Sunday, May 12, 2013

Soal Jawab Agama Siri 12 (Seksaan Api Neraka, Siapa Penghuni Neraka dan Ciri-ciri Ahli Neraka)

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Űłْمِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ْمنِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.


Sahabat yang dirahmati Allah,
Soal Jawab Agama Siri 12 adalah memberi penjelasan mengenai seksaan api neraka, siapa penghuni neraka dan apakah ciri-ciri ahli neraka.

221. Soalan : Sila jelaskan golongan manakah yang akan dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam neraka?

Neraka adalah tempat penyeksaan bagi mahluk Allah SWT yang menentang Allah SWT dan Rasu-Nya. Mereka adalah orang-orang yang menentang terhadap syariat Allah SWT dan mengingkari suruhan Rasulullah SAW.

Sesiapa sahaja orang yang dimasukkan ke dalam neraka, dia tidak akan keluar darinya. Pintu neraka berdiri kokoh dan tertutup rapat. Itulah penjara bagi orang-orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat.

 
Neraka adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya untuk orang fasik, kafir dan munafik mereka kekal di dalam selama-lamanya. Kecuali orang fasik yang ada sedikit iman setelah menjalani seksaan neraka ribuan atau jutaan tahun barulah akan dibenarkan memasuki syurga.

 

Apabila orang-orang kafir sampai di neraka, pintu-pintu dikunci di belakang mereka. Di sini, mereka melihat pemandangan yang paling menakutkan. Mereka segera faham bahawa mereka akan menerima azab yang pedih dan dahsyat di neraka, tempat mereka untuk selama-lamanya. Pintu-pintu yang terkunci menunjukkan bahawa tidak akan jalan untuk menyelamatkan diri. 


Allah SWT menerangkan keadaan orang-orang kafir sebagai berikut (maksudnya) :

“Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.” (Surah al-Balad (90) ayat 19-20)

222. Soalan : Siapakah yang menjaga pintu neraka dan apakah bahan yang menjadi bahan bakar api neraka?

Pintu gerbang neraka di jaga oleh Malaikat Malik, yang memiliki 19 malaikat penyeksa di dalam neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al-Quran adalah Zabaniah.


Didalam Al-Quran disebutkan bahan bakar neraka adalah dari manusia dan batu (ada yang mengatakan batu berhala).

223. Soalan : Bagaimana seksaan yang diterima oleh ahli neraka? 

Walaupun neraka sering digambarkan sebagai tempat penyeksaan yang teramat panas, tetapi ada juga penyeksaan neraka berbentuk hawa neraka yang teramat dingin. 


Disebutkan di dalam Al-Quran, firman Allah SWT maksudnya : “ Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. (Surah Sad (38) ayat 57)

Seksaan di dalam neraka yang paling ringan diberikan sandal api yang boleh membuat otak mereka mendidih. Nabi SAW bersabda maksudnya : “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan seksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya kerana panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima seksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat seksaan paling ringan.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)


224. Soalan : Neraka tempat penyeksaan itu di panggila Jahannam, berapakan jumlah pintu-pintu Jahannam?

Allah SWT telah menciptakan api neraka pada hari Ahad. Neraka itu mempunyai tujuh buah pintu.

Allah SWT berfirman yang maksudnya :" Jahannam itu tujuh pintu, tiap-tiap pintu (disediakan) untuk golongan yang tertentu daripada umat manusia." (Surah Al-Hijr ayat 44)

225. Soalan. Neraka itu mempunyai beberapa nama sila nyatakan nama-nama tersebut ?


Neraka yang diciptakan oleh Allah SWT mempunyai beberapa nama dan terdapat golongan tertentu yang akan menerima seksaan yang amat dahsyat.

1. Jahannam.


Firman Allah SWT maksudnya : "Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang kafir itu: "Kamu akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan dihimpunkan (pada hari kiamat) ke dalam neraka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat yang disediakan". (Surah Ali-Imran ayat12)

Allah SWT berfirman yang maksudnya : "Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) seluruhnya." (Surah Al-Hijr ayat 43)

2. Sa'ir.


Firman Allah SWT maksudnya : "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu hanyalah menelan api kedalam perut mereka dan mereka pula akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala".(Surah an-Nisaa ayat 10)

Allah SWT berfirman maksudnya : "Dan dia akan masuk ke dalam Sa'ir (api yang menyala-nyala)." (Surah Al-Insyiqaq ayat 12)
 
3. Saqar.


Firman Allah SWT maksudnya :"Mereka tanyakan kepada orang-orang yang berdosa: "Apakah yang menyebabkan kalian masuk ke dalam  saqar?".Orang-orang yang berdosa menjawab: "Kami dahulu tidak mengerjakan solat, dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin.Kami telah ikut membicarakan soal Muhammad, bersama orang yang benci kepadanya.Dan Kami mendustakan "Hari Pembalasan",sampai datang kepada kami kepastian kematian." (Surah Al-Muddassir ayat 42-47)

4. Jahim.


Allah SWT berfirman maksudnya : " Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat."(Surah Asy-Syu'ara ayat 91)


Neraka sebagai tempat penyeksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan diseksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah SWT, kerana syirik berarti menganggap bahawa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah SWT dan boleh pula menganggap bahawa ada Tuhan selain Allah. 

5. Hutamah. (Api yang dinyalakan)


Firman Allah SWT maksudnya : "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah. dan tahukah kamu apa Hutamah itu? (iaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati." (Surah Al-Humazah ayat 1-7)

6. Lazo. (Api yang bergejolak)


Firman Allah SWT maksudnya : " Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah bergejolak.(Surah Al-Ma'arij ayat 15)


Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mahu bersedekah, membayar zakat, atau bahkan bermuka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan.
 
7. Hawiyah. (Api yang sangat panas)


Allah SWT berfirman maksudnya : " Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (iaitu) api yang sangat panas" (Surah Al-Qari'ah ayat 8-11)
 

Neraka Hawiyah yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, iaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim lelaki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menutup aurat, pergaulan bebas lelaki dan perempuan,  bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rezeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya.

8. Wail

Firman Allah SWT maksudnya : "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (iaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi." (Surah Al-Mutaffifin ayat 1-3)


Firman Allah SWT maksudnya : “Maka celakalah orang yang solat, (iaitu) orang-orang yang lalai terhadap solatnya..” (Surah Al-Ma’un(107) ayat  3-4)

Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang menipu, dengan cara mengurangi berat timbangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Dan juga mereka yang melalai-lalaikan solat hingga habis waktu solat.

226. Soalan : Siapakah golongan yang ramai memasuki neraka?


Ramai wanita di neraka kerana mereka tidak bersyukur dan banyak mengutuk dan mengingkari suami mereka.

Ðari Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah SAW telah bersabda: “Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar iaitu memohon ampun. Kerana aku melihat kaum wanitalah yang lebih ramai menjadi penghuni neraka.” Seorang wanita yang cukup pintar di antara mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa kami kaum wanita yang lebih ramai menjadi penghuni neraka?” Rasulullah SAW bersabda: “Kamu banyak mengutuk dan mengingkari suami.(Hadis Riwayat Muslim) 

227. Kenapakah jin dan manusia di seksa  dengan azab sekali di neraka? Apakah kesalahan yang telah mereka lakukan ketika di dunia?



Firman Allah SWT maksudnya : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Surah al-A'raaf (7) ayat 179)

Semua penderitaan yang mereka alami, tidak akan ada seorang pun dapat memberikan pertolongan kepada penghuni neraka. Tidak ada yang sanggup menyelamatkan mereka darinya. Dibuang seperti itu akan memberi mereka perasaan kesepian yang pahit.

228. Soalan : Bagaimana seksaan yang diterima oleh penghuni neraka, adakah kulit mereka hangus lalu digantikan dengan kulit yang baru?

Penghuni neraka tidak tahan rasa sakit dan mereka tidak pernah mati. Oleh kerana itu, mereka tidak pernah dapat menyelamatkan diri dari seksaan. Dalam Al Quran, rasa sakit diterangkan sebagai berikut: "alangkah beraninya mereka menentang api neraka!" (Surah al-Baqarah (2) ayat 175).

Kulit mereka pulih semula setelah  dibakar; seksaan yang sama berlangsung terus menerus selama-lamanya; Sekali lagi, Allah SWT berfirman maksudnya : "Masuklah kamu ke dalamnya; maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu." 
(Surah at-Thuur, (52) ayat 16)
Firman-Nya lagi yang bermaksud : “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah an-Nisaa' (4) ayat 56)


229. Apakah jenis hukuman dan seksaan yang diterima oleh penghuni neraka?

Di akhirat para penghuni neraka akan menjalani hukuman berupa seksa yang sangat pedih. Seksaan yang mereka derita dalam neraka itu bermacam-macam sekali, sebagaimana yang difirmankan Allah seperti berikut:
 

1. "Dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka." (Surah At-Taubah (9) ayat 35)

2. "Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, supaya mereka diseret, kedalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api."(Surah Gafir (40) ayat 71-72)

3. "Peganglah dia kemudian seretlah dia ketengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya seksaan (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia." (Surah Ad-Dukhan (44) ayat 47-49)

4. "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Surah Al-Haqqah (69) ayat 30-32)

5. "Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian dari api neraka, disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala-kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit-kulit mereka. Dan cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, maka mereka dikembalikan kedalamnya, (serta dikatakan kepada mereka): "Rasailah azab yang membakar ini." (Surah Al-Hajj (22) ayat 19-22)

6. Firman Allah SWT  maksudnya : “Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak boleh menelannya” (Surah Ibrahim ayat 16-17).

Diberi air nanah yang amatlah busuk baunya lagi pekat, maka mereka pun merasa jijik dan tidak mampu menelannya.

7. Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya.
Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman maksudnya : “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (Surah Al Hajj ayat 20)

 8. Firman Allah SWT maksudnya : “Mereka tidak memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (Surah Al Ghasiyah ayat 6-7)

230. Soalan : Sila jelaskan apakah ciri-ciri ahli neraka yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW? 

Sabda Rasulullah SAW maksudnya : "Ahli neraka ada lima golongan iaitu: orang lemah yang tidak peduli sesamanya, para pengkhianat, penipu yang memperdaya keluarga dan harta orang lain, kikir dan pendusta, serta orang yang berakhlak tercela” (Hadis Riwayat Muslim) 

Berdasarkan hadis di atas jelaslah bahawa 5 golongan manusia ahli neraka adalah :

1. Orang lemah yang tidak peduli sesamanya. (orang jahil, tidak berilmu dan bodoh sombong)

2. Para penghianat dan penipu yang memperdaya keluarga dan harta orang lain.(anak yang menghianati  ibu bapanya, suami yang penghianati isteri dan anak-anaknya dan pemimpin  zalim, perasuah yang menipu dan menghianati rakyatnya)

3. Kikir (kedekut).

4. Pendusta.

5. Orang yang berakhlak tercela. 

231. Soalan : Bagaimana keadaan api neraka yang di sediakan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang derhaka dan tidak mahu melaksanakan suruhan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya?

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanatnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : "Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam."


Sabda Nabi SAW. yang bermaksud : " Sesungguhnya seringan-ringan seksa ahli neraka iaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat seksanya dari semua ahli neraka, padahal ia sangat ringan seksanya dari semua ahli neraka."

232. Soalan : Siapakan golongan yang akan dimasukkan ke dalam neraka tanpa hisab?
 
Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah S.A.W bersabda maksudnya :
"Enam kerana enam akan dimasukkan ke neraka pada hari kiamat sebelum hisab (perhitungan amal) iaitu :
1. Kerajaan yang zalim.
2. Orang yang fanatik (menyombongkan kebangsaannya)
3. Ketua kampung/pemimpin yang sombong.
4. Pedagang atau ahli perniagaan yang berkhianat.
5. Orang kampung yang kerana kebodohannya.
6. Dan ahli ilmu kerana hasad dengkinya."
 
