘيه Ű§Ù„Ù„Ù‡ Ű§Ù„ÙƒŰȘÙ€Ù€Űš ÙˆŰ§Ù„Ű­ÙƒÙ… ÙˆŰ§Ù„Ù†ŰšÙˆŰ© Ű«Ù… يقول Ù„Ù„Ù†Ű§Űł ÙƒÙˆÙ†ÙˆŰ§ Űčۚۧۯۧ لي من ŰŻÙˆÙ† Ű§Ù„Ù„Ù‡ ولكن ÙƒÙˆÙ†ÙˆŰ§ Ű±ŰšÙ€Ù€Ù†ÙŠÙŠÙ† ŰšÙ…Ű§ كنŰȘم ŰȘŰčلمون Ű§Ù„ÙƒŰȘÙ€Ù€Űš ÙˆŰšÙ…Ű§ كنŰȘم ŰȘŰŻŰ±ŰłÙˆÙ†

Maksudnya : Tidak sepatutnya seseorang yang Allah anugerahkan kepadanya Kitab, hikmah dan sifat kenabian lalu dia menyeru kepada manusia : “ Kamu hendaklah menjadi penyembahku bukan penyembah Allah”. Sebaliknya dia mesti menyeru : “ Kamu hendaklah menjadi ulama’ rabbani yang benar-benar faham agama serta mengamalkan apa yang kamu sentiasa ajarkan tentang isi Kitab dan dengan apa yang kamu sentiasa mempelajarinya”.

(Sumber di ambil daripada Pusat Pembangunan Pondok Berhad)

Wednesday, April 21, 2010

Kisah Nabi Yunus a.s.

Nabi Yunus a.s. termasuk salah satu dari kelompok nabi-nabi terbesar Bani Israil, dimana Allah telah mengutusnya ke penduduk Ninawa sebahagian dari negeri Muashil. Ia menyeru mereka supaya beribadah kepada Allah s.w.t. tetapi mereka menolaknya. Ia berulang kali menyerukan seruan itu kepada mereka, tetapi mereka tetap menolaknya. Ia menjanjikan adzab kepada mereka, dan ia pergi dari hadapan mereka dan tidak sabar dalam menghadapi mereka yang semestinya dilakukannya, tetapi ia tetap pergi meninggalkan mereka karena marah.

Sedangkan keadaan mereka saat menyaksikan kepergian nabi mereka, maka dalam hati mereka timbul niat bertaubat kepada Allah s.w.t setelah mereka menyaksikan beberapa tanda pendahuluan akan turunnya adzab, sehingga Allah membebaskan adzab dari mereka.
Kenyataannya, bahwa Nabi Yunus a.s. mengetahui tentang dibebaskannya adzab dari mereka, akan tetapi ia tetap pergi meninggalkan mereka, sebagaimana Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud,: "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah ….”
(Surah Al-Anbiya’ayat 87).

Dalam ayat lain Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud :, “(Ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan.”
(Surah Ash-Shaffat ayat 140).
 
Kemudian Nabi Yunus a.s. menaiki kapal yang dipenuhi penumpang dan muatan. Ketika mereka berada di tengah-tengah lautan maka kepal itu miring dan hampir tenggelam, dimana mereka harus mengambil salah satu keputusan antara mereka tetap berada di kapal semuanya dengan resiko mengalami kebinasaan; atau membuang sebagian dari mereka agar kapal itu menjadi ringan dan menyelamatkan sisanya.
 
Akhirnya mereka memilih jalan yang terakhir setelah menemui kesepakatan di antara mereka. Kemudian mereka melakukan pengundian dan sejumlah penumpang terkena undian tersebut termasuk di dalamnya Nabi Yunus  a.s. sebagaimana Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud :, “… kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian.” 
(Surah Ash-Shaffat ayat 141).
 
Yakni ia termasuk dari orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Kemudian mereka pun melemparkannya ke laut, serta seekor ikan besar menelannya, akan tetapi tidak sampai mematahkan tulangnya dan merobek dagingnya.
 
Ketika Nabi Yunus a.s. berada di dalam perut ikan, maka dalam keadaan gelap (dalam perut ikan) ia berseru, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.”
(Surah Al-Anbiya’ ayat 87).
 
Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada ikan itu supaya memuntahkan Nabi Yunus a.s. di daerah yang tandus.
 
Nabi Yunus a.s. keluar dari perut ikan tersebut bagaikan anak burung yang baru keluar dari telur (baru menetas) karena terlalu lemahnya. Kemudian Allah s.w.t. mengasihinya dan menumbuhkan sebuah pohon dari jenis pohon labu baginya, dimana pohon itu meneduhinya, sehingga ia kuat kembali.
 
Kemudian Allah s.w.t.  memerintahkan Nabi Yunus a.s. supaya kembali ke kaumnya, agar ia mengajari dan menyeru mereka, dan penduduk negeri itu memenuhi seruannya sebanyak seratus ribu orang atau lebih, dimana mereka beriman, sehingga Kami karuniakan kepada mereka keni’matan hidup sehingga batas waktu tertentu.
 
Dalam kisah ini, bahwa Allah telah menegur sikap Nabi Yunus a.s. yang lemah (tidak sabar) serta memenjarakannya di dalam perut seekor ikan besar sebagai penebus kesalahannya dan sebagai tanda kekuasaan Allah yang besar serta sebagai kamuliaan bagi Nabi Yunus a.s.. Di antara ni’mat Allah s.w.t. yang dikaruniakan kepadanya ialah sebagian besar orang dari kaumnya telah memenuhi seruannya, karena banyaknya pengikut bagi para nabi merupakan karunia bagi mereka.
 
