Monday, December 7, 2015

Amalan-amalan Kebaikan Kepada Allah SWT.

1.Mendoakan orang lain mendapatkan pahala sebanyak orang yang di doakan.

Melakukan amalan tanpa melakukannya dengan susah payah tapi mendapatkan pahala besar adalah hal yang sangat mustahil.Mendapatkan pahala besar tanpa mengeluarkan biaya,keringat dan tenaga.Salah satu amalan yang dapat dilaksanakan adalah mendoakan orang lain.

“Barang siapa yang mendoakan mukmin laki-laki atau pun perempuan nescaya Allah akan memberi pahala kebaikan dari setiap mukmin laki-laki dan perempuan  yang didoakannya.” (HR.al-Thabrani dan di anggap hasan oleh Albani.)

Maka perbanyaklah mendoakan orang lain dalam kebaikan dan ketakwaan.Dan janganlah kalian mendoakan mereka dalam keburukan ,suatu hal yang tak mungkin terjadi, memutus silaturahmi, dan  tak boleh mendoakan orang kafir agar di ampuni,tetapi boleh lah kalian berdoa agar ia di beri hidayah untuk masuk ke dalam islam.Salah satu doa yang mungkin biasa di praktikkan:
“Ya Allah, ampunilah dosa orang-orang muslim baik laki-laki maupun wanita, baik  yang masih hidup,atau yang telah meninggal dunia.dengan rahmat Mu  Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

2.Kelebihan Zikir Kepada Allah SWT.

a.Zikir lebih banyak daripada dunia dan seisinya.

Apakah ada kekayan yang lebih tinggi nilainya daripada dunia dan seisinya? Ziikir adalah salah satunya.Amalan ini ringan tapi dan memerlukankan waktu yang singkat tapi dapat mengalahkan nilai kekayan dunia dan seisinya.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Aku membaca: Subhaanallah wal hamdulillah walaailaaha illallahu wallahu akbar (Maha Suci Allah,segala  puji bagi Allah, Tiada Tuhan yang berhaq di sembah selain Allah dan Allah Maha Besar). Bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apa yang dibawah sinar matahari.”(HR.Muslim)

Maka perbanyaklah zikir ia adalah amalan yang ringan tapi bernilai berat disisi Allah Subhaanahu Wa Taa’la.

b.Zikir yang pahalanya lebih daripada membebaskan sepuluh hamba sahaya.

Membebaskan seorang hamba sahaya mengeluarkan perbelanjaan yang besar.Dan apalagi membebaskan sepuluh orang hamba sahaya yang pada di zaman ini hamba sahaya sudah tidak ditemukan lagi. Oleh itu, amalan ini berpahala imbang dengan membebaskan sepuluh orang hamba sahaya, dalam hadisnya Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang membaca:

 “ ..Ù„Ű§َ Ű„ِلَـهَ Ű„ِÙ„Ű§َّ Ű§Ù„Ù„Ù‡ُ وَŰ­ْŰŻَهُ Ù„Ű§َ ŰŽَ۱ِيْكَ لَهُ، لَهُ Ű§Ù„ْمُلْكُ وَلَهُ Ű§Ù„ْŰ­َمْŰŻُ وَهُوَ Űčَلَى كُلِّ ŰŽَيْŰĄٍ قَŰŻِيْ۱ُ.

“Laa ilaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku wa huwalhamdu wahuwa ‘alaa kulli syay-‘in qadiyr”

(Tidak ada Illah yang berhak di sembah selain Allah yang tunggal,tiada sekutu baginya.Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian dan dia berkuasa atas segala sesuatu),"

Pada setiap hari seratus kali maka baginya sama dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya dan tertulis baginya seratus kebaikan dan dihapus daripadanya seratus dosa dan menjadi perlindungan baginya sepanjang hari itu hingga petang hari.Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama dari yang berbuat seperti itu atau yang lebih banyak dari pada itu.”(disepakati oleh Bukhari dan Muslim)

c.Zikir yang pahalanya memenuhi timbangan amal.