233. Soalan : Apakan doa yang diajarkan oleh Nabi SAW supaya dijauhi daripada seksaan api neraka :

Doa untuk memohon perlindungan Allah SWT daripada azab neraka Jahanam


۱َŰšَّنَۧ مَۧ ŰźَلَقْŰȘَ هَ۰َۧ Űšَۧ۷ِÙ„Ű§ً ŰłُŰšْŰ­َŰ§Ù†َكَ فَقِنَۧ Űčَ۰ََۧۚ Ű§Ù„Ù†َّۧ۱ِ ، ۱َŰšَّنَۧ Ű„ِنَّكَ مَنْ ŰȘُŰŻْŰźِلِ Ű§Ù„Ù†َّۧ۱َ فَقَŰŻْ ŰŁَŰźْŰČَيْŰȘَهُ وَمَۧ لِÙ„ŰžَّŰ§Ù„ِمِينَ مِنْ ŰŁَنْŰ”َۧ۱ٍ


Maksudnya : "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka" "Wahai Tuhan kami! Sebenarnya sesiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang yang zalim tidak akan beroleh seorang penolong pun" (Surah Ali-Imran ayat 191-192)
Sabda Nabi SAW yang bermaksud : "Bila seseorang selesai membaca tasyahhud (akhir), hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah empat perkara, iaitu: ' Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari seksa Neraka Jahannam, dari seksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al-Masih Dajjal'. (Selanjutnya, hendaklah ia berdoa memohon kebaikan untuk dirinya sesuai kepentingannya)". (Hadis Riwayat Muslim, Abu 'Awanah, Nasa'i dan Ibnu jarud dalam al-muntaqa)
Doa untuk kebahagiaan dunia dan akhirat : "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari seksa neraka." 
(Surah Al-Baqarah ayat 201).

234. Soalan : Adakah perbuatan memutuskan silaturahim dan membuat fitnah tidak akan masuk syurga dan akan dimasukkan ke dalam neraka?

Benar, sesiapa sahaja yang suka memutuskan silaturahim  dan suka membuat fitnah dia tidak akan masuk syurga dan akan dimasukkan pula ke dalam neraka.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda maksudnya  : "Tidak akan masuk syurga bagi yang memutuskan silaturahim". (Hadis Riwayat Muslim dari Al-Zuhri)
Nabi SAW bersabda maksudnya : “Tidak akan masuk syurga pembawa fitnah”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
235. Soalan : Adakah  umat Islam yang di seksa di neraka yang mempunyai sedikit iman dalam hatinya akan masuk syurga setelah habis hukumannya di neraka?

Benar, umat Islam (mempunyai sedikit iman) yang berdosa yang telah menjalani seksaan di neraka akhirnya akan di masukkan ke dalam syurga, kerana Allah SWT berjanji, sesiapa yang Islam dan beriman dan ada keimanannya sebesar zarrah atau sebesar tubuh semuit hitam yang halus atau sebesar biji sawi, jika wujud dalam kalbunya keyakinan tentang adanya Tuhan Yang Esa yang berhak di sembah, iaitu Allah SWT, dan menyebut dia kalimah 'la-ilaha illallah' (Yang bermaksud: Tiada tuhan yg berhak disembah kecuali Allah SWT ). Akhirnya kelak, setelah berakhkab [Nota: 'Akhkab' adalah hitungan waktu akhirat. Katanya satu akhkab bersamaan dgn 100,000 tahun dalam tahun akhirat. Setiap sehari di akhirat sama dengan 1,000 tahun kiraan tahun kita di dunia sekarang!!] 

dalam neraka, akan masuk syurga. Itulah orang Iman yg terakhir mendapat syurga, setelah sekian jutaan atau ribuaan atau ratusan tahun merana dalam neraka dalam proses pembersihan diri mereka daripada dosa!  
Rasulullah SAW bersabda maksudnya : "Sesunguhnya, barangsiapa di antara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk syurga.” Aku (Abu Dzar) bertanya: “Sekalipun orang itu berzina dan mencuri?” Jawab Nabi, Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri.” (Hadis Shahih Bukhari  no.647).

236. Soalan : Apakah amalan-amalan ahli neraka?

Amalan-amalan ahli neraka adalah seperti berikut :

1. Melakukan amalan syirik kepada Allah.2. Mendustakan para Rasul dan kufur.
3. Hasad dengki. 4. Berdusta. 5. Berhianat. 6. Berbuat zalim. 7. Perbuatan keji lagi hina.
8. Mungkir janji. 9. Memutus silaturahim. 10.  Takut untuk pergi berjihad. 11. Bakhil (Kedekut). 12. Tidak sama antara zahir dan batin, 13. Berputus asa dari rahmat Allah, 14. Merasa aman dari azab Allah, 15. Berkeluh kesah (tidak sabar) ketika tertimpa musibah, 16. Sombong dan tidak menyukuri nikmat, 17. Meninggalkan kewajiban terhadap Allah, 18. Melanggar batasan-batasan-Nya, 19. Melakukan perkara haram, 20. Takut terhadap makhluk dan tidak takut terhadap khaliq, 21. Berharap kepada makhluk dan tidak kepada khaliq, 22. Bertawakkal kepada makhluk dan tidak kepada khaliq, 23. Beramal dengan riya dan sum’ah, 24. Menyalahi Al-Quran dan sunnah, 25. Taat kepada makhluk dan tidak kepada khaliq, 26. Fanatik kepada kabatilan, 27. Mencela ayat-ayat Allah, 28. Menentang kebenaran, 29. Menyembunyikan ilmu dan kesaksian yang sebenarnya harus disampaikannya. 30. Melakukan sihir (santau dan sejenisnya), 31. Derhaka kepada orang tua, 32. Membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa jalan yang benar, 33. Makan harta anak yatim, 34. Makan riba, 35. Lari dari peperangan, 36. Menuduh wanita baik-baik lagi mukminah telah berbuat zina, 37. Berzina dan 38. Meminum arak.

237. Soalan : Siapakah orang muflis diakhirat yang akan dihumbankan ke dalam api neraka?

Dari Abu Hurairah r.a bahawa Nabi SAW. bersabda yang bermaksud : “Tahukah kamu siapakah dia Orang Muflis?”

Sahabat-sahabat baginda menjawab : “Orang Muflis di antara kami, ya Rasulullah ialah orang yang tidak ada wang ringgit dan tidak ada harta benda.”
Nabi SAW. bersabda yang bermaksud : “Sebenarnya Orang Muflis dari kalangan umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat membawa sembahyang, puasa dan zakat , sedang datangnya itu dengan kesalahan memaki hamun orang ini, dan menuduh orang itu , memakan harta orang orang ini ,menumpah darah orang itu dan juga memukul orang . Maka akan di ambil dari amal kebajikannya serta di beri kepada orang ini dan orang itu , kemudian kiranya habis amal kebajikannya sebelum habis di bayar kesalahan-kesalahan yang di tanggungnya , akan di ambil pula dari kesalahan-kesalahan orang yang di aniayakannya serta di timpakan keatasnya , kemudian ia di humbankan kedalam neraka.”

(Hadis Riwayat Muslim dan Tirmizi)
 
238. Soalan : Jika seseorang itu meninggal dunia adakah akan diperlihatkan tempat duduknya samaada di syuga atau neraka?

Benar seseorang  telah meninggal dunia (berada di alam barzakh) akan diperlihatkan setiap pagi dan petang tempat duduknya samaada di syurga atau neraka. Alam barzakh boleh menjadi taman-taman syurga atau boleh menjadi satu lubang daripada lubang-lubang api neraka.

Nabi SAW bersabda maksudnya : “Sesungguhnya bila salah seorang di antaramu meninggal, maka diperlihatkan kepadanya tempatnya di waktu pagi dan petang. Jika ia termasuk ahli syurga, maka ia ahli syurga. Dan jika termasuk ahli neraka, maka ia ahli neraka. Lalu dikatakan kepadanya: ”Inilah tempatmu sehingga Allah bangkitkan kamu pada hari kiamat.” (Hadis Riwayat Bukhari) 

239. Soalan : Adakah amalan yang tidak ikhlas akan di tolak oleh Allah SWT dan pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka?

Terdapat hadis riwayat Muslim yang menceritakan 3 golongan manusia yang akan di tolak amalannya kerana tidak ikhlas dan membuat sesuatu untuk pujian manusia.

Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. 
Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Quran. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Quran hanyalah kerana engkau.' Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Quran supaya dikatakan (sebagai) seorang qari (pembaca al Quran yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' 
Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab : 'Aku tidak pernah meninggalkan sedekah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata kerana Engkau.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’” 

(Hadis Riwayat Muslim)
 
240. Soalan : Apakah amalan soleh yang boleh menjauhkan diri kita daripada api neraka?

Terdapat beberapa amala-amal soleh yang akan membantu kita daripada terjerumus ke dalam neraka dan dimasukkan ke dalam syurga.
1. Jangan marah kepada orang lain dan banyak memberi kemaafan.

2. Jauhilah makanan haram dan syubahat.


3. Tutuplah keburukan orang lain nescaya Allah akan menutup keaiban kita pada hari kiamat
 
4. Sentiasa mengalir air mata penyesalan kerana dosa-dosa yang dilakukan kepada Allah SWT.

5. Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala ) daripada Allah SWT.


6. Banyakkan ber
sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang dan silaturahim.

7. Bersabar di dunia dengan bala dan musibah dan reda dengan qada dan qadar Allah SWT.

8. Bersih hati daripada hasad dengki dan iri hati, jauhkan diri daripada memfitnah, mengumpat dan mengadu domba.

Saturday, May 11, 2013

Persahabatan Semata-mata Kerana Allah SWT.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Űłْمِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ْمنِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Bersahabat yang sebenar adalah persahabatan yang bukan setakat di dunia sahaja, tetapi persahabatan yang sebenar adalah persahabatan sehingga bertemu di syurga. Kita tidak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini seorang diri. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnah dengan hanya mengandaikan kemampuan sendiri. Kerana kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya.

Firman Allah SWT yang bermaksud : ”Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, kerana manusia diciptakan (bersifat) lemah”(Surah an-Nisa ayat 28 )

Kebersamaan dan persahabatan di jalan Allahlah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan persahabatan di jalan Allahlah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagian akhirat.

Dan hanya persahabatan atas dasar iman dan takwalah yang abadi. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Quran: “Teman-teman akrab pada hari itu(hari kiamat) sebahagiannya menjadi musuh bagi sebahagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Surah az-Zukhruf ayat 67)

Ibnu Katsir mengatakan, seluruh persahabatan yang tidak dilandaskan kerana Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. Begitu juga pesan Rasulullah SAW dalam hadisnya yang menyebutkan bahawa,”Kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai.”

Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menjalani hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah-langkah hidup kita? Orang solehkah dia? Mengajak ke arah kebaikan dan keredaan Allah kah dia? Dan alangkah indahnya seandainya ada pertemuan yang sangat mengharukan dan penuh kegembiraan. Mari mulai sekarang kita bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada reda Allah SWT.

Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi SAW. bersabda yang bermaksud: "Di dalam syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika di dunia dan cara beribadat, bagaimana keadaan antara si fakir dengan yang kaya dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai di syurga".

Sahabat-sahabat yang pernah bertemu di dunia ini kerana Allah SWT dan berbincang bersama-sama untuk menjalankan kerja-kerja dakwah, tarbiah, melaksanakan amar makruf nahi mungkar dan berusaha bersungguh-sungguh untuk mengajak manusia lain untuk kembali kepada ajaran Islam nanti akan bertemu disyurga. Mereka akan mencari sahabat-sahabat mereka yang lain kenapa ada diantara mereka tidak berada disyurga? Sekiranya ada dikalangan mereka yang telah memasuki neraka maka mereka akan cuba memohon kepada Allah SWT untuk memberi syafaat kepada sahabat-sahabat mereka yang diseksa dineraka.