Dalam kisah ini terdapat keterangan, bahwa dibolehkan menggunakan undian saat  di dapati keraguan di dalam mengambil keputusan serta solusi yang tepat terhadap masalah-masalah yang terjadi manakala tidak ditemukan cara lain selain cara tersebut. Langkah yang diambil para penumpang kapal di atas dengan menempuh cara itu merupakan dalil atas sebuah kaidah yang masyhur, yaitu melakukan suatu perbuatan buruk yang lebih ringan kemadharatanya dengan maksud menghindari kemadharatan yang lebih besar.
 
Tidak diragukan lagi, bahwa melemparkan sebagian dari mereka ke laut meski di dalamnya mengandung kemadharatan namun mendatangkan keselamatan bagi penumpang lainnya. Sedang jika tidak ada seorang pun yang dibuang, niscaya seluruhnya akan tenggelam.
 
Juga dalam kisah ini terdapat keterangan, bahwa ketika seseorang memiliki hubungan pendahuluan yang baik dengan Rabbnya dan mengenali Rabbnya dalam keadaan senang, niscaya Allah berterima kasih kepadanya dan akan mengenalinya dalam keadaan susah dengan menghilangkan kesusahannya itu secara total atau meringankannya.
 
Berkenaan dengan hal tersebut, Allah s.w.t. berfirman dengan kisah Nabi Yunus a.s. maksudnya : “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”
(Surah Ash-Shaffat ayat 143-144). 
 
Juga dalam kisah ini terdapat keterangan, sebagaimana yang disabdakan Nabi  s.a.w. yang bermaksud L “Berkenaan dengan do’a saudaraku Dzun Nun (Nabi Yunus a.s.), bahwa tidaklah seseorang yang sedang mendapatkan kesusahan berdo’a dengan do’a tersebut, melainkan Allah akan menghilangkan kesusahan itu darinya, yaitu: “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” 
(Surah Al-Anbiya’ ayat 87)
 
Juga dalam kisah ini terdapat keterangan, bahwa iman pasti dapat menyelamatkan seseorang dari penderitaan atau kesusahan sebagaimana firman Allah s.w.t. maksudnya : “Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”
(Surah Al-Anbiya’ ayat 88).

Yakni jika mereka ditimpa kesusahan maka mereka akan dibebaskan darinya karena keimanan mereka.

 (Sumber di ambil daripada tulisan indera_sl@physics.its.ac.id)


Tuesday, April 20, 2010

Siapakah Orang Munafiq, Kafir dan Murtad

MUNAFIQ

Pengertian Munafiq

Adalah orang munafiq termasuk golongan orang yang tidak mendapat hidayah atau petunjuk dari Allah, sehingga jalan hidupnya yang ditempuhi tidaklah mengandungi nilai-nilai ibadah dan segala amal yang dikerjakan tidak mencari keredhaan Alah.
Orang munafiq adalah orang yang bermuka dua, mengaku beriman padahal hatinya engkar. Perbuatan orang munafiq disebut Nifaq. Mereka ini hanya pada mulutnya sahaja, kemudian dalam perbuatannya sehari-hari nampak baik, tapi hanya tipu helah belaka.

Ertinya segala amal perbuatan yang dikerjakan itu bukan ditegakkan di atas dasar keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah, akan tetapi hanya didasarkan pada perasaan dan hawa nafsunya semata-mata untuk mencari muka, penampilan, mengambil hati dalam masyarakat dan pandangan orang belaka. Segala perbuatan baiknya itu hanya dijadikan tempat berlindung untuk menutupi segala keburukan I’tikad dan niatnya.

Tanda-tanda munafiq.
a. Ingin menipu daya Allah.
Firman Allah s.w.t. yang maksudnya : “Dan diantara manusia ada yang mengatakan,’aku beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian,’padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang yang beriman.Mereka itu hendak menipu Allah berserta orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri,sedang mereka tidak sedar”
[Surah Al Baqarah ayat 8-9]

b. Lebih suka memilih orang kafir sebagai pepimpinnya.
Firman Allah maksudnya:
“…..(iaitu) orang yang mengambil orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah” 
[Surah An Nisa’ ayat 139]

c. Tidak mahu diajak berhukum dengan hukum Allah dan RasulNya.
Firman Allah s.w.t. maksudnya :
“Apabila dikatakan kepada mereka (org munafiq) :'Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul,' nescaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia ) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”
[Surah An Nisa ayat 61]

d. Malas menegakkan solat, tapi kalau solat suka menunjuk-nunjuk (riyak)
Firman Allah s.w.t. maksudnya : “Dan bila mereka berdiri untuk melaksanakan solat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riyak dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka itu menyebut asma Allah, kecuali sedikit sekali .
[Surah An Nisa ayat 142]

e. Berdusta apabila berkata, menyalahi janji dan khianat (pecah amanah)
“Tanda-tanda orang munafik itu ada 3 macam, apabila berkata suka berdusta,apabila berjanji selalu menyalahi dan apabila diberi kepercayaan (amanah) suka khianat”
[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim ]

Pengaruh munafiq bagi kehidupan bermasyarakat.
Dalam sejarah telah banyak membuktikan bahawa umat Islam zaman dulu sering diperdaya oleh orang munafiq dan hal itu akan berterus sampai zaman sekarang bahkan zaman yang akan datang dari generasi ke generasi. Oleh kerana itu kita umat Islam dimana saja berada hendaknya berhati-hati terhadap orang munafiq yang berhasrat mematahkan semangat juang kita umat Islam, memporak-perandakan kekuatan Islam, memadamkan cahaya Allah ditengah-tengah orang Islam dan selalu kerosakan dan kekacauan dimana-mana.

