Wednesday, October 21, 2015

Apakah Maksud Taghut Di Dalam Al-Quran?

Kita lihat ayat-ayat di dalam Al Quran yang memakai kata-kata ‘taghut’ :

Ada enam ayat di dalam Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat kata-kata ‘taghut’. Ayat yang pertama adalah :

Ű§Ù„Ù„َّهُ وَلِيُّ Ű§Ù„َّ۰ِينَ ŰąÙ…َنُÙˆŰ§ يُŰźْ۱ِŰŹُهُمْ مِنَ Ű§Ù„ŰžُّلُمَۧŰȘِ Ű„ِلَى Ű§Ù„Ù†ُّÙˆŰ±ِ ۖ وَŰ§Ù„َّ۰ِينَ كَفَ۱ُÙˆŰ§ ŰŁَوْلِيَۧۀُهُمُ Ű§Ù„Ű·َّۧŰșُوŰȘُ يُŰźْ۱ِŰŹُونَهُمْ مِنَ Ű§Ù„Ù†ُّÙˆŰ±ِ Ű„ِلَى Ű§Ù„ŰžُّلُمَۧŰȘِ ۗ ŰŁُولَٰŰŠِكَ ŰŁَŰ”ْŰ­َُۧۚ Ű§Ù„Ù†َّۧ۱ِ ۖ هُمْ فِيهَۧ ŰźَŰ§Ù„ِŰŻُونَ

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah toghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Surah Al Baqarah ayat 257)

Kita lihat penjelasan ahli tafsir mangenai ayat ini. Ibnu Katsir mengatakan : “Allah Ta’ala mengabarkan bahawasannya Dia akan memberikan petunjuk kepada orang yang mengikuti jalan-Nya kepada jalan-jalan keselamatan. Maka Allah akan mengeluarkan hamba-Nya yaitu orang-orang Mukmin dari kegelapan kekufuran dan keragu-raguan kepada cahaya kebenaran yang jelas, terang, nyata, mudah dan bercahaya. Dan bahwasanya orang-orang kafir sesungguhnya pelindung-pelindung mereka adalah syaitan yang menghiasi mereka kepada kebodohan dan kesesatan, serta mengeluarkan mereka dan menyimpangkan mereka dari jalan kebenaran menuju jalan kekufuran dan kedustaan, { Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya}. [Tafsirul Qur’anil ‘Adhim 1/685 tahqiq Samiy bin Muhammad Salamah, Dar Toybah Lin Nasyr wa Tauzi cet. Ke 2 Th. 1999]

Maka makna kata ‘toghut’ dalam ayat ini adalah ‘syaitan’.

Ayat yang ke dua :

ŰŁÙ„Ù…ْ ŰȘَ۱َ Ű„ِلَى Ű§Ù„َّ۰ِينَ يَŰČْŰčُمُونَ ŰŁَنَّهُمْ ŰąÙ…َنُÙˆŰ§ Űšِمَۧ ŰŁُنْŰČِلَ Ű„ِلَيْكَ وَمَۧ ŰŁُنْŰČِلَ مِنْ قَŰšْلِكَ يُ۱ِÙŠŰŻُونَ ŰŁَنْ يَŰȘَŰ­َŰ§ÙƒَمُÙˆŰ§ Ű„ِلَى Ű§Ù„Ű·َّۧŰșُوŰȘِ وَقَŰŻْ ŰŁُمِ۱ُÙˆŰ§ ŰŁَنْ يَكْفُ۱ُÙˆŰ§ Űšِهِ وَيُ۱ِÙŠŰŻُ Ű§Ù„ŰŽَّيْŰ·َŰ§Ù†ُ ŰŁَنْ يُ۶ِلَّهُمْ ۶َلَŰ§Ù„ًۧ ŰšَŰčِÙŠŰŻًۧ

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim (meminta keputusan) kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (Surah An Nisaa ayat 60)

Berkaitan dengan ayat ini Al Baghawi menukil perkataan As Sya’bi : “Terjadi permusuhan antara seorang laki-laki dari kalangan Yahudi dan seorang laki-laki munafiq. Lantas berkatalah seorang Yahudi tadi : “Kita akan mengambil hukum (meminta keputusan) kepada Muhammad”, ini di sebabkan si Yahudi tadi mengetahui bahawa Nabi Muhammad bukanlah orang yang boleh di suap, serta tidak akan pernah condong terhadap salah satu hukum (pilih kasih) ketika mengambil keputusan. Akan tetapi si Munafiq malah mengatakan : “Kita mengambil hukum (meminta keputusan) kepada orang Yahudi saja”, ini di sebabkan si Munafiq tadi mengetahui bahawa orang-orang Yahudi biasa menerima suap dan condong terhadap salah satu hukum (pilih kasih) ketika memutuskan. Keduanya pun sepakat, lalu mereka berdua mendatangi salah seorang ‘dukun/ peramal’ di Juhainah dan berhukum (meminta keputusan) kepadanya. Setelah itu turunlah ayat ini.” [Ma’alimu Tanzil, 2/242, Abu Muhammad Al Husain Ibnu Mas’ud Al Baghawi, Dar Toybah Lin Nasyr wa Tauzi, Cet. Ke 4 Th. 1997]

Berkaitan dengan sebab turunya ayat, maka makna kata ‘toghut’ dalam ayat ini adalah “selain Allah dan Rasul-Nya”, dan jika di kaitkan dengan kalimat sebelumnya yakni : {Mereka hendak berhakim (meminta keputusan) kepada thaghut}, maka di maknakan “Meminta keputusan kepada selain Allah dan Rasul-Nya”.

Sedangkan Ibnul Jauzi di dalam tafsirnya juga menukil salah satu riwayat dari Ibnu Abbas, yang di dalamnya di katakan juga mengenai permusuhan orang Yahudi dan laki-laki Munafiq ini. Mereka berdua akhirnya sepakat mengadukan kepada permasalahan ini kepada Nabi. Setelah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam memberikan keputusan kepada mereka berdua, berkatalah si munafiq (kerana tidak puas dengan keputusan Nabi. Pent) : “Kita ke Umar bin Khatab”. Umar pun menerima mereka berdua, dan mereka berdua menceritakannya secara detail ke beliau. Kemudian Umar berkata : “Tunggulah sebentar hingga aku keluar menemui kalian berdua lagi”, kemudian beliau masuk ke dalam rumah dan mengambil pedang beliau, kemudian keluar lagi dan membunuh si Munafiq tadi dengan pedang yang beliau bawa. Beliau mengatakan :

Ù‡ÙƒŰ°Ű§ ŰŁÙ‚Ű¶ÙŠ ŰšÙŠÙ† من لم ÙŠŰ±Ű¶ ŰšÙ‚Ű¶Ű§ŰĄ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ÙˆŰ±ŰłÙˆÙ„Ù‡

“Seperti inilah aku memberikan keputusan kepada orang yang tidak redha akan keputusan Allah dan Rasul-Nya.” Setelah itu turunlah ayat di atas. [lihat Zaadul Masiir pada penjelasan surat An Nisaa ayat ke 60]

Ayat yang ke tiga :

Ű§Ù„َّ۰ِينَ ŰąÙ…َنُÙˆŰ§ يُقَۧŰȘِلُونَ فِي ŰłَŰšِيلِ Ű§Ù„Ù„َّهِ وَŰ§Ù„َّ۰ِينَ كَفَ۱ُÙˆŰ§ يُقَۧŰȘِلُونَ فِي ŰłَŰšِيلِ Ű§Ù„Ű·َّۧŰșُوŰȘِ فَقَۧŰȘِلُÙˆŰ§ ŰŁَوْلِيَۧۥَ Ű§Ù„ŰŽَّيْŰ·َŰ§Ù†ِ Ű„ِنَّ كَيْŰŻَ Ű§Ù„ŰŽَّيْŰ·َŰ§Ù†ِ كَŰ§Ù†َ ۶َŰčِيفًۧ