Ulama' Salaf ada memberi pesanan :"Carilah banyak sahabat, kerana sesungguhnya tiap-tiap mukmin itu mempunyai syafaat.Maka semoga engkau dapat masuk ke dalam syafaat sahabatmu. Orang-orang beriman dan beramal soleh dapat memberi syafaat (pertolongan) kepada sahabat-sahabatnya dan membawa masuk kedalam syurga. Dikatakan juga , apabila Allah SWT. mengampunkan dosa seseorang, maka orang tersebut akan dapat memberi syafaat kepada sahabat-sahabatnya."

Bagaimana Allah SWT memberi kemuliaan kepada orang-orang yang bertakwa, ketika didunia mereka bersahabat dan bersaudara kerana Allah SWT, mereka bertemu disyurga duduk berhadap-hadapan. Firman-Nya yang bermaksud : " Dan Kami cabut akan apa yang ada di hati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara (dalam suasana kasih mesra) serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing." (Surah al-Hijr ayat 47)

Di dalam hadis Qudsi Allah SWT berfirman yang bermaksud: "Dimanakah orang-orang yang berkasih sayang kerana kemuliaanku pada hari ini, Aku perlindungi mereka dibawah naungan Ku pada hari yang tiada lagi naungan kecuali naungan-Ku"
(Hadis Riwayat Muslim)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muaz dari Rasulullah SAW baginda bersabda maksudnya: "Allah Azzawajalla berfirman: 'Orang-orang yang berkasih sayang kerana kemuliaanKu, mereka mempunyai beberapa-beberapa mimbar dari cahaya, sangat dicita-citakan tempat-tempat mereka itu oleh para Nabi, Shiddiqin dan Syuhada." (Hadis Riwayat At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim)

Dalam Hadis Qudsi yang lain diriwayatkan oleh Ubadah As-Sahamit, Allah SWT berfirman maksudnya : "Kasih sayangKu berhaklah diberikan kepada orang yang cinta mencintai keranaKu. Kasih-sayangKu berhaklah diberikan kepada orang yang sering memperhubungkan tali silaturahim keranaKu. Kasih sayangKu berhaklah diberikan kepada orang yang saling bernasihat keranaKu. Kasih sayangKu berhaklah diberikan kepada orang yang saling berziarah keranaKu. Kasih sayangKu berhaklah diberikan kepada orang yang saling bantu membantu keranaKu. Orang yang cinta mencintai keranaKu berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, sangat dicita-citakan tempat-tempat mereka itu oleh para Nabi, Siddiqin dan Syuhada."
(Hadis Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Qudha'i)

Alangkah tingginya kemuliaan mereka. Alangkah sempurnannya ganjaran yang akan mereka dapati kerana mereka berkasih sayang kerana Allah.

Persahabatan dalam Islam adalah persahabatan kerana Allah SWT. Bertemu dan berpisah semata-mata kerana Allah SWT untuk menjalankan kewajipan dakwah untuk amar makruf nahi mungkar. Doa di antara dua sahabat yang berkasih sayang dan menjalin ukhwah Islamiah adalah makbul disisi Allah SWT.

Dari Abu Hurairah r.a bahawasanya Nabi SAW. bersabda yang bermaksud :
"Doa seorang sahabat kepada sahabatnya yang lain kerana Allah dalam tempat yang berjauhan diterima oleh Allah SWT." (Hadis Riwayat Muslim)

Termasuk sahabat yang berjauhan adalah sahabat-sahabat di dalam alam maya (facebook) . Walaupun kita berjauhan dan perkenalan melalui alam maya tetapi jika persahabatan kita kerana Allah, saling nasihat menasihati, lengkap melengkapi dan berkongsi ilmu yang bermanfaat insya Allah kita semua akan termasuk di dalam hadis ini. Teruskanlah persahabatan ini dan jika kita ada permasaalahan berbincanglah bersama-sama dan carilah jawapannya mengikut ajaran Islam nescaya kita akan mendapat keredaan Allah SWT. di dunia dan akhirat. Doa-doa kalian kepada sahabat-sahabat kalian yang lain mustajab disisi Allah SWT.

Sahabat yang dikasihi,
Marilah kita perbetulkan niat kita dalam persahabatan ini. Janganlah ada diantara kita cuba merosakkan persahabatan kerana Allah SWT ini dengan menibulkan perselisihan, fitnah memfitnah dan mengaibkan sesama kita. Jika ada perkara yang diperselisihkan perlulah saling bermaaf-maafan dan selesaikanlah secara hikmah dan lemah lembut. Buangkan segala sifat sombong, ujub dan bangga diri dalam diri kita dan hiasilah akhlak kita dengan akhlak Islam dan binalah ikatan persahabatan dan persaudaraan di antara kita semata-mata kerana Allah SWT.

Friday, May 10, 2013

Soal Jawab Agama Siri 11 (Nikmat Syurga )


 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Űłْمِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ْمنِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Soal Jawab Agama Siri 11 adalah menjawab persoalan kenikmatan di dalam syurga dan siapakah yang layak memasukinya.

201. Soalan : Sila terangkan kenikmatan syurga yang dinyatakan dalam al-Quran.dan hadis?

Firman Allah SWT maksudnya : (Mereka duduk di dalam syurga itu) di atas takhta-takhta kebesaran yang bertatahkan permata; Sambil berbaring di atasnya dengan berhadap-hadapan. Mereka dilayani oleh anak-anak muda lelaki yang tetap kekal (dalam keadaan mudanya), yang sentiasa beredar di sekitar mereka, – Dengan membawa piala-piala minuman dan tekoh-tekoh serta piala atau gelas yang berisi arak (yang diambil) dari sungainya yang mengalir. Mereka tidak merasa pening kepala dan tidak pula mabuk dengan sebab menikmatinya. Dan juga (dibawakan kepada mereka) buah-buahan dari jenis-jenis yang mereka pilih, Serta daging burung dari jenis-jenis yang mereka ingini. Dan (mereka dilayani) bidadari-bidadari yang cantik parasnya, Seperti mutiara yang tersimpan dengan sebaik-baiknya. (Semuanya itu) sebagai balasan bagi (amal-amal baik) yang mereka telah kerjakan. Mereka tidak akan mendengar dalam syurga itu perkataan yang sia-sia dan tiada pula sesuatu yang menyebabkan dosa; – Mereka hanya mendengar ucapan: ” Selamat! Selamat! ” (dari satu kepada yang lain). (Surah Al-Waaqi’ah (56) ayat  15-26)”


Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW telah bersabda ; “Kelompok pertama yang akan masuk ke syurga akan bercahaya seperti bulan purnama. Di syurga, mereka tidak akan meludah, membuang hingus atau membuang air besar. Bejana mereka dibuat daripada emas. Sikat dari emas dan perak, alat pemanggang (dupa) dari kayu cendana, harum peluh mereka bagaikan wangi kasturi. Setiap penghuninya memiliki dua isteri, kulitnya sangat licin dan wajahnya teramat cantik. Mereka tidak akan berselisih faham, hati mereka bersatu dan mereka mengagungkan Allah setiap pagi dan petang.” (Hadis riwayat Bukhari.)

Satu hadis riwayat Bukhari dan Muslim, daripada Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : Allah SWT berfirman: “Aku sudah menyediakan buat hamba-Ku yang soleh sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga serta belum pernah terlintas oleh hati seseorang."
 
202. Soalan : Apakah nama-nama syurga dan syurga terdapat berapa tingkat dan apakah nama syurga yang paling tinggi sekali?

Nama-nama syurga adalah :1. Syurga Firdaus 2. Syurga 'Adn 3. Syurga Na'iim 4. Syurga Na'wa 5. Syurga Darussalaam 6. Syurga Daarul Muaqaamah 7. Syurga Al-Muqqamul Amin dan 8. Syurga Khuldi  

Syurga mempunyai 100 tingkat dan syurga tertinggi sekali adalah Syurga Firdaus. 
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa syurga itu ada 100 tingkat, yang pertama dari perak, ke-2 dari emas, ke-3  dari mutiara, selebihnya 97 tingkat adalah penuh dengan kelezatan dan kenikmatan yang  tidak boleh dibayangkan oleh akal manusia. 

Setiap tingkat berbeza-beza pula. Jarak antara satu tingkat dengan tingkat yang lain ialah seperti jarak antara bumi dan langit. Adapun tingkatan syurga yang paling tinggi darjatnya dinamakan “Al-Firdaus”. 


 Nabi SAW. memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepada-Nya Firdaus, kerana sesungguhnya Firdaus adalah syurga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari syurga, diatasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai syurga”.

Dalam kitab Sunan Tirmizi dan Ibnu Majah, serta Sahih Ibnu Hibban, disebutkan hadis dari Abu Said, Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya ahli syurga yang berada pada tingkat tertinggi dapat melihat orang yang berada pada tingkat di bawahnya, seperti mana melihatnya bintang yang tertinggi di langit. Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk golongan yang menikmatinya". (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

203. Soalan : Apakah ciri-ciri yang melayakkan seseorang untuk memasuki Syurga Firdaus?

Syurga teratas dan paling istimewa akan didiami oleh para nabi dan Rasul Allah serta orang-orang mukmin yang soleh yang memiliki amalan terbaik ketika di dunia. Rasulullah S.A.W. mengajarkan kepada kita agar ketika memohon syurga kepada Allah Ta’ala, maka mintalah Syurga Firdaus.  

Mereka yang paling layak untuk memasuki Syurga Firdaus adalah mereka yang memiliki 7 ciri-ciri amal soleh :

1. Sentiasa  khusyuk dalam solat
2. Mengelak dari perkara yang tidak memberi faedah (sentiasa mengerjakan amal soleh)
3. Membayar zakat
4. Menjaga kehormatan dirinya (tidak berzina)
5. Menjaga Amanah
6.Menunaikan janji
7. Menjaga solat


Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Sesungguhnya beruntung orang-orang yang beriman, (iaitu) orang yang khusyuk dalam solatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba  sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi sesiapa yang cari dibalik itu (zina dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampau batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara solatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi (yakni) yang akan mewarisi (syurga) Firdaus. Mereka kekal didalamnya." (Surah al-Mukminun ayat 1-11)


204. Soalan : Siapakah yang layak untuk mendapat nikmat syurga?



Syurga adalah tempat istirehat yang sebenarnya. Satu tempat istimewa yang disediakan oleh Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan telah mengabdikan diri mereka sepenuhnya ketika didunia. Banyak terhadap ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Nabi SAW. yang menceritakan tentang nikmat dan keseronokan tempat tinggal di syurga Allah SWT.

Firman Allah SWT maksudnya : "(Untuk mereka) Syurga-syurga "Adn", yang mereka akan memasukinya, yang mengalir padanya beberapa sungai; mereka beroleh di dalam syurga itu apa yang mereka kehendaki; demikianlah Allah membalas orang-orang yang bertakwa"
(Surah an-Nahl ayat 31)  

Dari Iyadh bin Himar r.a, bahawa sesungguhnya didalam khutbahnya Rasulullah SAW. bersabda, “Ahli syurga ada 3 golongan, iaitu para penguasa yang menggunakan kekuasaannya untuk keadilan dan kebenaran, seseorang yang penyayang dan lembut hatinya kepada siapa saja dan orang muslim yang menjaga diri dari kemaksiatan. Sedangkan ahli neraka ada lima golongan iaitu: orang lemah yang tidak peduli sesamanya, para pengkhianat, penipu yang memperdaya keluarga dan harta orang lain, kikir dan pendusta, serta orang yang berakhlak tercela” (Hadis Riwayat Muslim)

205. Soalan :Apakah makanan yang menjadi hidangan pertama kali untuk penghuni syurga?


Makanan yang menjadi hidangan pertama kali penghuni syurga adalah hati ikan.