Pada hari akhir nanti semua orang akan ditimbang oleh Allah SWT akan amal perbuatannya.Apabila lebih berat pahalanya maka ia akan dimasukan ke dalam syurga dan apabila lebih berat dosanya maka ia akan dimasukan ke dalam neraka.Nauzubillahi min zaalik.Nah amalan ini ringan tidak susah di amalkan namun berat dalam timbangan.

 Dari Abu Malik Al-asy’ari radhiallohu ‘anhu,Rasulullah SAW bersabda:“Kebersihan itu separuh keimanan,dan ucapan alahamdulillah itu memenuhi timbangan amal,dan Subhaanallahi walhamdulillah itu memenuhi keduanya atau memenuhi antara langit dan bumi.”(HR Muslim)

Apabila kita mengucapkannya dengan keyakinan mantap maka tidaklah ringan timbangan kita di hari kiamat kelak.Insya Allah.

Dan pada hadis lain: “Ada dua kalimat yang ringan di ucapkan di lisan,dicintai oleh Allah Yang Maha Penyayang,berat di timbangan yaitu Subhaanallah wabihamdih Subhaanallahi bil ‘adziim.” (HR.Bukhari dan Muslim)

 Dengarkan pesan ini: kunci kejayaa  ada perhatian dan kerajinan.Tidak usah berfikir panjang lebar kerana zikir ini tidak berat.

d.Zikir yang mendatangkan seribu kebaikan dan menghapuskan seribu dosa.

Di dunia ini tidak ada yang tidak berdosa.Semua orang mesti pernah melakukan dosa.Dosa itu tidak mudah di hapus di hadapan Allah.Misalnya kita harus beristighfar,bertaubat, dll. Tapi dengan zikir ini dosa-dosa boleh terhapus hingga beribu-ribu dosa.

Sabda Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Apakah seorang diantara kamu tidak mampu mengerjakan seribu kebaikan dalam setiap harinya? Salah seorang sahabat yang ikut duduk bersama baginda bertanya:”Bagaimana cara salah seorang diantara kami dapat mengerjakan seribu kebaikan?”Baginda menjawab:”Membaca tasbih (subhaanallah) seratus kali dapat mendatangkan seribu kebaikan atau menghapus seribu dosa atau kesalahan.”(HR.Muslim)

e.Zikir yang dibalasi pohon kurma di syurga.

Pohon kurma adalah pohon yang mempunyai banyak barakah didalamnya.Diantaranya dapat menguatkan badan,menyambuhkan berbagai penyakit, dll.Pohon kurma tidak kita temukan di negara kita melainkan hanya tumbuh didataran Arab Saudi.Ada cara praktis agar kita dapat menanam pohon kurma yang nantinya akan kita nikmati di dalam syurga.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca zikir Subhaanallahil ‘adziimi wabihamdihi (Maha Suci Allah yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya) maka akan ditanamkan untuknya sepohon kurma di syurga.”(HR.Al-thirmidzi dan dianggap shahih oleh al-Albani)

Oleh kerana itu marilah kita membuat hutan kurma di syurga sejauh mata kita memandang.

 3.Doa Masuk Pasar Untuk Mendapatkanta Keutamaan.