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (Surah An Nisaa ayat 76)

Az Zamakhsyari memberikan penjelasan berkaitan dengan ayat diatas : “Allah Ta’ala memberikan dorongan kepada kaum Mukminin dan menyemangati mereka dengan memberikan kabar kepada mereka bahawasanya mereka itu sedang berperang di jalan Allah, maka Allah-lah pelindung mereka dan penolong mereka. Sedangkan musuh mereka yang berperang di jalan syaitan, maka tidak ada wali bagi mereka kecuali syaitan. Tipu daya syaitan kepada kaum Mukminin itu lebih lemah di bandingkan dengan tipu daya Allah terhadap orang-orang kafir.” [Al Kasyaf, 1/433 Maktabah Syamilah]

Maka berdasarkan penjelasan Az Zamakhsyari di atas, makna kata ‘toghut’ dalam ayat ini adalah syaitan.
 

Ayat yang ke empat :

قُلْ هَلْ ŰŁُنَŰšِّŰŠُكُمْ ŰšِŰŽَ۱ٍّ مِنْ ۰َلِكَ مَŰ«ُÙˆŰšَŰ©ً ŰčِنْŰŻَ Ű§Ù„Ù„َّهِ مَنْ لَŰčَنَهُ Ű§Ù„Ù„َّهُ وَŰșَ۶ِŰšَ Űčَلَيْهِ وَŰŹَŰčَلَ مِنْهُمُ Ű§Ù„ْقِ۱َŰŻَŰ©َ وَŰ§Ù„ْŰźَنَۧŰČِÙŠŰ±َ وَŰčَŰšَŰŻَ Ű§Ù„Ű·َّۧŰșُوŰȘَ ŰŁُولَŰŠِكَ ŰŽَ۱ٌّ مَكَŰ§Ù†ًۧ وَŰŁَ۶َلُّ Űčَنْ Űłَوَۧۥِ Ű§Ù„ŰłَّŰšِيلِ

“Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (Surah Al Maidah ayat 60)

Al Baghawi ketika menjelaskan kata-kata : {“dan (orang yang) menyembah thaghut?”}, beliau mengatakan :

ŰŁÙŠ: ŰŹŰčل منهم من Űčۚۯ Ű§Ù„Ű·Ű§ŰșوŰȘ، ŰŁÙŠ: ۣ۷ۧŰč Ű§Ù„ŰŽÙŠŰ·Ű§Ù† ÙÙŠÙ…Ű§ ŰłÙˆّل له

“Yaitu menjadikan bagian dari mereka, yaitu orang yang menyembah ‘toghut’, yaitu orang yang mentaati apa yang di bujukkan syaitan kepadanya.” [Ma’alimu Tanzil, 3/75, Abu Muhammad Al Husain Ibnu Mas’ud Al Baghawi, dengan tahqiq Muhammad bin Abdullah, ‘Utsman & Sulaiman Muslim, Dar Toybah Lin Nasyr wa Tauzi, Cet. Ke 4 Th. 1997]

Sedangkan Ibnul Jauzi mengatakan : “Yang di maksud dengan ‘taghut’ dalam ayat ini ada dua pendapat, pertama maksudnya adalah berhala, dan yang ke dua maksudnya adalah syaiton.” [Zaadul Masiir 2/232 Maktabah Syamilah]

Kita dapatkan dari penjelasan di atas bahwa makna ‘taghut’ pada ayat ini adalah syaitan atau berhala.

Ayat yang ke lima :

وَلَقَŰŻْ ŰšَŰčَŰ«ْنَۧ فِي كُلِّ ŰŁُمَّŰ©ٍ ۱َŰłُولًۧ ŰŁَنِ ۧŰčْŰšُŰŻُÙˆŰ§ Ű§Ù„Ù„َّهَ وَۧۏْŰȘَنِŰšُÙˆŰ§ Ű§Ù„Ű·َّۧŰșُوŰȘَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَŰŻَى Ű§Ù„Ù„َّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ Ű­َقَّŰȘْ Űčَلَيْهِ Ű§Ù„Ű¶َّلَŰ§Ù„َŰ©ُ فَŰłِÙŠŰ±ُÙˆŰ§ فِي Ű§Ù„ْŰŁَ۱ْ۶ِ فَŰ§Ù†ْŰžُ۱ُÙˆŰ§ كَيْفَ كَŰ§Ù†َ ŰčَŰ§Ù‚ِŰšَŰ©ُ Ű§Ù„ْمُكَ۰ِّŰšِينَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (Surah An Nahl ayat 36)

Sedangkan makna ‘taghut’ pada ayat ini As Samarqandi menjelaskan : “{dan jauhilah Thaghut itu} maksudnya adalah tinggalkanlah peribadatan kepada ‘taghut’, yaitu syaitan, berhala, dan dukun,.” [Bahrul ‘Ulum 2/464 Maktabah Syamilah]

Asyinqiti mengartikan kata ‘taghut’ berkaitan dengan ayat ini yaitu segala sesuatu yang di sembah selain dari pada Allah. [lihat Adwaul Bayan pada penjelasan seputar ayat diatas]

Maka lagi-lagi kita dapatkan makna ‘taghut’ pada ayat ini adalah syaitan, berhala atau dukun. Dengan tambahan dari As Syinqiti makna secara umumnya adalah segala sesuatu yang di sembah selain dari pada Allah.

Ayat yang ke enam :

وَŰ§Ù„َّ۰ِينَ ۧۏْŰȘَنَŰšُÙˆŰ§ Ű§Ù„Ű·َّۧŰșُوŰȘَ ŰŁَنْ يَŰčْŰšُŰŻُوهَۧ وَŰŁَنَُۧۚÙˆŰ§ Ű„ِلَى Ű§Ù„Ù„َّهِ لَهُمُ Ű§Ù„ْŰšُŰŽْ۱َى فَŰšَŰŽِّ۱ْ ŰčِŰšَۧۯِ

“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku.” (Surah Az Zumar ayat 17)

Pada ayat ini Ibnu Katsir memberikan penjelasan : “Telah berkata Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari bapaknya {“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya”}, bahwa ayat ini turun khusus kepada Zaid bin Amr bin Nufail, Abu Dzar, dan Salman Al Farisi. Namun yang benar adalah bahwa ayat ini mencakup mereka bertiga dan orang-orang selain mereka yang menjauhi peribadatan kepada berhala. Maka merekalah orang-orang yang di berikan kabar gembira dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.” [Tafsirul Qur’anil ‘Adhim 7/90 tahqiq Samiy bin Muhammad Salamah, Dar Toybah Lin Nasyr wa Tauzi cet. Ke 2 Th. 1999]

Sedang As Syaukani menjelaskan makna ‘taghut’ di sini adalah : berhala syaitan, dukun atau peramal. Ada pula yang menjelaskan makna taghut di sini nama orang Ajam (selain arab) seperti nama Jalut dan Tolut. [lihat Fatkhul Qadir 6/227 Maktabah Syamilah]

Tidak kita nafikan memang salah satu penafsiran kata 'thaghut' di dalam Al Qur'an adalah 'pemimpin yang tidak berhukum dengan hukum Allah'. atau 'orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah'.