Diriwayatkan dari Rasulullah SAW. bahawa baginda ditanya,"Makanan apakah yang menjadi hidangan pertama kali penghuni syurga?" Baginda menjawab, "Hati ikan." 

Ditanya kembali. "Kemudian apa lagi setelah itu?" Baginda menjawab,"Bagi mereka disembelihkan sapi syurga yang biasa makan di tepian syurga." Kemudian baginda ditanya lagi, "Apakah minuman mereka?" Maka, baginda menjawab, "Dari mata air syurga yang bernama Salsabila." (Hadis Riwayat Muslim).

206. Soalan : Bagaimana keadaan manusia ketika bertemu Allah SWT. di hari akhirat ?

Semua manusia akan dihidupkan oleh Allah SWT. Kesemua amalan-amalan manusia daripada  sekecil-kecilnya  hingga sebesar-besar amalan, samaada yang baik atau yang buruk , yang nyata atau pun yang tersembunyi akan di dedahkan di hadapan Allah SWT . Bagi seorang muslim mukanya akan berseri-seri kerana gembira sebaliknya pula seorang kafir akan dihancur-leburkan hingga berwarna hitam pekat.

Diriwayatkan dari Rasulullah SAW. bahawa baginda ditanya, "Apakah yang diperbuat oleh Tuhan kita ketika kita menemui-Nya? Baginda menjawab," Kalian dihidupkan di sisi-Nya, lembaran-lembaran jalan hidup kalian ditampakkan dihadapan-Nya, tidak ada hal sekecil apa pun yang tersembunyi di balik hati kalian. Demi Allah, Tuhan kalian tidak pernah salah sedikitpun dalam menghisab amal kalian. Seorang muslim mukanya berseri-seri laksana kain yang putih bersih, adapun seorang kafir dihancur-leburkan seperti arang yang berwarna hitam pekat."(Hadis Riwayat Ahmad). 


207. Soalan : Apakah jenis-jenis mata air yang mengalir di syurga ?
Terdapat beberapa jenis mata-air di syurga iaitu sungai dari madu yang murni, sungai dari arak yang tidak memabukkan, sungai dari susu yang tidak berubah rasa dan air jernih yang belum berubah rasanya.

Rasulullah SAW. ditanya, seperti apakah mata air yang mengalir di syurga? Maka, baginda menjawab," Mata air dari madu yang murni, sungai-sungai dari khamar (arak) yang tidak menyebabkan mabuk dan penyesalan, sungai-sunagai dari susu yang tidak berubah rasanya, air jernih yang belum berubah dan buah-buahan. Demi Allah, kalian tidak pernah melihat kenikmatan ini di dunia dan tidak ada sedikitpun yang serupa dengannya."
(Hadis Riwayat Ahmad).

208. Soalan : Apabila seseorang memasuki syurga adakah dia akan bertemu dan dinikahkan semula dengan isterinya semasa di dunia?
Benar, apabila seseorang di izinkan oleh Allah SWT untuk memasuki syurga maka dia akan dinikahkan semula dengan isterinya ketika di dunia jika isterinya juga ahli syurga. Jika isterinya bukan ahli syurga maka dia akan dinikahkan dengan wanita solehah ahli syurga yang lain. Wanita dunia (yang menjadi isteri ahli syurga) ini akan menjadi ketua bidadari bermata jeli. Wajahnya lebih cantik daripada bidadari bermata jeli. Perhubungan intim di syurga tidak mengeluarkan air mani dan tidak menyebabkan kehamilan.

Nabi SAW bersabda maksudnya : "Adakah kita akan mempunyai isteri di syurga?" Maka, baginda menjawab, " Orang-orang yang soleh akan dinikahkan dengan wanita-wanita yang solehah. Kalian akan merasakan kenikmatan sebagaimana isteri-isteri kalian juga akan merasakan kenikmatan waktu di dunia. Perbedzaannya, hubungan intim di syurga tidak menyebabkan kehamilan." (Hadis Riwayat Ahmad)

209. Soalan : Bagaimana keadaan seorang ahli syurga ketika dia bersama-sama dengan isteri-isterinya di syurga ?

Sahabat bertanya kepada Nabi SAW, "Apakah kita berhubungan badan dengan isteri-isteri kita di syurga? Maka, baginda menjawab, "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seorang lelaki mampu berhubungan badan dengan seratus bidadari pada satu pagi." (Imam Hafidz Abu Abdullah al-Maqdisi mengatakan bahawa perawi hadis ini adalah sahih).


"Apakah penghuni syurga saling menikah?" Maka, baginda menjawab, "Nafsu syahwat mereka tidak pernah putus dan kemaluan mereka tidak pernah lemas serta dorongan seksual mereka sangat kuat sekali."

"Apakah ada hubungan badan di syurga?" Maka, baginda menjawab, "Ya, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya. Apabila ia telah berdiri dari isteri-isteri-Nya (telah selesai dari hubungan badan), mereka kembali perawan seperti semula." (Perawi hadis ini adalah sahih dengan syarat Ibnu Hibban)
 

210. Soalan : Apakah dia  "Al-Kautsar." ?

Al-Kautsar adalah telaga indah dikelilingi kubah-kubah mutiara yang berlorong-lorong dianugerahkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW di syurga. Airnya ini lebih putih dari susu, lebih manis dari madu.


قَŰ§Ù„َ ۱َŰłُوْلُ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčَلَيْهِ وَŰłَلَّمَ: Űšَيْنَمَۧ ŰŁَنَۧ ŰŁَŰłِÙŠŰ±ُ فِي Ű§Ù„ْŰŹَنَّŰ©ِ، Ű„ِ۰َۧ ŰŁَنَۧ Űšِنَهَ۱،ٍ Ű­َŰ§ÙَŰȘَŰ§Ù‡ُ، قِŰšَُۧۚ Ű§Ù„ŰŻُّ۱ِّ Ű§Ù„ْمُŰŹَوَّفِ، قُلْŰȘُ: مَۧ هَ۰َۧ يَۧ ŰŹِŰšْ۱ِيلُ...؟، قَŰ§Ù„َ: هَ۰َۧ Ű§Ù„ْكَوْŰ«َ۱ُ، Ű§Ù„َّ۰ِي ŰŁَŰčْŰ·َŰ§Ùƒَ ۱َŰšُّكَ، فَŰ„ِ۰َۧ Ű·ِينُهُ مِŰłْكٌ ŰŁَ۰ْفَ۱ُ،
(Ű”Ű­ÙŠŰ­ Ű§Ù„ŰšŰźŰ§Ű±ÙŠ)

Sabda Rasulullah SAW : “Ketika aku berjalan di syurga, maka kulihat telaga indah, dikelilingi kubah-kubah mutiara yang berlorong-lorong, kukatakan : “Apa ini wahai Jibril..?”, ia menjawab :”Ini telaga Al-Kautsar, yang diberikan untukmu dari Tuhanmu wahai Muhammad (SAW). Maka kulihat pasirnya dari misik yang harum dan wangi” 
(Hadis Riwayat Bukhari)

Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang telaga Kautsar : “ Aku melihat cawan-cawan yang mengelilingi telaga Al Kautsar yang jumlahnya lebih banyak dari bintang di langit”.


Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahawa jika satu cawan pecah, dan pecahan cawan itu jatuh ke bumi maka pecahan itu jauh lebih indah dan lebih berharga dari segala perhiasan yang ada di bumi. 

211. Soalan : Jika seorang wanita yang pernah berkahwin lebih dari satu suami di dunia dengan siapakah dia akan bersama di syurga?

Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahawa baginda ditanya , "Seorang wanita yang telah menikah dengan lebih dari dua atau tiga laki-laki, bersama siapakah ia tinggal di antara mereka di syurga?" Maka, baginda menjawab, "Ia akan memilih yang paling mulia akhlaknya."


Apabila seorang wanita ketika di dunia memiliki dua atau lebih suami, maka kelak di syurga dia dipersilakan untuk memilih siapa di antara suami-suaminya yang dia inginkan untuk menjadi pendampingnya di syurga, asalkan suaminya itu tergolong dari ahli syurga. Satu lagi pendapat mengatakan bahawa dia akan bersama suaminya yang terakhir. Ini disebut oleh hadis Rasulullah SAW maksudnya : “Wanita adalah kepunyaan suaminya yang terakhir” (Hadis Riwayat Al-Albani)


 212. Soalan : Adakah penghuni syurga tidak tidur?

  
Dari Jabir bin Abdillah dan Abdullah bin Abi Aufa r.a Rasulullah SAW bersabda :" Tidur adalah saudaranya kematian, dan ahli syurga tidak tidur" (Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no. 1087)

Firman Allah SWT maksudnya : “Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.  (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Surah Yasin ayat 55 – 58)
 

213. Soalan. Adakah di syurga ada kenderaan?

Di syurga ada kuda dari permata yang akan menjadi kenderaan penghuni syurga.

"Apakah di syurga ada kuda?" Maka, baginda menjawab, "Apabila masuk syurga, kalian disiapkan seekor kuda tunggangan dari permata, yang mempunyai dua sayap, membawa terbang kemanapun kalian kehendaki di syurga."  


214. Adakah wanita dunia lebih mulia dari bidadari dan bagaimana pula kehebatan bidadari bermata jeli?

Dari Ummu Salamah r.a, ia berkata: Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Baginda SAW menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Kerana apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Baginda SAW menjawab, “Kerana solat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah-lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami reda dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.” (Hadis Riwayat. Ath-Thabrani)


Rasulullah SAW bersabda: “Sekiranya salah seorang bidadari syurga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh penutup kepala salah seorang wanita syurga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Firman Allah S.W.T. maksudnya : “Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah tersentuh oleh manusia dan jin sebelumnya” (Surah ar-Rahman ayat 56)

215. Soalan :  Apakah amalan yang menyebabkan seseorang layak masuk syurga dan apakah amalan seorang wanita memudahkannya untuk memasuki syurga?

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW pernah ditanya mengenai hal apa yang paling banyak memasukkan manusi ke dalam syurga, baginda menjawab : ‘’Takwa kepada Allah dan berakhlak baik.'’(Hadis Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam shahihnya.)

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud : "Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, menjaga maruahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia dijemput di akhirat supaya masuk syurga mengikut pintunya mana yang ia suka (mengikut pilihannya)."(Hadis Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)


216. Soalan : Adakah seorang yang tua ketika di dunia apabila memasuki syurga umurnya menjadi muda?

Nabi SAW bersabda maksudnya : "Setiap lelaki yang masuk syurga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk syurga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di syurga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki." (Hadis Riwayat Tirmizi)


217. Soalan : Apakah nikmat yang paling besar di miliki oleh ahli syurga?

Terdapat satu hadis qudsi : Shuhaib meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW. bersabda :  “Jika calon ahli syurga telah masuk kedalam syurga, Allah SWT berfirman, ‘ Hai ahli syurga! Apakah kalian ingin sesuatu yang lebih dari nikmat ini?’
Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah mencermelangkan muka kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Maka, disingkaplah hijab. Maka, tidak ada kenikmatan yang lebih mereka senangi dari pada memandang Tuhan mereka.” 
(Hadis ini sahih. Ia dikeluarkan oleh Muslim (181), Ahmad (4/333), At-Tirmidzi (2552), dan Ibnu    Majah (187).)