Hendaklah diantara  kalian mengucapkan doa sebelum masuk kedalam pasar. 
Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ ŰŻَŰźَلَ Ű§Ù„Űłُّوق فَقَŰ§Ù„َ : Ù„Ű§ Ű„ِلَه Ű„ِلَّۧ Ű§Ù„Ù„َّه وَŰ­ْŰŻÙ‡ Ù„Ű§ ŰŽَ۱ِيك لَهُ، لَهُ Ű§Ù„ْمُلْك وَلَهُ Ű§Ù„ْŰ­َمْŰŻ، يُŰ­ْيِي وَيُمِيŰȘُ، وَهُوَ Ű­َيّ Ù„Ű§ يَمُوŰȘ، ŰšِيَŰŻِهِ Ű§Ù„ْŰźَيْ۱ُ، وَهُوَ Űčَلَى كُلّ ŰŽَيْŰĄ قَŰŻِÙŠŰ±، كَŰȘَŰšَ لَهُ ŰŁَلْفَ ŰŁَلْفِ Ű­َŰłَنَŰ©ٍ، وَمَŰ­َۧ Űčَنْهُ ŰŁَلْفَ ŰŁَلْفِ ŰłَيِّŰŠَŰ©ٍ، وَ۱َفَŰčَ لَهُ ŰŁَلْفَ ŰŁَلْفِ ŰŻَ۱َŰŹَŰ©ٍ – وفي Ű±ÙˆŰ§ÙŠŰ©: ÙˆŰšÙ†Ù‰ له ŰšÙŠŰȘًۧ في Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű© –

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir”

[Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”,

maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – Dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga"

 ”[HR at-Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), ad-Daarimi (no. 2692) dan al-Hakim (no. 1974) dari dua jalur yang saling menguatkan. Dinyatakan hasan oleh imam al-Mundziri (dinukil oleh al-mubarakfuri dalam kitab “’Aunul Ma’bud” 9/273) dan syaikh al-Albani dalam kitab “Shahihul jaami’” (no. 6231).)

Hadits yang mulia ini menunjukkan sangat besarnya keutamaan dan pahala orang yang membaca zikir ini ketika masuk pasar [Lihat kitab “Syarhu shahihil Bukhari Libni Baththaal” (11/256) dan “Tuhfatul ahwadzi” (9/272).]

Imam ath-Thiibi berkata, “Barangsiapa yang berzikir kepada Allah (ketika berada) di pasar maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah Ta’ala berfirman tentang keutamaan mereka,

{۱ِŰŹَŰ§Ù„ٌ Ù„Ű§ ŰȘُلْهِيهِمْ ŰȘِŰŹَۧ۱َŰ©ٌ وَÙ„Ű§ ŰšَيْŰčٌ Űčَنْ ۰ِكْ۱ِ Ű§Ù„Ù„َّهِ وَŰ„ِقَŰ§Ù…ِ Ű§Ù„Ű”َّÙ„Ű§Ű©ِ وَŰ„ِيŰȘَۧۥِ Ű§Ù„ŰČَّكَۧ۩ِ يَŰźَŰ§Ùُونَ يَوْمًۧ ŰȘَŰȘَقَلَّŰšُ فِيهِ Ű§Ù„ْقُلُÙˆŰšُ وَŰ§Ù„ŰŁŰšْŰ”َۧ۱ُ، لِيَŰŹْŰČِيَهُمُ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَŰ­ْŰłَنَ مَۧ ŰčَمِلُÙˆŰ§ وَيَŰČِÙŠŰŻَهُمْ مِنْ فَ۶ْلِهِ وَŰ§Ù„Ù„َّهُ يَ۱ْŰČُقُ مَنْ يَŰŽَۧۥُ ŰšِŰșَيْ۱ِ Ű­ِŰłٍَۧۚ}

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38) [Dinukil oleh al-Mubarakfuri dalam kitab “Tuhfatul ahwadzi” (9/273).]

4.Memberi Kelonggaran bagi Yang Berhutang Akan Mendapatkan Pahala Sedekah Dua Kali Ganda.

Sudahkah kalian mersakan betapa beratnya bersedekah.Mengeluarkan wang yang menurut kita sangat bererti bagi kita.Kan tetapi ada juga amalan yang menyumbang secara tidak sengaja.Dalam hadist satu ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memberi tempuh kepada seorang belum mampu membayar hutang maka setiap hari ia memiliki sedekah sampai hutang itu jatuh tempuh.Jika jatuh tempuh dan orang itu belum mampu membayar hutangnya kemudian ia memberi kelonggaran lagi, maka setiap hari ia bersedekah dua kali lipat dari harta yang dipinjamkannya.”(Dianggap shahih oleh Hakim dan disepakati oleh Al-Bani.)