Tuesday, October 13, 2015

9 Waktu Dianjurkan Membaca Surat Al Ikhlas.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya “Apakah membaca sepertiga Al Quran setiap malam adalah sesuatu yang sulit?”. Kebingungan nampak pada wajah sahabat Rasulullah SAW dan bertanya siapa yang mampu mengerjakannya dan Rasulullah menjawab “Al Ikhlas adalah sepertiga Al Quran”. (Hadis Sahih Riwayat Bukhari no. 5015.)

Pertama: waktu pagi dan petang hari.

Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash bersama dengan maw’idzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas) masing-masing sebanyak tiga kali. Keutamaan yang diperoleh adalah: akan dijaga dari segala sesuatu (segala keburukan).

Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapanya ia berkata,

Űźَ۱َŰŹْنَۧ فِى لَيْلَŰ©ِ مَŰ·َ۱ٍ وَŰžُلْمَŰ©ٍ ŰŽَŰŻِÙŠŰŻَŰ©ٍ نَŰ·ْلُŰšُ ۱َŰłُولَ Ű§Ù„Ù„َّهِ -Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…- لِيُŰ”َلِّىَ لَنَۧ فَŰŁَŰŻْ۱َكْنَŰ§Ù‡ُ فَقَŰ§Ù„َ « ŰŁَŰ”َلَّيْŰȘُمْ ». فَلَمْ ŰŁَقُلْ ŰŽَيْŰŠًۧ فَقَŰ§Ù„َ « قُلْ ». فَلَمْ ŰŁَقُلْ ŰŽَيْŰŠًۧ Ű«ُمَّ قَŰ§Ù„َ « قُلْ ». فَلَمْ ŰŁَقُلْ ŰŽَيْŰŠًۧ Ű«ُمَّ قَŰ§Ù„َ « قُلْ ». فَقُلْŰȘُ يَۧ ۱َŰłُولَ Ű§Ù„Ù„َّهِ مَۧ ŰŁَقُولُ قَŰ§Ù„َ « (قُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ) وَŰ§Ù„ْمُŰčَوِّ۰َŰȘَيْنِ Ű­ِينَ ŰȘُمْŰłِى وَŰ­ِينَ ŰȘُŰ”ْŰšِŰ­ُ Ű«َÙ„Ű§َŰ«َ مَ۱َّۧŰȘٍ ŰȘَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ ŰŽَىْŰĄٍ »

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk solat bersama kami, lalu kami menemukannya. Baginda bersabda, “Apakah kalian telah solat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Baginda bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Baginda bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian baginda bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kedua: sebelum tidur.

Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu keduanya ditiup, lalu dibacakanlah tiga surat ini. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti tadi diulang sebanyak tiga kali.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiallahu ‘anha berkata,

ŰŁَنَّ Ű§Ù„Ù†َّŰšِىَّ – Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… – كَŰ§Ù†َ Ű„ِ۰َۧ ŰŁَوَى Ű„ِلَى فِ۱َۧێِهِ كُلَّ لَيْلَŰ©ٍ ŰŹَمَŰčَ كَفَّيْهِ Ű«ُمَّ نَفَŰ«َ فِيهِمَۧ فَقَ۱َŰŁَ فِيهِمَۧ ( قُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ ) وَ ( قُلْ ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُ Űšِ۱َŰšِّ Ű§Ù„ْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُ Űšِ۱َŰšِّ Ű§Ù„Ù†َّۧ۳ِ ) Ű«ُمَّ يَمْŰłَŰ­ُ Űšِهِمَۧ مَۧ ۧ۳ْŰȘَŰ·َۧŰčَ مِنْ ŰŹَŰłَŰŻِهِ يَŰšْŰŻَŰŁُ Űšِهِمَۧ Űčَلَى ۱َŰŁْŰłِهِ وَوَŰŹْهِهِ وَمَۧ ŰŁَقْŰšَلَ مِنْ ŰŹَŰłَŰŻِهِ يَفْŰčَلُ ۰َلِكَ Ű«َÙ„Ű§َŰ«َ مَ۱َّۧŰȘٍ

“Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, baginda mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian baginda mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

Ketiga: Ketika ingin meruqyah (membaca doa dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit).

Bukhari membawakan bab dalam sahihnya ‘Meniupkan bacaan ketika ruqyah’. Lalu dibawakanlah hadis serupa di atas dan dengan cara seperti dijelaskan dalam point kedua.

Űčَنْ ŰčَۧۊِŰŽَŰ©َ – Ű±Ű¶Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰčÙ†Ù‡Ű§ – قَŰ§Ù„َŰȘْ كَŰ§Ù†َ ۱َŰłُولُ Ű§Ù„Ù„َّهِ – Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… – Ű„ِ۰َۧ ŰŁَوَى Ű„ِلَى فِ۱َۧێِهِ نَفَŰ«َ فِى كَفَّيْهِ Űšِقُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ وَŰšِŰ§Ù„ْمُŰčَوِّ۰َŰȘَيْنِ ŰŹَمِيŰčًۧ ، Ű«ُمَّ يَمْŰłَŰ­ُ Űšِهِمَۧ وَŰŹْهَهُ ، وَمَۧ ŰšَلَŰșَŰȘْ يَŰŻَŰ§Ù‡ُ مِنْ ŰŹَŰłَŰŻِهِ . قَŰ§Ù„َŰȘْ ŰčَۧۊِŰŽَŰ©ُ فَلَمَّۧ ۧێْŰȘَكَى كَŰ§Ù†َ يَŰŁْمُ۱ُنِى ŰŁَنْ ŰŁَفْŰčَلَ ۰َلِكَ Űšِهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hendak tidur, baginda akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian baginda mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika baginda sakit, baginda menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika baginda hendak tidur, -pen).”  (HR. Bukhari no. 5748)

Jadi tatkala meruqyah, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan cara: Terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan lalu keduanya ditiup lalu dibacakanlah tiga surat tersebut. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti ini diulang sebanyak tiga kali.

Keempat: Wirid selesai solat (sesudah salam).

Selesai solat dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An Naas masing-masing sekali. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata,

ŰŁَمَ۱َنِي ۱َŰłُولُ Ű§Ù„Ù„َّهِ Ű”َلَّى Ű§Ù„Ù„َّهُ Űčَلَيْهِ وَŰłَلَّمَ ŰŁَنْ ŰŁَقْ۱َŰŁَ Ű§Ù„ْمُŰčَوِّ۰َۧŰȘِ ŰŻُŰšُ۱َ كُلِّ Ű”َلَۧ۩ٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat  di akhir solat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

Kelima: Dibaca ketika mengerjakan solat sunat fajar (qabliyah subuh).

Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Dari’ Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,

نِŰčْمَŰȘِ Ű§Ù„Űłُّوْ۱َŰȘَŰ§Ù†ِ يَقْ۱َŰŁُ Űšِهِمَۧ فِي ۱َكْŰčَŰȘَيْنِ قَŰšْلَ Ű§Ù„ÙَŰŹْ۱ِ : { قُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„Ù‡ُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ } وَ { قُلْ يَۧ ŰŁَيُّهَۧ Ű§Ù„ÙƒَŰ§Ùِ۱ُوْنَ

“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qabliyah subuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadis ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadis Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.

Keenam: Dibaca ketika mengerjakan solat sunat ba’diyah maghrib.

Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

مَۧ ŰŁُŰ­ْŰ”ِى مَۧ ŰłَمِŰčْŰȘُ مِنْ ۱َŰłُولِ Ű§Ù„Ù„َّهِ -Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…- يَقْ۱َŰŁُ فِى Ű§Ù„Ű±َّكْŰčَŰȘَيْنِ ŰšَŰčْŰŻَ Ű§Ù„ْمَŰșْ۱ِŰšِ وَفِى Ű§Ù„Ű±َّكْŰčَŰȘَيْنِ قَŰšْلَ Ű”َÙ„Ű§َŰ©ِ Ű§Ù„ْفَŰŹْ۱ِ Űšِ (قُلْ يَۧ ŰŁَيُّهَۧ Ű§Ù„ْكَŰ§Ùِ۱ُونَ) وَ (قُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ

“Aku tidak dapat menghitung kerana sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam membaca surat pada solat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada solat dua raka’at qabliyah subuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahawa hadis ini hasan sahih)

Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan solat witir tiga raka’at.

Ketika itu, surat Al A’laa dibaca pada raka’at pertama, surat Al Kafirun pada raka’at kedua dan surat Al Ikhlash pada raka’at ketiga.

Űčَنْ ŰŁُŰšَىِّ Űšْنِ كَŰčْŰšٍ قَŰ§Ù„َ كَŰ§Ù†َ ۱َŰłُولُ Ű§Ù„Ù„َّهِ -Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…- يُوŰȘِ۱ُ Űšِ (ŰłَŰšِّŰ­ِ ۧ۳ْمَ ۱َŰšِّكَ Ű§Ù„ŰŁَŰčْلَى) وَ (قُلْ يَۧ ŰŁَيُّهَۧ Ű§Ù„ْكَŰ§Ùِ۱ُونَ) وَ (قُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ)

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam biasanya melaksanakan solat witir dengan membaca Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash)” (HR. Abu Daud no. 1423 dan An Nasai no. 1730)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan solat Maghrib (solat wajib) pada malam Jumaat.

Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan,

كَŰ§Ù†َ Ű§Ù„Ù†َّŰšِيُّ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… يَقْ۱َŰŁُ فِي Ű”َÙ„Ű§َŰ©ِ Ű§Ù„Ù…َŰșْ۱ِŰšِ لَيْلَŰ©َ Ű§Ù„ŰŹُمُŰčَŰ©ِ : ( قَلْ يَۧ ŰŁَيُّهَۧ Ű§Ù„ÙƒَŰ§Ùِ۱ُوْنَ ) وَ ( قُلْ هُوَ Ű§Ù„Ù„Ù‡ُ ŰŁَŰ­َŰŻٌ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika solat maghrib pada malam Jumaat membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih)

Kesembilan: Ketika solat dua rak’at di belakang maqam Ibrahim setelah tawaf.

Dalam hadis Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan,

ÙŰŹŰčل Ű§Ù„Ù…Ù‚Ű§Ù… ŰšÙŠÙ†Ù‡ ÙˆŰšÙŠÙ† Ű§Ù„ŰšÙŠŰȘ [ ÙŰ”Ù„Ù‰ Ű±ÙƒŰčŰȘين : هق Ű­Ù… ] ÙÙƒŰ§Ù† ÙŠÙ‚Ű±ŰŁ في Ű§Ù„Ű±ÙƒŰčŰȘين : ( قل هو Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰŁŰ­ŰŻ ) و ( قل ÙŠŰ§ ŰŁÙŠÙ‡Ű§ Ű§Ù„ÙƒŰ§ÙŰ±ÙˆÙ† ) ( وفي Ű±ÙˆŰ§ÙŠŰ© : ( قل ÙŠŰ§ ŰŁÙŠÙ‡Ű§ Ű§Ù„ÙƒŰ§ÙŰ±ÙˆÙ† ) و ( قل هو Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰŁŰ­ŰŻ )

“Lantas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menjadikan maqam Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu baginda laksanakan solat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, baginda membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, baginda membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, hal. 56)

Semoga surah al-Ikhlas ini dapat kita amalkan setiap hari di dalam kehidupan kita.

Friday, October 9, 2015

Hadis Sahih Mengenai Selawat Kepada Rasulullah SAW.

Hadis sahih kelebihan Selawat ke atas nabi Muhammad SAW

1. Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah SAW telah bersabda : “Bacalah selawat kepadaku kerana sesungguhnya bacaan selawat kamu semua dapat sampai kepadaku di mana saja kamu berada .” [ Sila rujuk HR Abu Daud, Riyadus Solihin, 1398, Sahih menurut Imam Nawawi ]

2. Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah SAW telah bersabda; “Tiada seseorang pun yang memberikan salam kepadaku (setelah kewafatanku),melainkan Allah mengembalikan rohku sehinggalah aku dapat menjawab salam orang itu.” [Sila rujuk HR Abu Daud dan Ahmad,Riyadus Solihin -1398,Sahih menurut Imam Nawawi ]

3. Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah SAW. telah bersabda : “Sesiapa berselawat kepadaku sekali selawat, maka Allah akan berselawat ke atasnya sepuluh kali.” [Sila rujuk Sahih Muslim no. 0408]

4. Dari Anas bin Malik r.a. berkata Rasulullah SAW. telah bersabda : “ Barangsiapa yang berselawat kepadaku satu kali, maka Allah berselawat kepadanya sepuluh kali dan akan dihapuskan daripadanya dosa dan diangkat baginya sepuluh darjat.” [Sila rujuk HR An-Nasaie no. 1271 ]

5. Abdullah ibnu Masud r.a. berkata, Rasulullah SAW telah bersabda : “Seutama-utama manusia dengan aku di hari kiamat ialah orang yang paling banyak berselawat kepadaku.” [Sila rujuk HR At-Tirmizi-0483 dan beliau berkata hadis ini adalah hasan Gharib. Riyadus Salihin -1395 ]

6. Hussain bin Ali memberitakan daripada ayahnya Ali bin Abi Talib (semoga Allah meredhainya mereka berdua) bahawa Rasulullah SAW  telah bersabda :”Apakah tidak lebih baik aku khabarkan kepada kamu tentang orang yang dipandang sebagai manusia yang paling bakhil?”maka kami (para sahabat) menjawab : “Baik benar Rasulullah!” Maka Rasulullah SAW meneruskan: “ Orang yang disebut namaku di hadapannya, maka tiada ia berselawat kepadaku, itulah manusia yang paling bakhil.!”

[Sila rujuk HR At-Tirmizi,Misykat Al-Masbih-3/299,no : 311.Riyadus Salihin -1440. Imam At-Tirmizi berkata hadith ini adalah sahih. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad,Ibnu Hibban dan Al-Hakim ]

7. Ali bin Abi Talib (semoga Allah meredhainya) berkata : “Doa seseorang itu terdinding (terhalang) sehinggalah dia berselawat ke atas Rasulullah dan ahli keluarganya.”

[Sila rujuk kitab Al-Mu’jam Al-Ausat oleh Imam Ath-Thabrani. Hadis Hasan]

8. Abu Hurairah r.a. berkata,Rasulullah SAW  telah bersabda : “Tiadalah suatu kaum berada di sesuatu majlis di mana mereka tidaklah menyebut nama Allah dan mereka tidak pula berselawat ke atas Nabi mereka.melainkan mereka pasti akan ditimpai padah(penyesalan). Maka jika Allah kehendaki ,Dia akan seksa mereka ; dan jika Dia kehendaki, Dia akan mengampunkan mereka.” [HR At-Tirmizi sahih no. 3440 ]

9. Di dalam satu riwayat yang lain ,hadis ini di akhiri dengan: “……..mereka akan ditimpa penyesalan di hari Kiamat; sekali pun mereka dapat memasuki syurga bagi pahala amalan-amalan lain yang mereka kerjakan.”  [Sila rujuk Musnad Imam Ahmad. Disemak semula sebagai Sahih oleh Imam Al-Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Haitami]

Sunday, October 4, 2015

Doa-doa Pilihan Harian


DOA AGAR DIKURNIAKAN KEAMPUNAN, HIDAYAH, REZEKI DAN KESELAMATAN

Ű§Ù„Ù„Ù‡ُمَّ ۧŰșْفِ۱ْلِي، ÙˆŰ§Ù‡ْŰŻِنـِي، وَۧ۱ْŰČُقْنِي، وَ ŰčَŰ§Ùِنـِي، ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُ ŰšِŰ§Ù„Ù„َّـهِ مِنْ ۶ِيقِ Ű§Ù„ْمَقَŰ§Ù…ِ يَوْمَ Ű§Ù„ْقِيَŰ§Ù…َŰ©ِ.