Jika ahli syurga telah masuk ke dalam syurga, Allah memberi mereka kemampuan dan kekuatan untuk melihat Zat-Nya. Dapat melihat Zat Allah ini adalah nikmat ahli syurga yang paling besar. Dalil yang membenarkan bahawa ahli syurga akan dapat melihat Zat Allah adalah firman-Nya dalam Al-Quran, maksudnya : "Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat,” (Surah Al-Qiyamah ayat 22-23).


218. Soalan : Adakah di syurga ada tempat untuk penghuni syurga berjumpa dan berbincang?

Imam at-Tirmizi meriwayatkan daripada Said bin Musayyab yang bermaksud: Bahawa sesungguhnya ia (Ibnu Musayyab) bertemu dengan Abu Hurairah pada suatu hari.
Maka Abu Hurairah berkata kepadanya: "Aku mohon kepada Allah untuk dikumpulkan-Nya antara aku dan engkau di pasar syurga". Maka berkatalah Said: "Apakah di syurga ada pasar?" Jawabnya: "Ya, ada." 


Dalam riwayat yang lain pula menyebut (yang bermaksud): Sesungguhnya dalam syurga itu ada pasar yang tidak ada padanya jual beli. Akan tetapi apabila sampai ahli syurga di dalamnya, duduklah mereka bersandar di atas mutiara lembut dan tanah dari kasturi. Ketika itu mereka saling berkenalan dalam syurga seperti mereka di dunia. Mereka saling menyebut mengenai ibadat mereka terhadap Tuhan dan bagaimana keadaan mereka menghidupkan malam dengan sembahyang dan berpuasa pada siang hari. Bagaimana kefakiran di dunia serta kekayaannya dan bagaimana keadaannya mati.
Begitulah keadaan pasar di syurga berbeza dengan pasar di dunia. Ahli syurga bertemu di pasar itu pada Jumaat dan keadaan penghuni syurga semakin hari semakin cantik.


Hadis riwayat Muslim daripada Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya di syurga ada pasar yang dikunjungi penghuninya setiap Jumaat, lalu bertiuplah angin dari arah utara yang menerpa wajah dan pakaian mereka, sehingga mereka semakin tampan (cantik) itu, lalu keluarga mereka berkata: Demi Allah kamu semakin cantik. Mereka menjawab: Demi Allah kamu juga semakin bertambah cantik setelah kami tinggal pergi."

 
 219. Soalan : Adakah di syurga Allah SWT akan bertemukan kita dengan anak cucu,  ibu bapa, ahli keluarga  dan zuriat keturunan kita?

 Firman Allah SWT:

ŰšِŰłْــــمِ ï·ČِŰ§Ù„Ű±َّŰ­ْمَنِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ِيم
وَٱلَّ۰ِينَ ŰĄَŰ§Ù…َنُÙˆŰ§۟ وَÙ±ŰȘَّŰšَŰčَŰȘْهُمْ ۰ُ۱ِّيَّŰȘُهُم ŰšِŰ„ِيمَنٍ ŰŁَلْŰ­َقْنَۧ Űšِهِمْ ۰ُ۱ِّيَّŰȘَهُمْ وَمَۧٓ ŰŁَلَŰȘْنَهُم مِّنْ Űčَمَلِهِم مِّن ŰŽَىْŰĄٍۢ ۚ كُلُّ ٱمْ۱ِŰŠٍۭ Űšِمَۧ كَŰłَŰšَ ۱َهِينٌۭ
Maksudnya : 


"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.(Surah Ath-Thuur ayat 21)

Dari surah tersebut dengan jelas kita memahami bahawa keluarga daripada anak cucu orang yang beriman akan dapat bersama-sama berkumpul pada suatu tempat di syurga, asalkan mereka mengikuti orang tua mereka di dalam hal keimanan yakni beramal soleh dan ketakwaannya.

220. Soalan : Adakah kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cinta di akhirat nanti?

Benar, kita akan dikumpulkan bersama-sama orang yang kita cintai di dunia. Jika kita mencintai artis, penyanyi, pemain muzik, pelakun, pelawak , ahli sukan,atau pemimpin yang rasuah dan zalim maka kita akan dikumpulkan bersama-sama mereka. Sebaliknya pula jika kita mencintai Rasulullah SAW, para sahabat, alim ulama dan orang soleh maka kita juga akan dikumpulkan bersama-sama mereka.

Dalam satu hadis riwayat Anas bin Malik r.a. : Ada seorang Arab Badwi bertanya kepada Rasulullah SAW : “Bilakah kiamat itu tiba?”
Rasulullah bersabda : “Apa yang telah kamu persiapkan untuk itu?”

Lelaki itu menjawab : “Cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Rasulullah menjawab : “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.”

(Hadis Riwayat Muslim, No. 4775)


Berdasarkan hadis di atas jelaslah kepada kita bahawa setiap mukmin yang beriman dan bertakwa akan bertemu di syurga orang yang dicintai ketika di dunia dahulu.

Apabila ditanya oleh Nabi SAW kepada Arab Badwi apakah persiapan beliau untuk menghadapi kiamat, beliau menjawab dia mencintai Allah  dan Rasul-Nya. Jika benar apa yang beliau ucapkan maka di hari akhirat nanti beliau akan bertemu Allah SWT dalam keadaan Allah SWT mencintai dan meredainya. 


Begitu juga jika beliau mencintai Rasul-Nya maka beliau akan bertemu dan berkumpul bersama-sama baginda di syurga.

Jika di dunia kita mencintai Rasulullah SAW, para sahabat baginda, alim ulama, orang-orang soleh, para mujahid Islam, orang-orang mukmin, ibu bapa, isteri, anak-anak, ahli keluarga dan sahabat-sahabat seperjuangan insyaa Allah kita akan bertemu dengan mereka di dalam syurga , salah satu tempatnya adalah di Pasar Syurga setiap hari Jumaat.

Tanda kita mencintai Rasulullah SAW adalah dengan mengikut sunah dan ajaran Rasulullah SAW dan banyak berselawat ke atas baginda maka kita akan bertemu dan dikumpulkan bersama baginda.


Nabi SAW menyuruh umatnya apabila ingin mencari sahabat maka carilah sahabat yang soleh kerana sahabat yang soleh bukan sahaja akan membantu menyelamatkan kita ketika di dunia tetapi dia juga akan memberi syafaat ketika di hari akhirat nanti.


Nabi SAW mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.


مَŰ«َلُ Ű§Ù„ْŰŹَلِÙŠŰłِ Ű§Ù„Ű”َّŰ§Ù„ِŰ­ِ وَŰ§Ù„ْŰŹَلِÙŠŰłِ Ű§Ù„ŰłَّوْŰĄِ كَمَŰ«َلِ Ű”َِۭۧŰšِ Ű§Ù„ْمِŰłْكِ ، وَكِÙŠŰ±ِ Ű§Ù„ْŰ­َŰŻَّۧۯِ ، Ù„Ű§َ يَŰčْŰŻَمُكَ مِنْ Ű”َِۭۧŰšِ Ű§Ù„ْمِŰłْكِ Ű„ِمَّۧ ŰȘَŰŽْŰȘَ۱ِيهِ ، ŰŁَوْ ŰȘَŰŹِŰŻُ ۱ِÙŠŰ­َهُ ، وَكِÙŠŰ±ُ Ű§Ù„ْŰ­َŰŻَّۧۯِ يُŰ­ْ۱ِقُ ŰšَŰŻَنَكَ ŰŁَوْ Ű«َوْŰšَكَ ŰŁَوْ ŰȘَŰŹِŰŻُ مِنْهُ ۱ِÙŠŰ­ًۧ ŰźَŰšِÙŠŰ«َŰ©ً

 

Maksudnya : “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang soleh dan orang yang jahat adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan tukang besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak wangi olehnya, engkau boleh membeli darinya atau sekurang-kurangnya dapat baunya. Adapun berteman dengan tukang besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, paling kurang engkau dapat baunya yang tidak elok.” (Hadis Riwayat Imam al- Bukhari dari Abu Musa.)

Thursday, May 9, 2013

Soal Jawab Agama Siri 10 (Hukum Memberi Ucapan Perayaan Agama Lain, Mengandung Anak Luar Nikah, Menjawab Salam, Solat Ketika Sakit dan Lain-lain)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Űłْمِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ْمنِ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Soal Jawab Agama Siri 10 adalah menjelaskan persoalan mengenai hukum memberi ucapan perayaan agama lain, mengandung anak luar nikah, menjawab salam, solat ketika sakit, solat berjemaah, waktu memberi nama pada anak, bersin dan menguap, mandi sunat, menutup aurat, mogok lapar, talak, bertaubat dan menghina orang cacat penglihatan.

181. Soalan: Apakah hukumnya memberi ucapan di atas hari kebesaran agama lain seperti krismas atau deepavali kerana ada beberapa pendapat tentang perkara ini. Ada yang membolehkan dan ada juga yang melarangnya?
 

Untuk menjawab persoalan ini terdapat dua pendapat iaitu pendapat pertama yang mengharamkan dan pendapat kedua yang mengharuskan.

Pendapat Pertama Yang Mengharamkan :

Umat Islam dilarang menyambut atau mengucapkan tahniah atau greeting kepada perayaan agama lain termasuk agama kristian atau deepavali.  Mengucapkan merry christmas (selamat hari natal) atau selamat deepavali atau perayaan keagamaan orang-orang kafir adalah haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama (ijma).

Islam mengharamkan seseorang muslim membuat apa-apa perbuatan atau ucapan yang mengiktiraf kekufuran atau kesesatan. Termasuk dalam hal ini membesarkan agama lain dengan mengucapkan ucapan yang mengagungkan atau mengiktiraf kekufuran, atau melakukan amalan ibadah yang mempunyai makna menyembah atau menyeru tuhan selain Allah. Maka, apa sahaja tindakan yang membawa kepada maksud yang disebutkan tadi adalah haram jika dilakukan dengan perbuatan atau ucapan. Jika disertai iktikad bahawa apa yang dilakukan itu benar atau betul, maka dia menjadi kafir.

Firman Allah SWT maksudnya : “Sesiapa yang kufur kepada Allah sesudah beriman (maka baginya kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa (melakukan kufur) sedang jantung hatinya tenang tenteram dengan iman; akan tetapi sesiapa yang terbuka dadanya menerima kufur maka atas mereka ditimpa kemurkaan dari Allah, dan mereka pula beroleh azab yang besar. (Surah al-Nahl, ayat 106).

Hal ini sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya : "Ahkam Ahl adz-Dzimmah", beliau berkata, "Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap hari-hari besar mereka dan puasa mereka, walau sekadar mengucapkan contoh, "Semoga hari raya anda di beri kesejahteraan dan kegembiraan" atau kata-kata yang semisal dengannya.

Perbuatan ini, kalaupun orang yang mengucapkannya dapat lari dari kekufuran, maka dia tidak akan lari dari melakukan hal-hal yang diharamkan. Ucapan semacam ini setara dengan ucapannya terhadap perbuatan sujud terhadap Salib bahkan lebih besar dari itu dosanya di sisi Allah. Dan amat dimurka lagi bila memberikan selamat atas minum-minum khamar, melakukan perzinaan dan sebagainya. Banyak sekali orang yang tidak sedikitpun tersisa kadar keimanannya, yang terjatuh ke dalam hal itu sementara dia tidak sedar betapa buruk perbuatannya tersebut. Jadi, barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba kerana melakukan suatu maksiat, bidaah atau kekufuran, maka bererti dia telah menghadapi kemurkaan Allah SWT dan kemarahan-Nya.