Firman Allah s.w.t yabg bermaksud :
“Mereka (orang munafiq) hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan) mereka. Dan Allah telah menyempurkan cahayaNya, meskipun orang kafir membenci.”
[Surah Asy-Shaf ayat 8]

KAFIR
Perertian Kafir
Kafir bermakna orang yang ingkar,yang tidak beriman (tidak percaya) atau tidak beragama Islam. Dengan kata lain orang kafir adalah orang yang tidak mahu memperhatikan serta menolak terhadap segala hukum Allah atau hukum Islam disampaikan melalui para Rasul (Muhammad s.a.w.) atau para penyampai dakwah/risalah. Perbuatan yang semacam ini disebut dengan kufur.

Kufur pula bermaksud menutupi dan menyamarkan sesuatu perkara. Sedangkan menurut istilah ialah menolak terhadap sesuatu perkara yang telah diperjelaskan adanya perkara yang tersebut dalam Al Qur'an. Penolakan tersebut baik langsung terhadap kitabnya ataupun menolak terhadap rasul sebagai pembawanya.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
"Sesungguhnya orang kafir kepada Allah dan RasulNya, dan bermaksud memperbezakan antara Allah dan RasulNya seraya (sambil) mengatakan:’Kami beriman kepada yang sebahagian (dari Rasul itu / ayat Al Quran) dan kami kafir (ingkar) terhadap sebahagian yang lain. Serta bermaksud (dengan perkataanya itu) mengambil jalan lain diantara yang demikian itu (iman dan kafir). Merekalah orang kafir yang sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk mereka itu seksaan yang menghinakan” 
[Surah An Nisa' ayat 150-151]

Pembahagian Kafir.
i. Kafir yang sama sekali tidak percaya akan adanya Allah, baik dari segi zahir dan batin seperti Raja Namrud dan Firaun.

ii. Kafir jumud (ertinya membantah). Orang kafir jumud ini pada hatinya (pemikirannya) mengakui akan adanya Allah TAPI tidak mengakui dengan lisannya, seperti Iblis dan sebagainya.

iii. Kafir ‘Inad .Orang kafir ‘Inad ini, adalah mereka pada hati (pemikiran) dan lisannya (sebutannya) mengakui terhadap kebenaran Allah, TAPI tidak mahu mengamalkannya , mengikuti atau mengerjakannya seperti Abu Talib.

iv. Kafir Nifaq iaitu orang yang munafiq. Yang mengakui diluarnya,pada lisannya saja terhadap adanya Allah dan hukum Allah, bahkan suka mengerjakannya perintah Allah, TAPI hatinya (pemikirannya) atau batinnya TIDAK mempercayainya.

Tanda Orang Kafir.
a.Suka pecah belahkan antara perintah dan larangan Allah dengan RasulNya.
b.Kafir (ingkar) perintah dan larangan Allah dan RasulNya.
c.Iman kepada sebahagian perintah dan larangan Allah (dari Ayat Al Quran), tapi menolak sebahagian daripadanya.
d.Suka berperang dijalan Syaitan (Thoghut).
e.Mengatakan Nabi Isa Al- Masihi adalah anak Tuhan.
f.Agama menjadi bahan senda gurau atau permainan .
g.Lebih suka kehidupan duniawi sehingga aktiviti yang dikerjakan hanya mengikut hawa nafsu mereka, tanpa menghiraukan hukum Allah yang telah diturunkan.
h.Mengingkari adanya hari Akhirat, hari pembalasan dan Syurga dan Neraka.
i.Menghalangi manusia ke jalan Allah.

Hubungan Orang Kafir.
Berhubungan Muslim dengan Orang kafir adalah tidak dilarang, dicegah bahkan dibolehkan oleh Islam, KECUALI adanya perhubungan (bertujuan) untuk memusuhi Allah dan RasulNya (hukum Allah), termasuk merosakkan aqidah Islam.

MURTAD
Perertian Murtad,
Ialah orang Islam yang terkeluar dari Islam yakni mengingkari semua ajaran Islam, baik dari segi keyakinan, ucapan dan/atau perbuatannya. Semua amalan orang murtad akan dimusnahkan dan tidak nilai pada hari akhirat nanti. Apabila ia tidak segera kembali kepada Islam serta bertaubat bersungguh-sungguh.

Monday, April 19, 2010

Percaya Kepada Qada' dan Qadar dan Baik Sangka (Husnu zan) Dengan Allah

Sahabat yang dikasihi Allah,
Orang yang mengamalkan tuntutan Islam disertai dengan beriman kepada Qada' dan Qadar, jiwanya akan sentiasa tenang dan damai. Putaran roda kehidupan tidak membolak-balikkan hatinya kerana dia melihat apa yang berlaku adalah menurut apa yang mesti berlaku. Dia pula mengamalkan kod yang terbaik dan dijamin oleh Allah s.w.t. Hatinya tunduk kepada hakikat bahawa Allah s.w.t yang mentadbir sementara sekalian hamba berkewajipan taat kepada-Nya, tidak perlu masuk campur dalam urusan-Nya.

Dari Abdullah bin `Amr bin al-`Aas, r.a , katanya: Aku ada mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda yang bermaksud : “ Allah telah memerintahkan supaya ditulis segala qadar taqdir sekalian makhluk sebelum ia menjadikan langit dan bumi dengan satu tempoh masa yang amat lanjut."
(Hadis Riwayat Muslim dan Tirmizi)

Seseorang hamba Allah s.w.t tidak sepatutnya melepaskan diri dari penyerahan kepada Allah Yang Maha Mengatur. Apabila apa yang diaturkannya berjaya menjadi kenyataan maka dia akui bahawa kejayaan itu adalah kerana persesuaian aturannya dengan aturan Allah s.w.t. Jika apa yang diaturkannya tidak menjadi, diakuinya bahawa aturannya wajib tunduk kepada aturan Allah s.w.t dan tidak menjadi itu juga termasuk di dalam tadbir Allah s.w.t. Hanya Allah s.w.t yang berhak untuk menentukan. Allah s.w.t Berdiri Dengan Sendiri, tidak ada sesiapa yang mampu campur tangan dalam urusan-Nya.

Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : ""Tidak boleh menolak qada' kecuali dengan doa"

Qada' dan qadar rahsia Allah .Bukan tugas kita untuk mempersoalkannya..Tugas kita buat ibadah sebaik mungkin dan tingkatkan ketaqwaan dan keimanan pada Allah dan yakin dgn janji Allah akan membalasi hamba-Nya yg beriman dgn Syurga.

Sahabat yang dimuliakan,
Percaya terhadap Qada' dan Qadar adalah salah satu daripada Rukun Iman, kita wajib percaya dan yakin terhadap ketetapan Allah s.w.t. Yakin yang sebenarnya dan tidak ragu-ragu. Kita juga hendaklah bersangka baik dengan Allah s.w.t. (husnu zan) di atas sesuatu peristiwa atau kejadian yang berlaku di dunia ini.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : "Allah s.w.t berfirman, 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku'."
(Hadis RiwayatAl-Bukhari)

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya : "Janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan kamu berbaik sangka dengan Allah."
(Hadis Riwayat Muslim)

Sahabat yang dihormati,
Apakah maksud berbaik sangka dengan Allah? Berbaik sangka di sini adalah rasa takut dan harap yang saling bergandingan, ataupun rasa takut mengatasi rasa harap. Yakinilah setiap sesuatu kejadian yang berlaku samaada di langit atau di bumi atau kepada diri kita sendiri adalah ketetapan yang terbaik yang diciptakan oleh Allah s.w.t. dan terdapat seribu hikmah yang tidak mampu kita memikirkannya.

Seorang hamba yang bersangka baik dengan Allah adalah :

1. Apabila melakukan sebarang ibadah, dia bersangka baik bahawa Allah akan menerima ibadahnya itu dan membalas dengan sebaik-baik ganjaran pahala.

2. Apabila berdo'a dia tahu bahawa Allah akan memakbulkan do'anya.

3. Apabila dia berdosa , segera bertaubat dan bersangka baik bahawa Allah pasti menerima taubatnya dan mengampunkan dosanya.

4. Apabila ditimpa musibah, dia akan bersangka baik bahawa di sebalik ujian itu ada hikmahnya.

Sunday, April 18, 2010

Perkahwinan

Sahabat yang dikasihi Allah,
Setiap manusia memerlukanperkahwinan, kerana dengan perkahwinan perhubungan intim diantara lelaki dan perempuan dapat dilakukan, manusia memerlukan seks kerana ia adalah fitrah yang dianugerahkan Allah s.w.t. Namun keperluan seks perlu diimbangi dengan nilai akhlak agar ia mendapat keberkatan dan dikira amalan. Hubungan yang tidak halal atau seks luar nikah atau zina adalah haram serta berdosa besar.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda yang bermaksud: "Wahai Muslimin, jauhilah zina kerana perlakuannya mendatangkan enam keburukan, tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun tiga yang diperoleh di dunia ialah hilangnya seri di wajah, memendekkan umur dan mendatangkan kefakiran. Tiga yang diperoleh di akhirat ialah kemurkaan Allah, hisab yang buruk dan azab neraka." 
(Hadis Riwayat Ahmad, Ibn Hibban, Al-Hakim)

Penyakit akibat jangkitan seksual kerap dihidap individu melalui hubungan seks rambang. Lebih dua puluh jenis penyakit dikesan antaranya sifilis, gonorea, ulser pada alat kelamin, jangkitan kulat dan bakteria pada vagina dan yang paling berbahaya ialah Aids.

Allah berfirman yang bermaksud: "Katakanlah kepada lelaki yang mukmin, (kawal) penglihatan mereka dan peliharalah alat kelamin mereka." Islam menyeru umatnya menyalurkan tuntutan seks dengan selamat dan mendamaikan. Naluri seks adalah suci jika dizahirkan dengan cara betul. Sebab itu, Islam mensyariatkan perkahwinan supaya manusia dapat 'meraikan' cita rasa dan kecenderungan diri supaya tidak melampaui batas yang digariskan. Jika seseorang itu tidak mampu berkahwin, mereka perlu memperbetulkan diri dengan memelihara kemaluan serta menjauhi bisikan nafsu syaitan. 

Sahabat yang dimuliakan,
Ini berdasarkan firman Allah yang bermaksud: "Dan orang yang tidak mempunyai kemampuan berkahwin, hendaklah mereka menjaga kehormatannya sehingga Allah memberi kekayaan kepada mereka dari limpah kurnia-Nya."
(Surah al-Nur ayat 33)

Naluri seks ciptaan Allah mengandungi pelbagai hikmah. Dalam hubungan suami isteri, Allah menjanjikan ganjaran pahala buat mereka kerana ia dilakukan secara halal dan diredai Allah.