Amalan ini dapat kita lakukan  dengan cara memberi tempuh kepada orang yang belum mampu membayar hutang kepada kita.Kita tidak berinfak kepada orang lain tetapi hanya memberi kelonggaran terhadap orang yang berhutang tetapi kita akan mendapatkan pahala berinfak.

6.Menjenguk Orang Sakit Didoakan oleh 70.000 para Malaikat.

Malaikat adalah makhluk yang maksum.Dalam artian malaikat adalah makhluk yang tidak memiliki dosa dan salah.Oleh kerana itu doa para malaikat akan mudah dikabulkan oleh alloh subhaanahu wata’ala.Dan sangat bagus kalau kita bias di doakan oleh malaikat.Tips berikut yang di ajarkan oleh Rasulullah agar kita bias di doakn oleh  para malaikat.

“Tiada seorang muslim yang menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan dia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga sore hari.Dan ia menjenguk pada sore hari maka ia di doakan oleh 70.000 malaikat hingga pagi harinya.Dan akan mendapatkan jaminan buah-buahan yang siap di petik di dalam syurga.”(HR .Tirmidzi dan dia berkata hasan dianggap shahih oleh al-Bani)

Menjenguk orang sakit mudah dilakukan sesambi kita mempererat tali silaturahmi dan kekerabatan.Apalagi menjenguk orang sakit adalah salah satu kewajiban muslim terhadap muslim lainnya.

“Sesungguhnya Rasulullah Sallallohu ‘Alihi Wasallam bersabda:”Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam.Dikatakan kepada beliau, apa itu Yaa Rasuulullah?? Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:”engkau hendaknya memberi salam ketika bertemu kepadanya,menghadirinya undangannya, memberi nasihat ketika ia meminta, mendoakanya ketika ia bersin jika ia memuji Allah,dan menjenguknya ketika ia sakit, dan engkau selenggarakn jenazahnya jika ia meninggal dunia.”(HR.Muslim)

7.Membaca Satu Huruf dari Al-Qur’an Mendapat Sepuluh Pahala.

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasllam bersabda:“Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-qur’an maka ia mendapat satu kebaikan dan setiap kebaikan mempunyai sepuluh kelipatan pahala. Aku tidak mengatakan Aliflaammim itu satu huruf, tapi aliif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.”(HR,Tirmidzi)

Membaca al-qur’an sangat mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bisa kita lakukan dengan murojaah, dalam sholat dll.Al-qur’an adalah bacaan yang mulia oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk membacanya, terlebih lagi kalau kita menghafal,mentadaburi, mengamalkan, dan mendakwah kannya.Berapa besar pahala yang kita dapatkan.Terlebih lagi apabila kita membacanya hingga khatam.Belum lagi termasuk doa-doa yang kita baca dalam al-qur’an, selain kita mendapatkan pahala kita juga dapat berdoa untuk diri kita dan banyak manfaat lain dalam membaca al-qur’an.

Para imam terdahulu salah satu contohnya adalah imam Syafi’I mampu mentamatkan al-qur’an 60 kali dalam bulan Ramadhan.Memang para ulama terdahulu sangat serius sekali dalam bertadarrus di bulan Ramadhan.Dan yang lainnya adalah:

a.Usman bin Affan radhiallohu ‘anhu menamatkan al-qur’an setiap hari dalam bulan Ramadhan.

b.Al-Aswad menamatkan tadarrusnya setiap malam dalam bulan Ramadhan.

c.Qatadah menamatkan tadarrusnya setiap tiga hari dalam bulan Ramadhan, tapi kalau masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, dia menamatkan setiap malam sekali.

Waktu yang mudah untuk kita menghafalkan atau membaca al-qur’an yaitu setelah maghrib sampai ‘isya dan setelah shubuh.Waktu-waktu itu mempermudah kita menghafal dan menbaca al-qur’an , sehingga kita dapat lebih konsentrasi, mudah mengingat dan mudah dalam mentadaburi al-qur’an.Selain itu kita dapat melakukanya pada saat kita mempunyai waktu luang yang kosong.Dan bagi kamu yang belum lancar membaca al-qur’an kamu akan mendapatkan bonus tambahan.