Mengenai kenapa Ibn al-Qayyim sampai menyatakan bahawa mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka haram dan posisinya demikian, kerana hal itu mengandungi persetujuan terhadap syiar-syiar kekufuran yang mereka lakukan dan meredai hal itu dilakukan mereka sekalipun dirinya sendiri tidak rela terhadap kekufuran itu, akan tetapi adalah haram bagi seorang muslim meredai syiar-syiar kekufuran atau mengucapkan selamat kepada orang lain berkenaan dengannya kerana Allah SWT  tidak meredai hal itu, sebagaimana dalam firman-Nya. yang bermaksud : "Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meredai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, nescaya Dia meredai bagimu kesyukuranmu itu." (Surah Az-Zumar ayat 7)

Jadi, mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengan hal itu adalah haram, baik mereka itu rakan-rakan sepejabat dengan kita  ataupun tidak. Ulama ada berkata, "Reda kepada kufur boleh jatuh kufur."

Pendapat Kedua Yang Mengharuskan :

Majlis Fatwa Eropah (The European Council For Fatwa and Research) yang dianggotai oleh ramai sarjana muslim membolehkan muslim memberikan ucapan tahniah atau selamat sempena perayaan mereka (Congratulating Non-Muslims on Their Festive Occasions). Ini lebih dituntut apabila mereka terlebih dahulu mengucapkannya semasa perayaan Islam. Ini berteras ayat dalam Surah al-Nisa, ayat 86 .

Firman Allah SWT maksudnya:“Dan apabila kamu diberikan penghormatan dengan sesuatu ucapan hormat, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dia (dengan cara yang sama). Sesungguhnya Allah sentiasa menghitung tiap-tiap sesuatu”. (Surah al-Nisa, 86).

Pun begitu, mereka tetap mengharamkan muslim menyertai perayaan agama lain. Hanya sekadar ucapan sempena perayaan.

Fatwa yang sama yang mengharuskan ucapan sempena perayaan agama lain dikeluarkan oleh beberapa ulama lain seperti Dr Yusuf al-Qaradawi dan al-Mustafa al-Zarqa. Antara hujah yang digunakan oleh al-Syeikh Mustafa al-Zarqa adalah hadis Nabi SAW maksudnya :“Sesungguhnya telah lalu di hadapan Nabi SAW satu jenazah, lalu baginda bangun (untuk menghormati). Lalu diberitahu kepada baginda: “Itu jenazah seorang yahudi”. Baginda bersabda: “Tidakkah ia juga jiwa (insan)?” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Kata al-Zarqa: “Bangun tersebut sebagai menggambarkan penghormatan dan kemuliaan, tiada kaitan dengan akidah jenazah tersebut” (Fatawa Mustafa al-Zarqa, m.s 356. Damsyik: Dar al-Qalam).

Ertinya, beliau membandingkan mengucapkan selamat sempena hariraya agama lain kepada penganutnya, bukan bererti mengiktiraf akidah mereka.

Islam menyuruh kita mengucapkan ucapan yang baik kepada orang yang mengucapkan ucapan yang baik kepada kita.

Firman Allah SWT maksudnya: “Dan apabila kamu diberikan penghormatan dengan sesuatu ucapan hormat, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dia (dengan cara yang sama). Sesungguhnya Allah sentiasa menghitung tiap-tiap sesuatu”. (Surah al-Nisa ayat 86).

Sementara bagi mereka yang melihat ia bukan berunsur mengiktiraf kekufuran agama lain, sebaliknya sekadar melakukan barr ataupun kebaikan kepada penganut agama lain yang tidak memusuhi Islam, maka para ulama yang berpendapat sebegini mengharuskan ucapan tersebut dengan syarat-syarat tertentu.

Ulama menjelaskan juga bahawa sekiranya kita terdiri daripada pemimpin masyarakat yang berbilang kaum (seperti Perdana Menteri, Menteri Kabinet, ahli Parlimen, ahli Dewan Undangan Negeri dan lain-lain) tidak dapat di elakkan untuk memberi ucapan maka pendapat kedua lebih bersesuaian itu pun sekadar ucapan bukan meraikan perayaan agama mereka. Untuk umat Islam yang lain perlu mengelakkan diri daripada memberi ucapan selamat kepada penganut agama lain semata-mata untuk menjaga akidah kita. Wallahualam.

182.Soalan: Tempoh hari saya dan kawan saya ada membaca mesej kawan saya seorang lagi kerana risau akan keadaan dan tingkah laku dia yang pelik dan kami terkejut membaca mesej tersebut yang menyatakan dia mengandung.Dia mahu gugurkan. Bagaimana kami mahu menolongnya sedangkan kawan saya itu tidak tahu yang kami sudah mengetahui hal tersebut?

Kes mengandung ini adalah akibat daripada pergaulan bebas dan mudah diperdayakan oleh syaitan dan hawa nafsu. Pesan pada kawan yang mengandung (anak luar nikah) jangan buat dosa dua kali, pertama dia sudah terlanjur berzina dan jangan jadi pembunuh pula kerana besar dosanya di sisi Allah SWT. Nasihatkan kepadanya selamatkan kandungannya berilah peluang bayi tersebut untuk hidup, jika tidak mahu membela sendiri tolong berikan pada orang lain yang sanggup membelanya.

Syaitan sangat gembira apabila dapat menjadikan seorang lelaki dan wanita  melakukan zina kemudian hasil daripada zina tersebut menyebabkan wanita tersebut mengandungkan anak luar nikah lalu kerana perasaan malu  dia sanggup pula melakukan pengguguran (pembunuhan) bayi dalam kandungan. Dengan jenayah bunuh seseorang anak Adam itu akan mendapat laknat Allah dan akan bersama-sama dengan syaitan di neraka.

Allah SWT melarang hamba-Nya untuk menghampiri zina sebagaimana firman-Nya yang bermaksud : "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, suatu jalan yang buruk." (Surah Al-Israk ayat 32)

Allah SWT melarang hamba-Nya membunuh kerana takut miskin (termasuk juga membunuh kerana takut mendapat malu). Sesungguhnya perbuatan membunuh adalah suatu dosa yang besar.

Firman-Nya yang bermaksud : "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar." (Surah Al-Israk ayat 31)

Dalam satu riwayat menyatakan : “Orang yang mati terbunuh , akan datang di hari kiamat dengan mengantungkan kepalanya di salah satu tangannya , sambil memegang pembunuhnya dengan tangan yang lain , sedang darah terus mengalir. Apabila mereka berdua sudah ada di hadapan Allah, maka orang yang terbunuh itu berkata : 'Ya Allah, inilah orang yang telah membunuh aku'. Maka Allah berkata kepada si pembunuh : 'Celakalah engkau', lalu di bawalah orang itu ke neraka.”

183.Soalan: Jika orang bukan Islam memberi salam kepada kita yang beragama Islam, apa yang perlu kita jawab?
 

Terdapat hadis-hadis yang menunjukkan larangan memberi dan menjawab salam kepada orang bukan Islam seperti berikut: -

Pertama: Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya; “Janganlah memulakan ucapan salam kepada Yahudi dan Nasrani dan jika kamu bertemu dengan mereka di perjalanan, tolaklah mereka ke arah sudut yang sempit.” (Hadis Riwayat Muslim)

Kedua: Dari Qatadah, dari Anas bin Malik r.a. bahawa sahabat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bertanya kepada baginda: “Bahawa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) memberi salam kepada kami, maka bagaimana kami membalasnya? Baginda menjawab: Jawablah dengan ucapan wa’alaikum.” (Hadis Riwayat Muslim, Abu Daud, an-Nasai dan Ibn Majah)

Hadis di atas jelas menyatakan bahawa orang Islam tidak boleh memulakan salam kepada Yahudi, Kristian dan orang-orang musyrikin, memadailah dengan ucapan "wa'alaiku" apabila mereka mengucapkan salam kepada kita terlebih dahulu. Ucapan salam menumbuhkan perasaan kasih sayang, tetapi berkasih sayang di antara orang kafir adalah dilarang sama sekali.

Al-Quran menyebutkan bahawa firman Allah SWT yang bermaksud : “Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya...” (Surah al-Mujaadalah, ayat 22).

Sebagai gantinya, ucapan yang menjadi kebiasaan boleh digunakan.Para ulama bersetuju bahawa cara yang dibolehkan menjawab salam orang bukan Islam hanyalah sekadar menyebut ucapan “wa’alika” atau “wa’alaikum” dan ia hendaklah dikhususkan kepada kafir zimmi sahaja (kafir yang tidak bermusuhan dengan orang Islam). (Tafsir al-Mazhari, 2/175)

184.Soalan: Saya mempunyai masalah kesihatan dan jika saya bersolat sendirian saya mampu berdiri tetapi jika berjemaah saya tidak mampu berdiri dan berasa kaki bergetar dan mahu pitam. Apakah yang perlu saya lakukan?
 

Jika ada masaalah untuk berdiri ketika solat maka Islam beri kelongaran untuk solat duduk. Solat Jumaat wajib dan solat berjemaah dimasjid atau surau sunat yg dituntut. Duduk semasa solat berjemaah dibenarkan jika keuzuran.

Firman Allah SWT maksudnya : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat seksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya."( Surah Al-Baqarah ayat 286)

Sabda Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam dalam hadis Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu:

كَŰ§Ù†َŰȘْ Űšِي Űšَوَۧ۳ِÙŠŰ±ُ فَŰłَŰŁَلْŰȘُ Ű§Ù„Ù†َّŰšِيَّ Ű”َلَّى Ű§Ù„Ù„َّهُ Űčَلَيْهِ وَŰłَلَّمَ Űčَنْ Ű§Ù„Ű”َّلَۧ۩ِ فَقَŰ§Ù„َ Ű”َلِّ قَۧۊِمًۧ فَŰ„ِنْ لَمْ ŰȘَŰłْŰȘَŰ·ِŰčْ فَقَۧŰčِŰŻًۧ فَŰ„ِنْ لَمْ ŰȘَŰłْŰȘَŰ·ِŰčْ فَŰčَلَى ŰŹَنْŰšٍ
 

"Pernah penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam tentang cara solatnya. Maka baginda Sallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: Solatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu, maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah”  (Hadis Riwayat Bukhari no. 1117)

185.Soalan: Saya datang ke masjid untuk menunaikan solat berjemaah. Saya tiba ketika imam sudah sujud rakaat pertama lalu saya berjemaah terus. Perlukah saya tambah satu rakaat lagi selepas salam?
 

Jika sampai ke saf imam sedang sujud pertama, maka wajib tambah satu rekaat, tapi jika dapat rukuk bersama imam dikira dapat rekaat tersebut dan tidak perlu tambah rakaat lagi.

Sabda Nabi SAW :-

مَنْ ŰŁَŰŻْ۱َكَ Ű§Ù„Ű±ُّكُوŰčَ فَقَŰŻْ ŰŁَŰŻْ۱َكَ Ű§Ù„Ű±َّكْŰčَŰ©َ
 

Maksudnya : “Barangsiapa yang mendapa rukuk (bersama Imam) maka dia telah mendapat rakaat” (Hadis Riwayat Abu Daud)

Menurut Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah (23/133), ulama fiqh bersepakat bahawa barangsiapa mendapatkan Imam didalam rukuk maka dia telah mendapat rakaat secara berjemaah sebagaimana dijelaskan didalam hadis diatas. Athar sahabat juga menjelaskan bahawa Ibn Mas’ud, Ibn Umar, Zayed ibn Thaabit berpegang kepada pendapat ini..

186.Soalan: Jika kita sudah tegur isteri kita untuk menutup aurat tetapi dia masih tidak buat adakah dosa dia tetap kita tanggung?

Nabi SAW bersabda maksudnya : "Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu."
(Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Jika kita sudah tegur isteri untuk menutup aurat tetapi dia masih tidak mahu menutup aurat maka dosa itu isteri akan tanggung sendiri, tetapi sebagai suami kita mesti teruskan menasihatinya jangan jemu dan putus asa kerana kesabaran kita berdakwah kepada isteri akan diberikan pahala oleh Allah SWT.