Maksudnya: “Ya Allah , ampunilah aku, berilah hidayah padaku, anugerahkanlah aku dengan rezki, berilah afiat kepadaku, aku mohon perlindunganMu dari kesempitan tempat berdiri di hari akhirat kelak.[1]


DOA MEMOHON HATI YANG BERSIH

Ű§Ù„Ù„َّّـهُمَّ Ű„Ù†ِّي ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنَ Ű§Ù„ْŰčَŰŹْŰČِ وَŰ§Ù„ÙƒَŰłَلِ، وَْۧÙ„ŰŹُŰšْـنِ وَŰ§Ù„ŰšُŰźْلِ، وَŰ§Ù„Ù‡َ۱َمِ، وَŰčَ۰َِۧۚ Ű§Ù„ْقَÙ€Űšْ۱ِ، Ű§Ù„Ù„َّّـهُمَّ ŰąŰȘِ نَفْŰłِي ŰȘَقْوَŰ§Ù‡َۧ، وَŰČَكِّهَۧ ŰŁَنْŰȘَ Űźَيْ۱ُ مَنْ ŰČَكَّŰ§Ù‡َۧ، ŰŁَنْŰȘَ وَلِيـُّهَۧ وَمَÙˆÙ„Ű§Ù‡َۧ، Ű§Ù„Ù„َّّـهُمَّ Ű„ِنِّي ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ Űčِلْمٍ Ù„Ű§ يَنْفَŰčُ، وَمِنْ قَلْŰšٍ Ù„Ű§ يَŰźْŰŽَŰčُ، وَمِنْ نَفْŰłٍ Ù„Ű§ ŰȘَŰŽْŰšَŰčُ، وَمِنْ ŰŻَŰčْوَŰ©ٍ Ù„Ű§ يُŰłْŰȘَŰŹَُۧۚ لَهَۧ

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindunganMu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kedekut, nyanyuk dan azab qubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan kepadaku dan sucikanlah ia, kerana Engkaulah sebaik-baik Tuhan yang menyucukan , Engkau pelindung dan memeliharanya. Ya Allah, aku memohon perlindunganMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk , nafsu yang tidak puas dan doa yang tidak dikabulkan .[2]


DOA AGAR DIBERI KEKUATAN UNTUK SENTIASA BERZIKIR, SYUKUR DAN TAAT

Ű§Ù„Ù„َّـهُمَّ ŰŁŰčِنِّي Űčَلَى ۰ِكْ۱ِكَ، وَŰŽُكْ۱ِكَ، وَŰ­ُŰłْنِ ŰčِŰšَۧۯَŰȘِكَ

Maksudnya: Ya Allah, tolonglah aku agar dapat berzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan memperelokkan ibadah kepadaMu .[3]

DOA UNTUK MENGELAKKAN RACUN, SANTAU DAN PENYAKIT[4]

ŰŁŰčُÙˆŰ°ُ ŰšِكَلِمَۧŰȘِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ Ű§Ù„ŰȘَّŰ§Ù…َّۧŰȘِ مِنْ ŰŽَ۱ِّ مَۧ Űźَلَقَ

Maksudnya :” Aku mohon perlindungan dengan perkataan Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakannya”.[5]

MENGUBAT DEMAM PANAS
ŰšŰłÙ…ِ Ű§Ù„Ù„Ù€ًّهِ Ű§Ù„ْكِŰšÙ€ÙŠْ۱ِ، نَŰčُÙˆŰ°ُ ŰšŰ§Ù„Ù„َّـهِ Ű§Ù„ْŰčَŰžِيـْمِ مِنْ ŰŽَ۱ِّ ŰčِŰ±Ù‚ٍ نَŰčَّۧ۱ٍ، وَمِنْ ŰŽَ۱ِّ Ű­َ۱ِّ Ű§Ù„Ù†َّÙ€Ű§Ű±ِ

Maksudnya : “Dengan nama Allah yang maha Besar, kami memohon perlindungan dengan Allah yang Maha Agung dari kejahatan urat dan kejahatan kepanasan api ” .[6]

BACAAN MENGUBATI SAKIT

ŰšŰłÙ… Ű§Ù„Ù„Ù‡ 3x ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُ ŰšِŰ§Ù„Ù„Ù‡ِ وَقُŰŻْ۱َŰȘِهِ، مِنْ ŰŽَ۱ِّمَۧ ŰŁَŰŹِŰŻُ وَŰŁُŰ­َۧ۰ِ۱ُ 7 x

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaannya dari kejelekan sesuatu yang aku jumpai dan aku takuti.[7] Keterangan & Petua Beramal
Menurut apa yang diamalkan dalam kaedah perubatan Nabi saw , pesakit boleh mengubat kesakitan yang dialaminya iaitu dengan cara ; Letakkan tangan pada tubuh yang terasa sakit, dan bacalah jampi di atas mengikut bilangan yang diajarkan oleh Nabi saw itu . [8]Menurut al-Tirmizi, Nabi saw bersabda , tidaklah seseorang yang menderita sakit yang belum datang ajalnya , lalu dia membacakan doa ini melainkan akan disembuhkan Allah . [9]

DOA APABILA MELIHAT ORANG YANG DITIMPA MUSIBAH

Ű§Ù„Ű­َمْŰŻُ لِلَّهِ Ű§Ù„َّ۰ِي ŰčَŰ§ÙَŰ§Ù†ِي مِمَّۧ ْۧۚŰȘَÙ„Ű§Ùƒَ Űšِهِ وَفَ۶َّلَنِي Űčَلَى كَŰ«ِÙŠŰ±ٍ مِمَّنْ Űźَلَقَ ŰȘَفْ۶ِÙŠÙ„Ű§ً

Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cubaan kepadamu dan Allah telah memberi kmuliaan kepadaku melebihi orang banyak.[10] Keterangan & Petua Beramal Lanjutan dari hadith di atas , Nabi saw bersabda , barangsiapa yang membaca doa ini, dia tidak akan ditimpa musibah tersebut. Maka janganlah kita lupa mengamalkan doa ini apabila kita melihat sesuatu bencana seperti kemalangan jalanraya, penyakit dan sebagainya berlaku. Mudah-mudahan dengan berkat doa ini, kita terpelihara daripada mengalaminya, InsyaalLah .