Lihat janjinya dalam sabda nabi shallallohu ‘alihi wasallam: “Orang yang membaca al-qur’an secara mahir maka dia bersama para malaikat yang mulia, sedangkan yang membaca al-qur’an secara terbata-bata dan kesulitan maka baginya dua pahala.”(HR.Bukhari dan Muslim)

Sebelum mebaca al-qur’an maka perhatikan adab-adabnya agar mendapatkan kesempurnaan pahala.Yaitu:

a.Bersucilah sebelum membaca la-qura’n agar suci dari hadas besar dan hadas kecil, dan juga duduklah dengan sopan dan tenang

 b.Hendaklah membacanya dengan tartil dan tidak cepat-cepat, agar kamu sekalian dapat menghayati apa yang dibaca.

Rasulullah shallallohu ‘alihi wasallam bersabda: “Siapa saja yang membaca al-qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, bererti dia tidak memahami.”(HR.Ahmad dan para penyusun kitab-kitab sunan)

c.Bacalah al-qur’an dengan khusyu’.Dikalau boleh menggambarkan rona duka cita atau tangis di wajah kerana sentuhan ayat Allah yang dibaca.

Rasulullah Shallallahu ‘Alihi Wasallam bersabda: ”Bacalah al-qur’an dan menangislah, apabila kamu tidak bisa menangis maka usahakanlah seakan-akan engkau menangis (kerana ayat yang engkau baca)”(HR.Al-Bazzar)

Allah juga menjelaskan dalam suatu ayat tentang sifat-sifat hamba-Nya yang solih:

“Dan mereka atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”(Surah.Al-isra’ ayat 109)

d.Agar membaguskan suara saat membaca, sebagaimana sabda rasulullah sallallohu ‘alihi wasallam:

”Hiasilah al-qur’an dengan suaramu.” (HR.Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim)

Ada juga hadis lain yang membahas tentang ini: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan al-qur’an.”(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Maksud dalam hadis ini adalah membaca al-qur’an dengan susunan bacaan yang jelas makhraj hurufnya, panjang pendek bacaannya, dan tidak keluar dari ketentuan kaidah tajwid.

e.Membaca al-qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan bila kamu akan membaca al-qur’an, maka mintalah perlindungan kepada alloh dari godaan-godaan syetan yang terkutuk.”(Surah al-Nahl ayat 98)

Apabila membaca al-qur’an dimulai dari awal surat maka setelah membaca isti’adzah dianjurkan untuk membaca basmallah, tapi apabila membaca al-qur’an tidak berada pada awal surah maka tidak dianjurkan untuk membaca basmallah.Namun apabila pada surat at-Taubah maka tida dianjurkan membaca basmallah,cukup dengan membaca isti’azah.

f.Membaca al-qur’an dengan berusaha tahu artinya dan memahami inti ayat yang dibaca.Firman Alloh ta’ala: “Apakah mereka tidak memperhatikan al-qur’an, ataukah hati mereka terkunci?”(Surah.Muhammad ayat 24)

g.Tak perlu membaca al-qur’an dengan suara keras dan tempat yang banyak orang.Namun cukup dengan suara pelan, lirih atau dalam hati saja secara khusyu’.Dan jangan sampai menganggu temanmu yang lain yang sedang solat.

Rasulullah Sallallahu ‘Alihi Wasallam bersabda: “Orang yang terang-terangan membaca al-qur’an, sama dengan orang yang terang-terangan dalam shodaqoh.”(HR.Tirmidzi,Nasa’I,dan Ahmad)

Dan diusebutkan juga dalam hadisnya: “ingatlah setiap hari dari kamu bermunajat kepada rabb-Nya, maka janganlah salah satu dari kamu menganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh mengangkat suara dari yang lain di dalam membaca al-qur’an.”(HR.Abu Dawud, Nasa’I, Baihaqi, dan Hakim)

Oleh kerana itu jangalah kita sia-siakan bacaan al-qur’an yang kita baca karena kita tida memperhatikan sunnah-sunnah Rasulullah Salallahu ‘Alihi Wasallam yang baginda ajarkan pada kita.