Jika isteri nusyuz (derhaka)  suami mestilah melakukan tindakan-tindakan berikut: bersabar menghadapi karenah isteri, memberi nasihat, pisahkan tempat tidur, memukul (pukulan yang ringan untuk mengajarnya).  Jika tidak berjaya krisis itu dirujuk kepada hakam untuk mencari penyelesaian. Jika ini juga tidak berhasil pilihan terakhir suami, jika dia mahu,  ialah menceraikan isterinya dengan talak satu.

Firman Allah SWT maksudnya : "Dan perempuan-perempuan yang kamu bimbang melakukan perbuatan derhaka (nusyuz) hendaklah kamu menasihati mereka, dan (jika mereka berdegil) pulaukanlah mereka di tempat tidur, dan (kalau juga mereka masih degil) pukullah mereka (dengan pukulan ringan yang bertujuan mengajarnya). Kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi, lagi Maha Besar." (Surah an- Nisaa ayat 34)

187.Soalan: Ditempat kerja saya ada pekerja pandai menilik orang, maksudnya semua dia boleh nampak luar dan dalam keadaan seseorang itu. Adakah doa untuk menutup keaiban kita dari pada dilihat oleh orang yang tidak berniat baik?
 

Jangan percaya ada seseorang boleh melihat perkara ghaib atau dia boleh membaca apa yang ada dihati kita. Jika mereka guna jin pun jin tidak akan tahu perkara ghaib. Ini hanya dakwaan dan mainan syaitan saja.

Walaubagimana pun kita tidak menafikan Allah SWT boleh mengurniakan karamah,  firasat dan khasaf kepada siapa yang Dia kehendaki tetapi ini berlaku kepada orang mukmin yang benar-benar bertakwa, soleh dan bersih mata hatinya.

Karamah ertinya, kemuliaan. Kekuataan spritual yang diberikan kepada para wali Allah. Karamah menunjukkan sesuatu yang luar biasa dan menakjubkan. Kurniaan yang paling besar ialah berkaitan pengetahuan mengenai Allah SWT. Keadaan luar biasa atau keajaiban adalah takdir Ilahi. Ia bersumber daripada penetapan Ilahi yang selaras dengan sunahtullah kerana ia adalah manifestasi kudrat Ilahi.

Firasat ialah perasaan atau gerakan hati yang benar atau tepat kerana mendapat pimpinan dari Allah SWT sebagiaman sabda Rasulullah SAW maksudnya : “Takutlah olehmu firasat orang mukmin kerana ia memandang dengan cahaya Allah.” (Hadis Riwayat At Tarmizi)

Kasyaf ertinya  ’singkap’ yakni tabir-tabir jadi penghalang atau yang jadi hijab pada mata batin untuk melihat alam ghaib atau rohaniah itu, Allah SWT singkapkan. AllahSWT  buka dan perlihatkan.Tabir-tabir penghalang itu adalah sifat-sifat mazmumah yang ada di dalam hati mausia.

Jika kita melihat peribadi atau akhlak seseorang bukan terdiri daripada peribadi seorang mukmin yang soleh lagi warak, suka mengumpat, tidak menjaga solatnya tiba-tiba dia mengaku boleh melihat batin orang lain maka perlu di ingatkan bahawa dia mungkin ada menuntut ilmu sihir atau bersahabat dengan jin. Jauhi orang seperti ini. Dakwaannya sebenarnya tidak tepat hanya menduga-duga sahaja.

Nabi SAW sering mengajar umatnya supaya sentiasa berdoa dengan doa-doa yang mashur yang terdapat di dalam al-Quran dan sunahnya sebagai doa perlindung diri daripada gangguan syaitan dan musibah. Di dalam al-Quran terdapat banyak doa-doa yang diajarkan oleh Allah SWT untuk Nabi SAW ucapkan , untuk para Rasul , orang-orang soleh dan mereka-mereka yang dekat dengan Allah SWT . Salah satu doa tersebut adalah seperti dalam surah at-Taubah ayat 129.

Dari Abu Darda' r.a dari Nabi SAW bahawa baginda bersabda maksudnya; "Barangsiapa diwaktu pagi dan petang membaca ; 'Hasbiallahu lailahaillahu alaihitawakkaltu wahuwarabbul 'arsilazim' (Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung ' (Surah at-Taubah ayat 129), tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa yang diinginkan dari perkara dunia dan akhirat." (Hadis Riwayat Ibnu Sunni dan Ibnu Asakil secara marfu')

188.soalan: Bilakah waktu yang sesuai hendak memberi nama kepada bayi yang baru lahir?
 

Ashhabu‘s-sunan telah meriwayatkan dari Samirah. Ia telah mengatakan bahawa;                 Rasulullah SAW bersabda: ”Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya.Disembelihkan    (binatang) baginya pada hari ke-tujuh (dari kelahiran)nya, diberi nama dan dicukur kepalanya  pada hari (ke-tujuh) itu.” 


Hadis ini mengatakan bahawa pemberian nama kepada anak yang baru dilahirkan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya.

189.Soalan: Adakah kita disarankan menutup mulut ketika bersin dan apakah hukumnya jika kita mengeraskan suara ketika bersin dan menguap?

Abu Daud dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a: “Apabila Rasulullah SAW  bersin, maka baginda  menutup mulutnya dengan menggunakan tangan atau kainnya, dan menahan suara dengannya (tangan atau kainnya).”

Menurut hadis lain, Ibnu Sunni meriwayatkan dari Abdullah bin Zubair r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla tidak suka apabila (seseorang) mengeraskan suaranya pada waktu menguap dan bersin.”

Salah satu hak Muslim kepada Muslim yang lain adalah menjawab bersin seseorang apabila dia berkata 'almamdulillah' maka jawapannya adalah dengan mengucapkan do'a 'yarhamukallah'  (semoga Allah merahmatimu).

Anas bin Malik r.a. bercerita, ada dua orang bersin dekat Nabi Muhammad s.a.w. Baginda mendoakan (tasymit) seorang daripada keduanya, namun tidak mendoakan seorang yang lain. Ditanya alasannya, Rasulullah SAW. menjawab: “Sebab yang seorang mengucapkan ‘alhamdulillah’, sedangkan yang seorang lagi tidak membacanya.” (Hadis Riwayat Bukhari).

Jadi orang bersin dan tidak membaca alhamdulillah tidak layak didoakan kerana tidak bersyukur nikmat yang Allah s.w.t. kurniakan. Pada hal bersin termasuk antara nikmat daripada Allah yang manfaatnya sangat besar dan mustajab.

Menurut Ibnu Qaiyyim, bersin dapat mengeluarkan wap dari dalam otak yang jika dibiarkan (tidak dimanfaatkan) akan berbahaya. (Kitab Zadul Ma’ad).

Untuk itulah, setelah bersin, dengan membaca hamdalah, sebagai bukti bersyukur kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Jika seorang di antara kamu bersin, ucapkanlah `alhamdulillah’ (segala puji bagi Allah). Di samping itu orang yang mendengarnya mendoakan dengan ucapan `yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu), orang yang bersin tadi membaca doa `yahdikumullahu wa yusilhu balakum’ (semoga Allah memberikan hidayah dan memperbaiki keadaanmu.” (Hadis Riwayat Bukhari).

Apakah dia menguap (tatha’ub)? Menguap bererti layu dan malas. Menguap terjadi kerana minimumnya oksigen dalam tubuh. Biasanya, orang menguap apabila tubuh lelah, malas, bosan, atau mengantuk. Nabi SAW  bersabda yang maksudnya : “Menguap itu daripada syaitan. Oleh itu jika menguap, tahanlah sedapat mungkin. Sebab jika orang menguap hingga terucap `ha’ , syaitan tertawa menyaksikannya.” (Hadis Riwayat Bukhari).

Sesetengah orang apabila menguap, ia tidak menutupi mulutnya, syaitan amat menyukai yang demikian, di samping itu juga virus akan keluar dari mulut seseorang yang boleh menyebarkan penyakit. Ulama menganjurkan kita bila sahaja menguap tahan jangan membuka mulut dan terus membaca membaca 'auzubillahiminasyaitanirrajim bismillahirahmanirrahim' supaya syaitan yang datang menganggu dapat dijauhi daripada mentertawakan kita.

Syaitan tertawa gembira dengan tabiat demikian, kerana menyukai kemalasan dan kedunguan, sedangkan agama sangat anti dengan kemalasan dan menganjurkan umatnya untuk giat bekerja dan beramal. Nabi s.a.w  pun selalu berlindung daripada sifat kemalasan dan unsur yang negatif.

Sunnahnya orang bersin merendahkan suaranya. Faedahnya ialah ketika orang bersin kebanyakannya membuat suara tinggi yang boleh mengganggu, maka disunnahkan baginya untuk merendahkan suaranya dengan meletakkan tangannya atau pakaiannya ke wajahnya.

Abu Hanifah meriwayatkan: “Bahawa Nabi SAW. apabila bersin baginda menutup wajahnya dengan tangan atau pakaiannya dan dengan demikian baginda merendahkan suaranya.”

Abu Hurairah berkata: “Doakan saudaramu yang bersin sebanyak tiga kali, kalau lebih daripada tiga maka dia sedang selesema.”

Dalam hadis yang disebutkan Abu Musa al-Asya’ari pula, berkata: “Seorang Yahudi bersin di sisi Rasulullah, dia berharap agar Nabi mengucapkan untuknya yarhamukallah, namun yang Nabi ucapkan adalah: `yahdikumullah wa yuslihu balakum.’”

Berdasarkan hadis ini boleh mendoakan ahlu zimmah, apabila mereka bertahmid setelah bersin, dengan doa hidayah dan taufik kepada keimanan, dan tidak mendoakan mereka dengan rahmat dan maghfirah, kerana mereka tidak sesuai untuk doa itu, manakala orang yang bersin di dalam solat boleh bertahmid kepada Allah, namun tidak boleh bagi orang yang mendengarnya mendoakannya dengan mengucapkan yarhakumullah.

190.soalan: Adakah kita dituntut memberi salam kepada anak-anak kecil?
 

Dalam sebuah riwayat Muslim dikatakan: bahawa Rasulullah SAW berlalu pada anak-anak kecil lalu baginda memberikan salam kepada mereka. Dalam sebuah riwayat Abu Daud dikatakan : “Bahawa Nabi Muhammad SAW berlalu pada anak-anak kecil yang tengah bermain lalu baginda memberi salam kepada mereka.” Menurut riwayat diatas, kita dituntut memberi salam kepada sesiapa pun meskipun anak-anak kecil.

191.soalan: Apakah kita dibenarkan berbisik berdua sahaja didepan orang ketiga di dalam satu majlis?

Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang di antara kalian berbisik-bisik, tanpa mengajak orang ketiga sebab hal itu akan membuatnya (orang ketiga) sedih atau tersinggung.”

Mengapa kita dilarang berbisik-bisik berdua jika situasi kita ketika itu bertiga adalah kerana orang ketiga akan menduga-duga dan merasa sedih lantaran tidak dihiraukan. Islam mengajarkan kita supaya menjauhi segala prasangka buruk yang boleh menimbulkan fitnah.

192.Soalan: Selain mandi wajib,ada berapakah jenis mandi sunat?

Selain mandi wajib, syariat Islam menggalakkan pula melakukan mandi sunat (dapat pahala sunat) bagi seseorang yang mandi kerana menyempurnakan ibadat-ibadat tertentu.             Diantaranya ialah: 


1. Mandi kerana hendak pergi menunaikan solat Jumaat.

2. Mandi sunat Hari Raya Aidilfitri atau Aidiladha.
 

3. Mandi sunat selepas memandikan jenazah.
 

4. Mandi Sunat selepas seseorang memeluk agama Islam jika belum pernah berjunub. Jika pernah berjunub hendaklah mandi wajib.
 