Firman Allah s.w.t yang bermaksud: "Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan dan rahmat-Nya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan jadikan-Nya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan."
(Surah al-Rum ayat 21)

Imam Muslim meriwayatkan dalam Sahih Muslim, daripada Abu Dzar r.a: Beberapa orang daripada sahabat Nabi s.a.w berkata: "Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya memperoleh ganjaran. Mereka solat seperti mana kami solat. Mereka berpuasa seperti mana kami berpuasa. Dan mereka juga bersedekah daripada lebihan harta mereka." Rasulullah s.a.w bersabda: "Tidakkah Allah telah memperuntukkan kepada kamu suatu yang kamu boleh bersedekah dengannya? Sesungguhnya setiap tasbih (ucapan Subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah, menyuruh perkara yang baik adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan setiap kali kamu melakukan jimak (dengan isteri kamu) juga adalah sedekah."
Sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, adakah jika seseorang daripada kita menunaikan syahwatnya dia mendapat ganjaran (sedekah)?" 
Rasulullah menjawab: "Tidakkah kamu merasakan suatu dosa jika dia menunaikan syahwatnya dengan cara yang haram?" 
Sahabat menjawab: "Ya." Rasulullah menjawab: 
"Demikian juga apabila dia menunaikan syahwatnya dengan cara yang halal." 

Islam juga menetapkan panduan lengkap pasangan memulakan hubungan seks. Terdapat tahap khalwat (berdua-duaan) dalam perhubungan itu, antaranya disunatkan solat dua rakaat sebelum memulakan jimak.

Mereka juga hendaklah memohon do'a moga Allah jauhkan diri daripada gangguan syaitan. Abdullah Ibn Mas'ud r.a berkata: "Cinta itu daripada Allah, dan benci itu daripada syaitan. Dia tidak suka kamu melakukan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu. Kemudian suami disunatkan berlemah lembut dengan isteri bagi mencetuskan rasa gembira dan meneguhkan perasaan cinta." 

Adab berjimak adalah dengan menanggalkan pakaian pasangan dan berada dalam satu selimut. Ia mendatangkan keselesaan dan isteri rasa seronok.

Berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan al-Tirmizi serta Abu Daud, Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Menutupi, maka hendaklah kamu juga rasa malu dan menutupi." 

Imam al-Tirmizi mengeluarkan hadis daripada Rasulullah s.a.w yang bersabda yang bermaksud: "Berawaslah kamu daripada bertelanjang bulat sebab bersama kamu turut serta yang tidak pernah berenggang dengan kamu melainkan di tandas dan ketika seseorang bersetubuh dengan isterinya, maka kamu hendaklah merasa malu terhadapnya dan memuliakannya." 

Sahabat yang dihormati,
Dalam berjimak, suami jangan terlalu rakus kerana paduan dalam Islam memang praktikal untuk keharmonian rumah tangga.
Abu Mansur al-Dailami dalam musnad al-Firdaus meriwayatkan yang bermaksud: "Janganlah antara kamu mendatangi isterimu seperti mana seekor binatang (yang menerkam mangsanya), tetapi hendaklah ada perantara antara keduanya." Sahabat bertanya: "Apakah perantara itu? Jawab Baginda: "Ciuman dan gurauan."

Dalam beberapa kes, suami lebih cepat menikmati inzal kemudian tidak berminat menggauli isterinya sedangkan isteri lambat mencapainya. Perbezaan tabiat inzal itu boleh mencetuskan krisis rumah tangga kerana isteri tidak mendapat kepuasan.

Imam Ghazali dalam kitabnya, Ihya' Ulumiddin berkata: "Selepas suami mencapai keseronokan dirinya maka hendaklah dia menanti isterinya turut mencapai kelazatannya. Isteri mungkin lambat inzal maka kamu hendaklah tidak tergopoh-gapah meninggalkannya sehingga dia juga turut merasakan kelazatannya. (Jika kamu mengabaikan perkara ini) akan menyebabkan gelombang hawa nafsunya membuak-buak dan ini amat menyeksakan dirinya." 

Timbul juga persoalan di mana ramai pasangan yang masih musykil cara mendatangi isteri. Menurut kaedah yang dianjurkan Islam, suami boleh menyetubuhi isteri dengan pelbagai cara asalkan melalui faraj.

Firman Allah s.w.t yang bermaksud: "Isteri-isteri kamu adalah sebagai kebun tanaman kamu, oleh itu datangilah kebun tanaman kamu menurut cara yang kamu sukai." 
(Surah al-Baqarah ayat 223).

Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud: "Sama ada dari arah hadapan atau belakang, asalkan ia dilakukan pada faraj." 

Selepas melakukan hubungan kelamin, pasangan suami isteri perlu segera mandi junub. Namun jika terlalu penat, ia boleh ditangguh dan sunat berwuduk sebelum tidur. Mandi lebih diutamakan kerana apabila bangun pada pagi keesokan harinya mereka dapat solat Subuh. Suami dan isteri juga digalakkan mandi bersama dalam satu tempat. Ini dikuatkan sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim daripada Saidatina 'Aisyah, berkata yang bermaksud: "Aku pernah mandi bersama Nabi dalam satu bekas, di samping tangan kami silih berganti menceduk air, lalu Baginda menyiramkan aku. Aku berkata kepada Baginda: "Biarkan aku..! Biarkan aku..! Kata Saidatina 'Aisyah lagi: "Kami berdua dalam keadaan berjunub." 

Seks adalah fitrah anugerah Allah kepada manusia untuk mewujudkan kasih sayang. Ia juga mencipta sakinah (ketenangan) serta memenuhi adab dalam mengeratkan hubungan antara pasangan. Suami isteri boleh menunaikan syahwat mereka pada bila-bila masa melainkan pada waktu yang diharamkan syariat seperti berpuasa dan ketika isteri haid dan nifas.Suami isteri perlulah sentiasa berdo'a semoga dengan perhubungan syahwah ini (jima') Allah s.w.t akan mengurniakan anak-anak yang soleh atau solehah.

Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud : "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, haid adalah kotoran. Justeru, hendaklah kamu tidak menyetubuhi wanita ketika haid sehinggalah mereka suci daripadanya."
(Surah Al-Baqarah ayat 222).