9.Belajar Di Masjid atau Membaca Al-qur’an Pahalanya Lebih Besar Daripada Mendapat Unta Dua Ekor

Pernahkah dari kalian mndapat kan seekor unta.Unta di negri kita tidak dapat ditemukan.Adapun jika pergi ke dataran Arab unta termasuk binatang yang sangat mahal harganya.Dengan membaca al-Qur’an di masjid atau sekedar untuk belajar saja maka kita setara dengan memiliki dua ekor unta tanpa harus pergi untuk membeli ke dataran Arab dan tidak mengeluarkan uang sedikit pun.Dan juga masih banyak keutamaan lainya jika kamu mengerjakan amalan yang bermanfaat di dalam masjid.Seperti mendengarkan kajian dan lain-lain.

Rasulullah Salallahu ‘Alihi Wasallam bersabda: “Siapakah diantara kalian yang pergi buthaah atau al-‘aqiiq kemudian ia pulang dengan membawa dua ekor unta yang bagus-bagus tanpa berbuat dosa atau memutuskan tali persaudaraan? Kami menjawab, “kami semua menginginkan “.

Rasulullah Salallahu ‘Alihi Wasallam bersabda:”Mengapa kamu tidak pergi ke masjid kemudian kamu belajar disana atau membaca dua ayat dari kitab Allah Subhaanahu Wa Ta’ala maka itu lebih baik daripada dua ekor unta dan bila belajar atau membaca tiga atau empat ayat maka lebih baik dari tiga atau empat unta dan selanjutnya setiap hitungan sama dengan hitungan  unta.”(HR.Muslim dan Ahmad)

Oleh kerana itu marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan unta sebanyak-banyaknya.

10.Muadzin atau Tukang Azan Mendapat Pahala Sebanyak Orang Solat Bersamanya dan wajib Masuk Syurga.

a.Pahala Sebanyak Pahala Orang Solat Bersamanya.

“Muazin (tukan azan) itu akan diampuni dosa-dosanya sesuai dengan panjangnya suara azan dan pahala seperti orang-orang yang sholat bersamanya.”(HR.Al-Thabrani.Dianggap shahih ole al-Bani)

Dalam hadis ini berisikan terdapat dua pahala bagi seorang muazin yaitu:

1.Dihapus dosa-dosanya.Berapalah dosa yang terhapus? Dosa yang terhapus sesuai dengan panjangnya suara jangkauan azannya.Artinya semakin besar dan panjang jangkauannya maka semakin banyak pahala yang akan terhapus.wallohu a’lam bisshowaab.

2.Seoarang muadzin mendapat pahala sebanyak orang yang solat bersamanya.Jika semakin banyak orang yang pergi solat ke masjid kerana mendengar seruan azan darinya maka artinya ia mengajak orang lain dalam kebaikan dan ketakwaan.Termasuk pekerjaan yang mulia bukan??

b.Wajib Masuk Syurga.

“Barang sipa yang mengumandangkan azan selama dua belas tahun maka ia wajib masuk syurga.Sekali azan pada tiap hari ia memperoleh enam puluh kebaikan dan setiap iqamah memperoleh tiga puluh kebaikan.”(HR. Ibnu Majah dan Dianggap shahih oleh al-Bani)

Subhaanalloh besar sekali bukan ganjaran yang Allah berikan kepada seorang muazin.Kerana menjadi seorang muazin adalah pekerjaan yang sangat mulia yaitu mengajak muslim atau muslimah untuk mengingat Allah. Seorang muazin akan masuk syurga jika ia menjadi seorang muazin selama dua belas tahun secara berturu-turut.Apabila dari kalian tertarik ingin menjadi seorang muazin, maka hadis ini insya Allah akan menguatkan niat kalian untuk menjadi seoprang muazin.