DOA APABILA DITIMPA PERKARA YANG TIDAK DISENANGI

قَŰŻَّ۱َ Ű§Ù„Ù„َّـهُ وَ مَۧ ŰŽَۧۥَ فَŰčَلَ
 
Maksudnya: “Allah sudah mentaqdirkan, dan Dia berbuat mengikut apa yang dikehendakiNya”. [11]

DOA AGAR TERHINDAR DARI BERBAGAI KEJAHATAN

Ű§Ù„Ù„َّـهُمَّ ۱َŰšَّ Ű§Ù„ŰłَّمَوَۧŰȘِ Ű§Ù„ŰłَّŰšْŰčِ و ۱َŰšَّ Ű§Ù„ŰŁَ۱ْ۶ِ، وَ۱َŰšَّ Ű§Ù„ْŰčَ۱ْŰŽِ Ű§Ù„ْŰčَŰžِيمِ، ۱َŰšَّنَۧ وَ۱َŰšَّ كُلِّ ŰŽَيْŰĄٍ، فَŰ§Ù„ِقَ Ű§Ù„ْŰ­َŰšِّ وَŰ§Ù„Ù†َّوَى، وَمُنْŰČِلَ Ű§Ù„ŰȘَّوْ۱َۧ۩ِ وَŰ§Ù„Ű„ِنْŰŹِيلِ وَŰ§Ù„Ùُ۱ْقَŰ§Ù†ِ، ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ ŰŽَ۱ِّ كُلِّ ŰŽَيْŰĄٍ ŰŁَنْŰȘَ ۹ِ۟۰ٌ Űšِنَۧ۔ِيَŰȘِهِ، Ű§Ù„Ù„َّـهُمَّ ŰŁَنْŰȘَ Ű§Ù„ŰŁَوَّلُ فَلَيْŰłَ قَŰšْلَكَ ŰŽَيْŰĄٌ، و ŰŁَنْŰȘَ َŰ§Ù„ŰąŰźِ۱ُ فَلَيْŰłَ ŰšَŰčْŰŻَكَ ŰŽَيْŰĄٌ، وَŰŁَنْŰȘَ Ű§Ù„ŰžَّŰ§Ù‡ِ۱ُ فَلَيْŰłَ فَوْقَكَ ŰŽَيْŰĄٌ، وَ ŰŁَنْŰȘَ Ű§Ù„ْŰšَۧ۷ِنُ فَلَيْŰłَ ŰŻُونَكَ ŰŽَيْŰĄٌ، Ű„ِقْ۶ِ Űčَنَّۧ Ű§Ù„ŰŻَّيْنِ، وَŰŁَŰșْنِنَۧ مِنَ Ű§Ù„Ùَقْ۱ِ

Ya Allah , Tuhan langit yang tujuh, tuhan bumi, tuhan arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhansegala sesuatu , pembelah biji dan benih , tuhan yang menurunkan taurat , injil dan al-Furqan ( al-Quran ), aku berlindung kepadaMu dari segala kejahatan yang Engkau pegang ubun-ubunnya, ya Allah engkaulah yang pertama tiada sesuatu sebelumMu, Engkaulah yang paling akhir, tiada sesuatupun sesudahMu. Engkaulah yang Zahir, tiada sesuatu yang lebih hebat dariMu, dan Engkaulah yang batin, tiada sesuatupun yang tersembunyi dariMu, tunaikanlah hutang kami dan cukupkanlah keperluan kami . [12]

DOA WAKTU DITIMPA MUSIBAH

Ű„ِنـَّۧ ِللَّـهِ وَŰ„ِنـَّۧ Ű„ِلَيْهِ ۱َۧۏِŰčُونَ، Ű§Ù„Ù„َّّـهُمَّ ŰŁْŰŹُ۱ْنِي فِي مُŰ”ِÙŠŰšَŰȘِي وَŰŁَŰźْلِفْ لِي Űźَيْ۱ًۧ مِنْهَۧ

Maksudnya : Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (pada hari kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah aku dengan lebih baik(dari musibahku)[13]

DOA SOLAT WITIR

Ű§Ù„Ù„َّـهُمَّ Ű„ِنِّي ŰŁŰčُÙˆŰ°ُ Űšِ۱ِ۶َŰ§Ùƒَ مِنْ ŰłَŰźَŰ·ِكَ، وَ ŰšِمَŰčَŰ§ÙَۧŰȘِكَ مِنْ ŰčُقُÙˆŰšَŰȘِكَ، وَ ŰŁŰčُÙˆŰ°ُ Űšِكَ مِنْكَ، Ù„Ű§ ŰŁُŰ­ْŰ”ِي Ű«َنَۧۥً Űčَلَيْكَ، ŰŁَنْŰȘَ كَمَۧ ŰŁَŰ«ْنَيْŰȘَ Űčَلَى نَفْŰłِكَ
Maksudnya: ‘Ya Allah, Aku memohon perlindungan dengan keredhaanMu daripada ditimpa kemurkaanMu,dan aku memohon dengan keafiatanMu dari ditimpa hukumanMu,dan aku memohon perlindunganMu. Aku tidak mampu untuk membuat pujian ke atasMu sebagaimana Engkau memuji DiriMu sendiri.[14]

DOA MELIHAT PERKARA YANG DISUKAI ATAU DIBENCI

Bacaan Melihat Perkara Yang Disukai
 
Ű§Ù„Ű­َمْŰŻُ للَّـهِ Ű§Ù„َّ۰ِي ŰšِنِŰčْمَŰȘِهِ ŰȘَŰȘِمُّ Ű§Ù„Ű”َّŰ§Ù„ِŰ­َۧŰȘُ
 
Segala Puji bagi Allah yang dengan nikmatNya sempurnalah segala kebaikan .[15]

Bacaan Melihat Perkara Yang Tidak Disukai

Ű§Ù„Ű­َمْŰŻُ للَّـهِ Űčَلَى كُلِّ Ű­َŰ§Ù„ٍ
 
Segala Puji bagi Allah atas segala perkara .

DOA AGAR SELAMAT DARI KEMALANGAN

Ű§Ù„Ù„َّـهُمَّ Ù„Ű§ يَŰŁْŰȘِي ŰšِŰ§Ù„ْŰ­َŰłَنَۧŰȘِ Ű„ِÙ„Ű§َّ ŰŁَنْŰȘَ، وَ Ù„Ű§ يَ۰ْهَŰšُ ŰšِŰ§Ù„ŰłَّيِّŰŠَۧŰȘِ Ű„ِÙ„Ű§َّ ŰŁَنْŰȘَ وَÙ„Ű§ Ű­َوْلَ وَÙ„Ű§َ قُوَّŰ©َ Ű„ِÙ„Ű§َّ ŰšِŰ§Ù„Ù„َّـهِ

Ya Allah , tiada yang mendatangkan kebaikan melainkan Engkau , dan tiada yang menghilangkan keburukan melainkan Engkau, Tiada upaya melainkan dengan Allah swt .[16]

Penjelasan dan cara beramal
Menurut Ibnus Sunni, Nabi saw mengajar kita memohon keselamatan dari musibah-musibah yang dirasakan akan berlaku. Terutamanya zaman sekarang apabila berbagai kemalangan berlaku tanpa mengambil kira masa dan tempat, maka seseloknya kita beramal dengan doa ini selain dari mengambil langkah-langkah patut untuk mengelakkannya .