5. Mandi sunat selepas seseorang itu siuman daripada gila atau sedar dari pengsan.
 

6. Mandi sunat Ihram (sebelum memakai pakaian ihram) untuk mengerjakan ibadat Haji atau Umrah.
 

7. Mandi sunat kerana gerhana matahari atau bulan.
 

8. Mandi kerana berubah bau badan.
 

9. Mandi sunat untuk musafir yang diharuskan.(bukan untuk melakukan kemaksiatan)

193.Soalan: Apakah hukum wanita yang sekejap memakai tudung dan sekejap tidak memakainya ketika keluar rumah?

Wanita yang membuka aurat ketika keluar rumah dan menampakkan perhiasan dirinya kepada lelaki yang bukan mahram adalah berdosa . Jika mereka sekejap memakai tudung dan sekejab membukanya ketika keluar rumah adalah wanita yang cuba mempermain-mainkan agama dan jahil tentang perintah Allah SWT.

Allah SWT berfirman yang bermaksud: “dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (Surah An-Nur,ayat 31)

Jika wanita sudah memakai tudung untuk menutup aurat maka mereka perlulah istiqamah dengan pemakaian tudung tersebut . Samaada diluar rumah atau pun di dalam rumah jika di dalam rumah tersebut terdapat lelaki yang bukan mahram.

194.soalan: Adakah kita dibolehkan menjawab salam ketika kita berada di dalam tandas?
 

Pada suatu ketika Rasulullah SAW sedang membuang air kecil apabila orang memberi ucapan “Assalamualaikum” kepadanya, baginda tidak membalas salam itu. Setelah selesai, baginda meminta maaf kepada orang itu dan menjelaskan ; ”Sesungguhnya saya tidak suka menyebut nama Allah Azza wa Jalla kecuali apabila dalam keadaan suci.”
 

195.Soalan: Adakah kita dibolehkan mogok (mogok lapar) sebagai tanda bantahan ke atas sesuatu kezaliman?

Mogok yang boleh mendatangkan kemudaratan ke atas diri si perlaku dan orang lain adalah sangat dilarang di dalam Islam. Allah SWT telah berfirman yang bermaksud: ”Dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan.”
(Surah al-Baqarah,ayat 195)

Islam mengajar kita erti kesabaran dengan sentiasa reda atas apa jua dugaan dan bukan dengan cara bermogok terutama jika boleh menjejaskan nyawa. Walaubagiaman pun sekiranya berlaku dipenjara Israil mereka di seksa tanpa peri kemanusiaan mereka boleh melakukan protes dengan mogok lapar kerana darurat supaya dunia tahu bahawa kekejaman tentera zionis menyeksa rakyat Palestin yang tidak berdosa.

196.Soalan: Ada berapakah hukum talak yang terdapat dalam syariat Islam?

Hukum talak terbahagi kepada empat :

1. Wajib :


a) Jika perbalahan suami isteri tidak dapat didamaikan lagi.

b) Dua orang wakil daripada pihak suami dan isteri gagal membuat kata sepakat untuk perdamaian rumahtangga mereka.

c) Apabila pihak kadi berpendapat bahawa talak adalah lebih baik.

d) Jika tidak diceraikan keadaan sedemikian, maka berdosalah suami.

2. Haram :
a) Menceraikan isteri ketika sedang haid atau nifas.

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar: Beliau menceraikan isterinya ketika haid di zaman Nabi SAW. Saidina Umar Al-Khattab bertanya kepada Nabi SAW mengenai perkara itu: "Perintahkan supaya beliau rujuk kembali, jangan ceraikan sehingga dia suci."

Berdasarkan nas di atas, hikmah diharamkan Talak Bidie ini adalah kerana ia mendatangkan mudarat kepada isteri dan kaum wanita secara amnya. Ini kerana tempoh edah isteri akan menjadi lebih panjang kerana masa haidnya tidak boleh dikira sebagai permulaan edah.
 

b) Ketika keadaan suci yang telah disetubuhi.

c) Ketika suami sedang sakit yang bertujuan menghalang isterinya daripada menuntut harta pusakanya.

d) Menceraikan isterinya dengan talak tiga sekali gus atau talak satu tetapi disebut berulang kali sehingga cukup tiga kali atau lebih.

3. Sunat :
a) Suami tidak mampu menanggung nafkah isterinya.

b) Isterinya tidak menjaga maruah dirinya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Seorang lelaki datang menemui Nabi SAW. lalu berkata : Bahawasanya isteriku tidak menolak akan tangan orang yang menyentuhnya, jawab Nabi SAW hendaklah engkau ceraikan isteri engkau itu.”

4. Makruh :

Suami menjatuhkan talak kepada isterinya yang baik, berakhlak mulia dan mempunyai pengetahuan agama.

5. Harus :

Suami yang lemah keinginan nafsunya atau isterinya belum datang haid atau telah putus haidnya.

Perlu diingatkan bahawa para suami hendaklah berhati-hati dengan ungkapan TALAK. Meskipun niatnya hanya lah gurauan semata-mata namun TALAK yang diungkapkan itu tetap akan jatuh.

197. Soalan: Saya sering dikatakan seorang yang mempunyai hati yang keras yang sentiasa ingin menghamburkan kemarahan tanpa tujuan. Apakah yang patut saya lakukan agar hati saya menjadi lembut (tidak cepat marah)?

Kemarahan adalah bara api yang ditanamkan syaitan ke dalam hati manusia, sehingga secara fizikal, kita pun dapat melihat tanda-tanda kemarahan, seperti mata menjadi merah, urat lehernya menegang, tangan gemetar sampai mengeluarkan sumpah serapah. Jika tidak dapat mengendalikan marah, maka manusia akan kehilangan akal yang sihat.
 

Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Darda r.a : “Sukakah kamu hatimu menjadi lembut, keinginanmu tercapai? Kasihanilah anak yatim, belailah kepalanya dan berilah ia makanan dari makananmu, nescaya hatimu lembut, cita-citamu tercapai.”

Ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah SAW.dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang boleh  mendekatkan saya ke syurga dan menjauhkan dari neraka.” Maka baginda SAW .bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Nescaya syurga akan kau dapatkan.”  (Hadis Sahih Riwayat Thabrani dari Abu Darda' r.a)

Apabila kita marah maka doa untuk mengawal diri daripada sifat marah bacakan doa ini :
"Ya Allah, sejukkanlah hatiku dengan salji dan kesejukan dan air yang sejuk. Ya Allah bersihkanlah hatiku daripada dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih daripada kekotoran." (Hadis Riwayat Tirmizi)

198.soalan: Walaupun saya seorang yang beragama Islam, tetapi saya mempunyai masa silam iaitu sering  meninggalkan solat fardu, puasa, dan zakat. Saya mengambil tahu hal yang berkaitan soal agama secara sambil lewa sahaja. Tetapi itu semua sebelum saya berubah meninggalkan  perkara-perkara masa silam itu. Sekarang, saya mahu berubah, tetapi saya sering dibayangi dosa-dosa masa silam itu. Adakah segala taubat dan penyesalan saya diterima oleh Allah?

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : "Semua anak Adam (manusia) itu sering membuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan (dosa) itu ialah orang-orang yang bertaubat." (Hadis Riwayat Tirmizi)

Asalkan saudara meminta ampun dan bertaubat tidak mengulanginya lagi, Allah SWT sudi mengampunkan segala kesalahan saudara selagi tidak mensyirikkan (menyekutukan) Allah SWT dengan yang lain.
 

Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan sesiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, nescaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah al-Nisa’, ayat 110)

Agama Islam cukup mudah dan indah. Walau banyak manapun kita melakukan kesalahan selagi kita tidak menyekutukan Allah dengan yang lain, selagi itu segala dosa kita diampunkan oleh Allah. Agama Islam itu tidak menyulitkan penganutnya.

Ulama menjelaskan bahawa sesiapa yang pernah meninggalkan solat, puasa dan zakat dia telah berhutang dengan Allah SWT maka wajiblah dia mengqada solat dan puasa atau menjelaskannya secara beransur-ansur hingga selesai . Puasa yang ditinggalkannya jika melepasi tahun berikutnya ada fidyah yang perlu ditunaikan. Jumlah zakat yang tidak ditunaikan jika cukup nisab dan tempuhnya bolehlah di buat kiraan semula dan membayarnya sebanyak 2.5% daripada jumlah simpanan tersebut.


199. Soalan: Apakah kelebihan jika kita suka membahagiakan orang lain walaupun diri kita sendiri dalam keadaan yang duka?

Membahagiakan hati orang lain adalah sifat yang sangat mulia apatah lagi diri kita sendiri    dalam keadaan berduka. Sepertimana Rasulullah SAW bersabda dari Aisyah r.a. : “Barang siapa yang memasukkan kebahagiaan ke dalam rumah kaum muslimin, maka Allah tidak akan merelakan pahala untuknya selain daripada syurga.”   (Hadis Riwayat Thabrani)

Daripada Abu Hurairah r.a. daripada Nabi SAW, baginda telah bersabda: "Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan dunia, nescaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan kiamat. Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup keaiban seorang muslim, nescaya Allah akan menutup keaibannya di dunia dan akhirat. Allah sentiasa bersedia menolong hambaNya selagi mana dia suka menolong saudaranya. Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan menuju ke syurga. Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah sebuah rumah-rumah Allah (iaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan melitupi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang terlambat amalannya, nescaya nasab keturunannya tidak mampu mempercepatkannya." (Hadis Riwayat Muslim)

Berdasarkan hadis di atas terdapat beberapa kebaikan-kebaiakan yang boleh dijadikan panduan dan iktibar. Perkara-perkara tersebut adalah seperti berikut :

1. Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan dunia, nescaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan kiamat.

2. Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat

3. Barangsiapa yang menutup keaiban seorang muslim, nescaya Allah akan menutup keaibannya di dunia dan akhirat.

4. Allah sentiasa bersedia menolong hambaNya selagi mana dia suka menolong saudaranya.

5. Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan menuju ke syurga

6. Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah sebuah rumah-rumah Allah (iaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan melitupi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang berada di sisiNya.

7. Barangsiapa yang terlambat amalannya, nescaya nasab keturunannya tidak mampu mempercepatkannya

200. Soalan: Saya seorang yang cacat penglihatan (buta). Seringkali saya diejek, dihambur dengan kata-kata nista dan sebagainya. Sedangkan saya tidak pernah pun meminta dijadikan seperti ini (buta). Apakah yang patut saya lakukan untuk saya terus kuat menghadapi tohmahan-tohmahan orang sekeliling?

Allah SWT melarang sesiapa sahaja dikalangan para hamba-Nya yang menghina orang cacat anggota kerana semua kejadian yang berlaku adalah ciptaan Allah SWT. Besar dosanya di sisi Allah SWT jika kita menghina dan mengejek mereka yang kurang bernasib baik. kerana penghinaan tersebut sebenarnya menghina ciptaan Allah SWT. Saudara bersabarlah di atas dugaan ini kerana jika saudara bersabar besar ganjarannya di sisi Allah SWT.

Firman Allah SWT maksudnya : "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah dia beriman dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim. (Surah Al-Hujurat ayat 11)

Setiap apa yang diciptakan oleh yang Maha Pencipta adalah suatu rahmat yang penuh dengan hikmah yang tidak diketahui oleh hamba-hamba ciptaan-Nya. Dari Ibnu Umar r.a, dia berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa yang ditiadakan penglihatannya oleh Allah (buta), sedang ia bersabar dan menerimanya, maka menjadi  Allah (ia berhak) untuk membebaskan kedua matanya dari api neraka.” (Hadis Riwayat Thabrani)

Bersambung..