Saturday, April 17, 2010

Malaikat Pencatat Amal

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah s.w.t. yang diciptakan daripada nur. Malaikat diciptakan Allah s.w.t adalah sebagai hamba suruhan-Nya dan melaksanakan arahan tanpa engkar. Allah s.w.t. mengutus dua malaikat untuk mencatat amal setiap manusia. Sebelah kanan malaikat pencatat amal kebaikan dan sebelah kiri malaikat pencatat amal keburukan manusia.

Salah satu daripada Rukun Iman adalah percaya kepada malaikat. Mengimani kewujudan malaikat pencatat amal merupakan kewajiban setiap Muslim.Firman Allah s.w.t. yang bermaksud : "Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. "
(Surah Qaf ayat 17-18)

Imam Ibn Jarir al-Tabari meriwayatkan dalam tafsirnya daripada Mujahid bin Jabr, seorang pakar tafsir daripada kalangan tabiin katanya : "Bersama setiap manusia ada dua malaikat. Satu malaikat dikanan dan satu malaikat dikirinya. Adapun malaikat yang berada disebelah kanannya, maka ia mencatat kebaikan. Sementara malaikat yang berada di sebelah kirinya, ia mencatat keburukan."

Kedua-dua malaikat ini sangat tekun melakukan kerjanya dan mencatat sekecil apapun ucapan dan perbuatan manusia sepanjanh hari. Pada waktu petang mereka akan menutup catatan amalan hari itu, lalu naik kelangit untuk melapurkan semuanya kepada Allah s.w.t. Tugas mencatat diserahkan kepada kedua-dua malaikat lain yang bertugas pada malam hari hingga pagi. Apabila berakhir masa tugas mereka, malaikat yang baru akan datang mengantikan tugas mereka, begitulah seterusnya.

Daripada Abu Hurairah sabda Nabi s.a.w yang bermaksud : " Saling bergantian (turun) kepada kamu para malaikat pada malam hari dan para malaikat pada waktu siang. Mereka berjumpa pada saat solat Subuh dan solat Asar. Kemudian malaikat yang telah tinggal bersama kamu naik kelangit dan ditanya oleh Tuhannya - padahal Ia lebih mengetahui, 'Apa yang sedang hamba-Ku lakukan sewaktu kamu tinggalkannya?' .Mereka menjawab : 'Ketika kami tinggalkan, mereka sedang solat. Dan ketika kami datang mereka juga sedang solat'." (Hadis Riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam riwayat yang lain Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Allah Azzawajalla tidak pernah tidur, dan tidak layak bagi-Nya tidur. Ia selalu mengangkat dan menurunkan timbangan (untuk menyukat rezeki manusia). Di angkat kepadanya amalan malam sebelum amalan siang, dan amalan siang sebelum amalan malam."

Oleh sebab itu, Saydina Abdullah bin Abbas pernah berkata : " Allah s.w.t menjadikan bersama manusia dua orang malaikat pencatat (hafiz) pada waktu malam dan dua malaikat pencatat pada waktu siang. Mereka mencatat dan menyimpan setiap amal perbuatannya."
(Hadis Riwayat al-Tabari)

Berbagai hadis daripada Nabi s.a.w. menceritakan bahawa para malaikat pencatat amal ini sangat cinta dan sayang kepada manusia. Merka sangat suka melihat manusia melakukan ketaatan sehingga mereka akan mencatatkannya menjadi sepuluh kebaikan atau lebih. Hadis-hadis tentang ini sangat banyak sebahagiannya di dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Bahkan satu langkah menuju masjid ditulis menjadi sepuluh kebaikan. Ibn Hibban dan al-Hakim meriwayatkan daripada 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud, "Jika seseorang bersuci lalu ia berjalan ke masjid untuk menunggu solat, maka malaikat mencatat baginya sepuluh kebaikan untuk setiap langkahnya. Orang yang duduk menunggu solat dicatat seperti seseorang yang sedang melakukan solat. Ia akan terus dicatat sedang melakukan solat sejak keluar rumah hingga kembali kepadanya."

Membaca al-Qur'an hingga khatam merupakan amalan yang disukai malaikat. Imam Ahmad bin Marwan al-Dinawari dalam kitab al-Mujalasah meriwayatkan ucapan Sufyan al-Thauri, " Jika seorang manusia mengkhatamkan al-Qur'an, malaikat mencium keningnya."

Setiap malam, malaikat ini akan bergaduh dengan syaitan untuk merebut hak penjagaan manusia. Imam al-Nasa'i meriwayatkan dan disahihkan oleh Ibn Hibban, daripada Jabir sabda Nabi s.a.w yang bermaksud ; "Jika seorang manusia mendekati tempat tidurnya,malaikat dan syaitan segera mendekatinya. Malaikat berkata : 'Tutuplah (amalmu) dengan kebaikan.' Syaitan berkata : 'Tutuplah dengan keburukan'. Jika ia menyebut nama Allah lalu tidur, malaikat itu menjaganya hingga pagi..."

Begitulah cintanya kepada amal kebaikan manusia, malaikat ini bahkan terus mencatat perbuatan baik yang biasa dilakukan manusia meskipun orang itu tidak lagi dapat melakukannya kerana sesuatu halangan.

(Sumber di ambil daripada tulisan Umar M. Nor dari Majalah Solusi isu no.16)

Friday, April 16, 2010

Mengubati Penyakit Lisan

Sahabat yang dirahmati Allah,
Adakah kalian sedar mengenai penyakit yang datang daripada lisan? Pernahkah kalian berusaha untuk berubah tetapi tidak berjaya? Artikel ini membincangkan teknik mengubati penyakit lisan daripada Al-Qur'an, khusus untuk mereka yang berniat untuk berubah, Insya Allah.