BACAAN KETIKA TAKUT

Ű§Ù„Ù„Ù‡ُمَّ Ű„ِنَّۧ نَŰŹْŰčَلُكَ فِي نُŰ­ُÙˆŰ±ِهِمْ وَ نَŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ ŰŽُ۱ُÙˆŰ±ِهِمْ

Ya Allah, kami jadikan Engkau di leher mereka dan kami berlindung kepadaMu dari kejahatan mereka [17]

DOA APABILA RIBUT

Ű§Ù„Ù„َّهُمَّ Ű„ِنِّي ŰŁَŰłْŰŁَلُكَ Űźَيْ۱َهَۧ وَŰŁَŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ ŰŽَ۱ِّهَۧ
 
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadamu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya.[18]

DOA MURAH REZEKI

Ű§Ù„َّلهُمَّ ۧŰșْفِِ۱ْلِي ۰َنْŰšِي وَوَŰłِّŰčْ لِِي فَي ŰŻَۧ۱ِي، وَŰšَۧ۱ِكْ لِي فِيمَۧ ۱َŰČَقْŰȘَنِي

Ya Allah , ampunkanlah dosaku, dan kurniakan padaku keluasan pada tempat tinggalku , dan berkatilah pada rezki yang Kau kurniakan padaku.[19]

DOA AGAR MENDAPAT PELUANG PERNIAGAAN DAN REZKI YANG PALING BANYAK

Ű§Ù„Ù„َهُمَّ ۧۏْŰčَلْنِي مِنْ ŰŁَŰčْŰžَمِ ŰčِŰšَۧۯِكَ نَŰ”ِÙŠŰšŰ§ً فِي كُلِّ Űźَيْ۱ٍ ŰȘَقْŰłِمُهُ فِي Ű§Ù„ŰșَŰŻَۧ۩ِ مِنْ نُÙˆŰ±ٍ ŰȘَهْŰŻِي Űšِهِ، وَ۱َŰ­ْمَŰ©ٍ ŰȘَنْŰŽُ۱ُهَۧ، وَ۱ِŰČْقٍ ŰȘَŰšْŰłُŰ·ُهُ، وَ۶ُ۱ٍّ ŰȘَكْŰŽِفُهُ، وَŰšَÙ„Ű§ŰĄٍ ŰȘَ۱ْفَـŰčُهُ، وَفِŰȘْـنـَŰ©ٍ ŰȘَŰ”ْ۱ِفُهَۧ، وَŰłُÙˆŰĄٍ ŰȘَŰŻْفَـŰčُـهُ.

Maksudnya: “Ya Allah, jadikanlah aku antara kalangan hambaMu yang mendapat bahagian (pencapaian) yang hebat pada nur yang Engkau kurniakan sebagai hidayah, dan rahmat yang Engkau kurniakan, dan rezki yang Engkau sebarkan, dan mudharat yang Engkau selamatkan ( dari menimpa hamba-hambaMu ), dan bala yang Engkau angkatkan( dari menimpa hamba-hambaMu ), dan fitnah yang Engkau jauhkan( dari menimpa hamba-hambaMu ), dan keburukan yang Engkau hindarkan
( dari menimpa hamba-hambaMu )”.[20]

DOA KETIKA DALAM KESUSAHAN

Ù„Ű§َ Ű„ِلَهَ Ű„ِÙ„Ű§َ ŰŁَنْŰȘَ ŰłُŰšْŰ­َŰ§Ù†َكَ Ű„ِنِّي كُنŰȘُ مِنْ Ű§Ù„ŰžَّŰ§Ù„ِمِينَ
 
Maksudnya: “Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.[21]

DOA PADA WAKTU PAGI DAN PETANG

Űšِۧ۳ْمِ Ű§Ù„Ù„َّـهِ Ű§Ù„َّ۰ِي Ù„Ű§ يَ۶ُ۱ُّ مَŰčَ ۧ۳ْمِهِ ŰŽَيْŰĄٌ فِي Ű§Ù„ŰŁَ۱ْ۶ِ وَ Ù„Ű§ فِي Ű§Ù„ŰłَّÙ…Ű§ŰĄِ وَهُوَ Ű§Ù„ŰłَّمِيŰčُ Ű§Ù„ْŰčَلِيمُ
 
Maksudnya: “Dengan nama Allah yang tidak memudaratkan dengan namaNya itu sesuatu yang berada di bumi dan di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui”. [22]

DOA UNTUK MENGELAK LUPA

Ű§Ù„Ù„َهُمَّ ŰČِŰŻْنَۧ وَ Ù„Ű§ ŰȘَنْقُŰ”ْنَۧ، وَŰŁَكْ۱ِمْنَۧ وَÙ„Ű§َ ŰȘُهِنَّۧ، وَŰŁَŰčْŰ·ِنَۧ وَÙ„Ű§َ ŰȘَŰ­ْ۱ِمْنَۧ، وَ۹ِ۫Ű±Ù†َۧ وَÙ„Ű§َ ŰȘُŰ€ْŰ«ِ۱ْ Űčَلَيْنَۧ، وَ ۧ۱ْ۶ِنَۧ وَۧ۱ْ۶َ Űčَنَّۧ.

“Ya Allah , tambahkanlah buat kami jangan Engkau kurangkan, Muliakankah kami, jangan dihina, berilah buat kami, jangan ditahannya, dan pilihlah kami jangan Engkau biarkan, dan redhailah kami dan redhailah pula semua usaha kami” .[23]

DOA MEMOHON SELAMAT DARI BALA DAN KEHINAAN

Ű§Ù„Ù„َّهُمَّ Ű„ِنِّي ŰŁَŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ ŰŹَهْŰŻِ Ű§Ù„ْÙ€ŰšَÙ„Ű§ŰĄِ، وَŰŻَ۱َكِ Ű§Ù„ŰŽَّقَۧۥِ، وَ ŰłُÙˆŰĄِ Ű§Ù„ْقَ۶َۧۥِ، وَŰŽَمَۧŰȘَÙ€Ű©ِ Ű§Ù„ŰŁَŰčْŰŻَۧۥِ

Maksudnya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesusahan bala, hinanya kesengsaraan, keburukan qadha` dan kegembiraan musuh ( terhadap masalahku .)[24]

DOA BERLINDUNG PENYAKIT-PENYAKIT BAHAYA SOPAK, GILA DAN STROK

Ű§Ù„Ù„َّهُمَّ Ű„ِنِّي ŰŁŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ Ű§Ù„Űšَ۱َŰ”ِ، وَŰ§Ù„ŰŹُنُونِ، وَŰ§Ù„ŰŹُ۰َŰ§Ù…ِ، وَمِنْ ŰłَيِّŰĄِ Ű§Ù„ŰŁَŰłْقَŰ§Ù…ِ

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit sopak, gila, kusta dan keburukan berbagai penyakit yang lainnya .[25]

SAYYIDUL ISTIGHFAR ( PENGHULU ISTIGHFAR )

Dalam sebuah hadith riwayat Al-Bukhari dari Syaddad bin Aus , Nabi mengajar sepotong doa . Sesiapa yang membacanya dengan keimanan pada waktu pagi , lalu dia mati pada petangnya , maka dia akan menjadi ahli syurga . Demikian pula bagi yang membacanya dengan keimanan pada waktu petang , lalu meninggal dunia selepas itu maka jadilah dia dari kalangan ahli syurga :
 
Ű§Ù„Ù„َّهمَّ ŰŁًنْŰȘَ ۱َŰšِّي Ù„Ű§ Ű„Ù„َهَ Ű„ِÙ„Ű§َّ ŰŁَنْŰȘَ ŰźَلَقْŰȘَنِي وَ ŰŁَنَۧ ŰčَŰšْŰŻُكَ، وَŰŁَنَۧ Űčَلَى ŰčَهْŰŻِكَ وَوَŰčْŰŻِكَ Ù…Ű§ ۧ۳ْŰȘَŰ·َŰčْŰȘُ، ŰŁŰčُÙˆŰ°ُŰšِكَ مِنْ ŰŽَ۱ِّ مَۧ Ű”َنَŰčْŰȘُ، ŰŁŰšُÙˆŰĄُ لَكَ ŰšِنِŰčْمَŰȘِكَ Űčَلَيَّ وَŰŁَŰšُÙˆŰĄُ Űšِ۰َنْŰšِي، ÙŰ§Űșْفِ۱ْلِي فَŰ„ِنَّهُ Ù„Ű§ يَŰșْفِ۱ُ Ű§Ù„Ű°ُّنُÙˆŰšَ Ű„ِÙ„Ű§َّ ŰŁَنْŰȘَ.
 
Maksudnya: “Ya Allah, tiada Tuhan yang sebenar melainkan Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku, aku adalah hambaMu, dan aku berjanji mentaatiMu semampuku, aku berlindung dariMu dari kejahatan kelakuanku. Ku kembalikan kepadaMu segala nikmat yang Kau berikan dan aku kembali kepadaMu dengan dosa yang kulakukan. Ampunilah aku, kerana tiada siapa yang dapat mengampuniku melainkan Engkau”.[26]

DOA DIPERMUDAHKAN HISAB

َۧللَّهُمَّ Ű­َۧ۳ِŰšْنِي Ű­ِŰłًَۧۚۧ يَŰłِÙŠŰ±Ű§ً

Maksudnya: “Ya Allah Mudahkanlah perhitunganku”.

DOA AGAR PANJANG UMUR, MURAH REZKI DAN DIBERKATI

Ű§Ù„Ù„Ù‡ُمَّ ŰŁÙƒْŰ«ِ۱ْ مَŰ§Ù„ِي وَوَلَŰŻِي، وَŰšَۧ۱ِكْ لِي فِيمَۧ ŰŁَŰčْŰ·َيْŰȘَنِي، وَŰŁَŰ·ِلْ Ű­َيَۧŰȘِي Űčَلَى Ű·َۧŰčَŰȘِكَ، وَŰŁَŰ­ْŰłِنْ Űčَمَلِي، وَۧŰșْفِ۱ْلِي

Ya Allah, banyakkanlah hartaku dan anakku, serta berilah keberkatan atas setiap apa yanga Engkau kurniakan. Panjangkanlah kehidupanku dalam ketaatan terhadapMu serta perbaikilah amalanku dan kurniakanlah keampunan kepadaku . [27]

DOA AGAR DAPAT MEMBAYAR HUTANG

Ű§Ù„Ù„َّهُمَّ Ű§Ùƒْفِنِي ŰšِŰ­َÙ„Ű§Ù„ِكَ Űčَنْ Ű­َŰ±Ű§Ù…ِكَ وَŰŁَŰșْنِنِي Űšِفَ۶ْلِكَ Űčَمَّنْ ŰłِوَŰ§Ùƒَ
 
Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Kayakanlah aku dengan AnugerahMu, (hingga aku tidak minta) kepada selainMu. [28]

DOA MEMOHON KETETAPAN IMAN DAN KELANGSUNGAN NIKMAT

Ű§Ù„Ù„َّهُمَّ Ű„ِنِّي ŰŁَŰłْŰŁÙ„ُكَ Ű„ِيمَŰ§Ù†Ű§ً Ù„Ű§ يَ۱ْŰȘَŰŻُّ، وَنَŰčِÙŠÙ…Ű§ً Ù„Ű§ يَنْفَŰŻُ، وَ مُ۱َŰ§ÙَقَŰ©َ مُŰ­َمَّŰŻٍ Ű”َلَّى Ű§Ù„Ù„Ù‡ُ Űčَلَيْهِ وَŰłَلَّمَ فِي ŰŁَŰčْلَى ŰŹَنَّŰ©ِ Ű§Ù„ْŰźُلْŰŻِ .

Maksudnya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu iman yang tidak akan lepas ( murtad ) nikmat yang tak akan habis dan menyertai Nabi Muhammad saw di syurga yang paling tinggi selama-lamanya .[29]

DOA MASUK PASAR

Ù„Ű§ Ű„ِلَهَ Ű„ِÙ„Ű§َّ Ű§Ù„Ù„َّـهُ وَŰ­ْŰŻَهُ Ù„Ű§ ŰŽَ۱ِيكَ لَهُ، لَهُ Ű§Ù„ْمُلْكُ وَلَهُ Ű§Ù„ْŰ­َمْŰŻُ يُŰ­ْيِي وَيُمِيŰȘُ وَهُوَ Ű­َيٌّ Ù„Ű§َ يَمُوŰȘُ، ŰšِيَŰŻِهِ Ű§Ù„ْŰźَيْ۱ُ، وَهُوَ Űčَلَى كُلِّ ŰŽَيْŰĄٍ قَŰŻِÙŠŰ±ٌ

Maksudnya : Tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya, baginya kerajaan, baginya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan , Dialah yang hidup tidak akan mati. Di tanganNya kebaikan. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.[30]

Rujukan :
 
[1] HR al-Nasa`ei no 209 , Ibn Majah no 1356 , lihat sahih sunan al-Nasa`ei no 356 dan sahih Ibn Majah no 226
 
[2] HR Muslim no 2722 [3] HR Abu Dawud no 1522 , dianggap sebagai sahih oleh al-Hakim ,

[4] Tajuk ini disesuaikan dari bahasa Arabnya: Ma Yuqalu Li Daf’ al-Sumum Wa Al-Afat dari Kitab Al-Nasihat Fi Al-Ad’iyyat Al-Sahihat karangan al-Imam Ab Ghani Al-Maqdisiy
 
[5] HR Muslim no 2709, Ibn Hibban no 2360 dan Ibnus Sunni no 533
 
[6] HR al-Hakim dalam al-Mustadrak no 414,dianggapnya sebagai sahih,

[7] H R Muslim no 2202
 
[8] Lihat Syarh Nawawi ‘ala Muslim, no 184 ,

[9] HR al-Tirmizino 2083 , lihat sahih al-Tirmizi no 1698
 
[10] HR al-Tirmidzi no 3431 [11] HR Muslim no 2664
 
[12] HR Muslim no 2713
 
[13] HR Muslim no 918
 
[14] HR al-Tirmizi no 3566, hadith hasan
 
[15] HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no 499 ,
 
[16] HR al-Tirmizi no 3482 , lihat sahih al-Jami’ al-Soghir no 1297 , sahih al-Nasa’ei no 5053
 
[17] HR Abu Dawud dan An-Nasa’ei dengan sanad yang sahih. Al-Azkar no 318 mengikut susunan oleh Dr Hamid Ahmad Al-Tahir. [18] HR Abu Dawud no 5097 , Ibn Majah no 3727
 
[19] HR Ahmad , al-Tirmizi( Al-Jami’ Al-Tirmizi dalam bab al-da’awat , Ahmad ( al-Musnad 4 / 399 ) , Al-Nasa’ ei ( Amal al-Yaum wallailah ms 172 ) Ibnus Sunni ( Amal al-Yaum wallailah) dan dianggap sebagai sahih oleh An-Nawawi
 
[20] HR Ibn Abi Syaibah dan Al-Tabarani, lihat kitab Da’ei al-Falah oleh Al-Suyuti hlm 61. 
 
[21] Doa ini dipetik daripada ayat ke 87 surah Al-Anbiya`.
 
[22] HR al-Tirmizi no 3388 hadith hasan.
 
[23] HR al-Tirmizi no 3173, Lihat Tafsir Ibn Kathir : tafsir ayat 1, Surah al-Mukminun [24] HR al-Bukhari no 6347 dan Muslim no 2707

[25] HR Abu Dawud no 1554, al-Nasa’ei no 270 , lihat sahih an-Nas’ei no 1116

[26] HR al-Bukhari no 6306
 
[27] HR al-Bukhari dalam adab al-mufrad no 653 dan. HR al-Tirmizi no 2329

[28] HR al-Tirmizi no 3563 , Ahmad 1/153 dari Ali r.a

[29] HR Ibn Hibban no 2436,
 
[30] HR al-Tirmizi no 3429, Al Hakim no 538 , hasan