Rasulullah s.a.w. telah meninggalkan beberapa petua untuk mengubati penyakit lisan. Petua ini berguna untuk mengubati penyakit-penyakit lain seperti suka memfitnah, mengumpat, menipu, bercakap kotor dan sebagainya selain penyakit yang datang dari lisan.

Pertama, Nabi s.a.w.  menyuruh diam. Sahabat Abu Syuraih Al-Khuza’iy r.a. menyatakan bahawa Nabi S.A.W. pernah berpesan, “Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam.”

Kedua, Nabi s.a.w.  menyuruh kita berzikir bagi mengimbangi aktiviti lidah. Kebanyakan dari kita menggunakan lidah untuk kemudahan dan kepentingan diri dan terlupa memuji Pencipta lidah setiap hari. Kata-kata yang dihasilkan oleh lidah dalam memuji Pencipta lidah lebih sedikit berbanding dengan kata-kata yang dihasilkan ketika berkomunikasi sesama kita. Menurut sahabat Ibnu Umar, Nabi s.a.w. pernah berkata, “Janganlah kamu banyak bercakap tanpa berzikir kepada Allah, kerana sesungguhnya banyak bercakap tanpa berzikir kepada Allah mengakibatkan kerasnya hati, dan orang yang paling jauh dengan Allah adalah orang yang paling keras hati."

Berhubung dengan zikir, menurut rekod Imam Bukhari, Nabi telah menyatakan, “Ada dua kalimat yang paling disukai Yang Maha Pengasih. Sangat mudah diucapkan tetapi sangat berat dalam timbangan. Kedua-dua kalimat itu adalah ’subhanallah wa bihamdihi’ dan ’subhanallah hil azim’.” Kedua-dua kalimat ini membawa maksud ‘Maha suci Allah dan segala pujian kepadaNya’ dan ‘Maha suci Allah yang Maha Besar.’ Di dalam riwayat lain diceritakan, sesiapa yang membaca “subhanallah wabihamdihi” 100 kali sehari, maka semua dosanya (dosa kecil)  diampunkan oleh Allah, meski pun sebanyak buih di lautan. Dosa besar dapat diampunkan dengan bertaubat nasuha kepada Allah s.w.t.

Ketiga, sahabat Huzaifah r.a. pernah mengadu kepada Rasulullah s.a.w tentang keburukkan yang ada pada lisannya. Maka Rasulullah bersabda yang bermaksud : “Bagaimanakah engkau dengan istighfarmu wahai Huzaifah? Sesungguhnya aku beristigfar kepada Allah s.w.t. seratus kali setiap hari.”

Istighfar bermaksud memohon ampun. Ucapan istighfar yang dimaksudkan adalah sekurang-kurangnya dengan mengucapkan, “Astaghfirullahazim” disertakan “perasaan menyesal” di dalam hati. Jika Nabi s.a.w. yang maksum dan yang baik tutur kata beristighfar kepada Allah sebanyak itu, bagaimana pula agaknya jumlah kuantiti istighfar orang yang mempunyai penyakit lisan?

Wallahu’alam. Selamat mencuba :) 
(Sumber diambil daripada bicaramuslim.com)

Kafiat Memberi Salam

Ibnu Al-Arabi didalam Ahkamul Qur’an mengatakan:
Tahukah kamu arti salam? Orang yang mengucapkan salam itu memberikan pernyataan bahwa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’

Kesimpulannya, bahwa salam berarti,
(i) Mengingat (dzikr) Allah s.w.t.,
(ii) Pengingat diri,
(iii) Ungkapan kasih sayang antara sesama Muslim, 
(iv) Doa yang istimewa, dan 
(v) Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’

Sebuah Hadis merangkumnya dengan indah:
"Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya"

Jika kita memahami hadis ini saja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Nabi s.a.w. sangat menekankan penyebaran pengucapan salam antara sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama diantara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan.

Ada beberapa hadis daripada Rasulullah, s.a.w. yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antara seluruh Muslim.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w.  bersabda yang bermaksud : “Kamu tidak dapat memasuki Surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang diantara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal.”
(Hadis Riwayat Muslim)

Abdullah bin Amr r.a. mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah s.a.w., “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah s.a.w. menjawab: "Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.”
(Hadis Riwayat Sahihain)

Abu Umammah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Orang yang lebih dekat kepada Allah s.w.t. adalah yang lebih dahulu memberi salam.” 
(Hadis Riwayar Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Abdullah bin Mas’ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : “Salam adalah salah satu Asma Allah s.w.t. yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” 
(Hadis Riwayat Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan salam.”

Allah s.a.w. berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86 yang maksudnya :
"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan."

Demikianlah Allah s.w.t.. memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah s.a.w. sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah s.a.w. sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum.” Maka Rasulullah s.a.w.pun membalas dengan ucapan “Wa’alaikum salaam wa rahmah” Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu’alikum wa rahmatullah” Maka Rasulullah membalas dengan, “Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh” . Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu’alikum wa rahmatullah wabarakatuhu.” Rasulullah s.a.w. menjawab: ”Wa’alaika”.

Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendah-hatian, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan salam yang ringkas kepadamu, engkau membalas dengan salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi salam yang lengkap kepadamu, aku terkejut engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika.” Rasulullah s.a.w. menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah didalam Al-Qur’an.”

Dengan demikian kita boleh mengambil kesimpulan bahwa, membalas salam dengan tiga kaedah itu hukumnya Sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Kebijaksanaan membatasi salam dengan tiga kaedah ini karena salam dimaksudkan sebagai komunikasi ringkas bukannya pembicaraan panjang.


Nabi Muhammad SAW memberi salam dengan lafaz “Assalamualaikum” dan menjawab salam dari para sahabat baginda dengan salam yang lengkap iaitu “Waalaikumussalam warahmatulallahhi wabarakatuh”Menjadi trend pada hari ini kaedah memberi salam dan menjawab salam sudah tidak mengikut kaifiyat yang disarankan. Antara kesilapan dalam memberi salam dan menjawab salam ialah;-

1. SEKADAR menyebut salam ketika berjumpa atau menulis perkataan salam dalam sms atau e-mail atau di mana-mana ruang seperti facebook.contoh kesilapan ialah :" nanti kalau ko jumpa mamat tu ko kirim salam kat dia ya"
Cara yang betul ialah :" nanti kalau ko jumpa mamat tu ko kirim salam Assalamualaaikum kat dia ya.."

2. SEKADAR menyebut A`kum dalam sms atau mana-mana ruangan kerana perkataan itu tidak membawa apa-apa makna walaupun ia difahami. terdapat juga sekadar menulis `AKUM' yang membawa maksud gelaran untuk orang Yahudi/binatang (dalam bahasa Ibrani)
Cara yang betul ialah menulis dengan perkataan "As salam yang membawa maksud `Assalamualaikum'.

3. Bergurau atau mempermainkan dalam menyampaikan salam seperti contohnya " ko kirim salam maut kat dia yer" : jelas ia adalah mendoakan kematian kepada seseorang walaupun ia dalam bentuk gurauan. Ia adalah dilarang.

4. Menjawab salam dengan“WAALAI KUM SALAM”. Jawab salam yang betul ialah ; “WAALAI KUMUS SALAM”.

Thursday, April 15, 2010

Rashia Menjadi Isteri Solehah

Ada yang bertanya, bagaimana saya mahu menjadi wanita atau isteri solehah. Adakah perlu warak (kuat beribadat), mempunyai ilmu Islam yg tinggi atau pandai membaca al-Quran?

Wanita solehah ialah mereka yang pandai menghibur dan melayan suami dengan mempersembahkan segala kemesraan, kemanjaan dan cinta sepenuh hati sehingga suami sentiasa rindukan dirinya malah tidak mahu berpisah walaupun sekejap.

Bukan perkara yang susah mahu menjadi wanita solehah. Hanya dengan senyuman yang manis dan menambat hati suami, mereka boleh menduduki carta itu.

Ada yang berkata senyuman isteri yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata untuk suami lebih baik daripada menggunakan produk alat solek jenama mahal yang berharga ratusan ringgit.

Pandangan yang mesra dan lembut ibarat celak yang paling indah menghiasai sepasang matanya. Kelembutan dan kehalusannya berbicara seperti pakaian yang paling cantik dipakainya.

Suami mana akan memandang ke belakang apabila isterinya sentiasa harum dan bersih. Malah, aroma itu pasti memikat selera suami untuk sentiasa berada di samping isteri daripada berborak bersama rakan di kedai kopi.

Berapa ramai isteri yang memberikan senyuman manis, pandangan yang mesra dan lembut serta wajah yang berseri-seri ketika mengiringi suami keluar rumah atau menyambut kepulangannya di muka pintu.

Rasululullah s.a.w pernah bersabda bahawa isteri solehah ialah yang menggembirakan suaminya apabila suami melihat kepadanya.

Bayangkan suami yang pulang dalam keadaan letih kerana beban tugas di pejabat ditambah kesesakan jalan raya, isteri yang menyambut di muka pintu menguntum senyuman, wajah yang dihiasi cantik, menolong membawa beg, membuka sarung kaki dan menyediakan minuman untuk menghilangkan dahaga.

Memang sukar mencari ciri-ciri wanita sedemikian kerana kebanyakan isteri terutama yang bekerja terlalu terbawa-bawa perangai mereka di pejabat sehingga suami tidak diberi perhatian. Akhirnya, suami jemu dan sengaja balik lewat ke rumah.

Layanan isteri kepada suami tidak perlu kepada unsur kewangan. Sebagai ketua rumah tangga, suami perlu menyediakan keperluan kepada isteri termasuk makan minum, pakaian, perhiasan dan belanja isteri.

Jika perkara ini dilaksanakan, apa alasan isteri untuk tidak memberi layanan kelas satu kepada suami.

Beruntung isteri yang tahu melayan dan menghiburkan suami kerana selain mendapat kenikmatan, mereka juga mendapat ganjaran pahala daripada Allah.

Isteri yang sengaja enggan melayan nafsu suami akan dilaknat malaikat kerana tidak menunaikan tanggungjawab sebagai suri rumah tangga.

Kajian mendapati suami yang mendapat belaian dan kasih sayang isterinya akan cemerlang di tempat kerja dan masyarakat. Mereka tidak memerlukan apa-apa lagi melainkan isteri di sisi.

Mungkin ramai yang tidak percaya bahawa semangat suami lebih tinggi jika mendapat kasih sayang isteri. Suami manusia biasa, walaupun segagah atau segarang mana mereka, jika dimanja atau dibelai, mereka ibarat harimau jinak.

Justeru, isteri perlu mempunyai teknik atau kaedah untuk memikat suami, bukan semata-mata wajah yang jelita atau harta yang banyak.

Bayangkan ketika kecil, anak mendapat perhatian dan kemanjaan ibu bapa, tentu anak membesar menjadi manusia yang baik. Tetapi jika tiada kasih sayang ibu bapa, anak pasti membesar sebagai manusia yang tidak terkawal.

Oleh itu, isteri perlu faham, walau setinggi mana pangkat, kedudukan, harta dan darjat mereka, jangan lupa memberi kasih sayang dan kemanjaan kepada suami. Senyuman, kemanjaan, pakaian dan haruman adalah senjata untuk memancing manusia bernama lelaki.