Nabi Muhammad sallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhya hamba Allah pilihan adalah orang yang memperhatikan matahari, bulan, bintang ,dan bayangan,untuk mengingat Allah ‘Azza  Wajalla.”(As-shilsilah as-Shohihah:vi/1299)

Hadis ini menjelaskan keutamaan bagi para muazin yang ikhlas.Hadis ini disampaikan agar seorang seorang muslim berhasrat kuat untuk menjadi bagian dari mereka, atau turut bersama mereka-walau sesekali dalam memperoleh kebaikan yang dikabarkan nabi SAW..

11.Solat Sekali Dimasjidil Haram Sebanding Lebih 100.000 (seratus ribu) Kali di Tempat Lain.

Dari Jabir Radhiallohu ‘anhu bahwasanya rasululloh sallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Solat dimesjidku (masjid nabawi) lebih baik dari seribu kali dari seribu kali solat di masjid lainnya kecuali di masjidil haram (makkah).Dan solat di masjidil haram lebih baik dari 100.000(seratus ribu) solat di masjid lainnya.”(HR.Ibnu Majjah, di shahihkan oleh al-Bani)

Bila ada kesempatan untuk pergi kesana jangan sia-siakan waktu kita untuk tidak solat disana walaupun hanya solat satu kali saja.Kerana mashlahat yang didapat dari solat disana yaitu lebih baik dari seribu kali solat dari masjid lainnya kecuali masjidil haram.Syukur-syukur jika kalian boleh mengunjungi solat di Masjidil haram.Misal apabila kita sedang berhaji lalu solat disana selama 10 hari berturut-turut lima waktu solat.Maka seakan –akan kita sebanding dengan solat sejuta per hari atau lebih dari dua ribu tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun.Subhaanalloh.

12.Beberapa Amalan Yang Pahalanya Mengalir Terus Hingga Hari Kiamat.

Rasulullah SAW  bersabda: “Jika seorang manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yakni: sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang senantiasa mendoakannya.”(HR Muslim)

Perkara-perkara ini sangat penting untuk kita siapkan selagi nyawa masih didalam raga sebelum jasad ini sudah tidak boleh berdaya lagi dan mumpung selagi ada kesempatan.Sedekah jariyyah adalah semua sumbangan untuk kebaikan dan bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat.

Misalnya menyumbang jalan,membangun masjid, membantu pelaksanaaan pengajian, ceramah dan lain-lain yang didasari dengan niat ikhlas dan berasal dari barang atau uang yang halal.Ilmu yang bermanfaat adalah semua ilmu yang dapat dimanfaatkan  untuk kebaikan.Suatu ilmu yang kita peroleh dari mencarinya lalu kita ajarkan kepada orang lain dan bermanfaat baginya dan ia amalkan ilmu itu maka ganjaran pahala mengalir bagi orang yang mengajarkan ilmu itu walaupun orang yang mengajarkannya itu sudah meninggal dunia.Seperti mengajarkan mengaji, solat dan lain-lain.dan jangan lupa apabila kalian sudah memiliki anak, maka didiklah ia agar ia menjadi anak yang soleh yang dapat mendoakan orang tuanya dan membantunya jika orang tuanya sudah meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda: “Diantara yang akan ditemui seorang mu’min dari amal dan kebaikanya sepeninggalnya adalah:ilmunya yang diajarkan dan disebar luaskan, anak soleh yang ditinggalkannya, al-qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah yang ia bangun dan ia gunakan untuk fi sabilillah, sungai(mata air) yang ia gali,dan sedekah yang ia infakkan dari harta kejayaannya semasa sehatnya dan semasa hidupnya, niscaya itu akan ditemuinnya sepeninngalnya.”(HR.Ibnu Majah, dianggap hasan ole al-Bani)

13.Doa Anak yang Mengangkat Derajat Orang Tua  di syurga.

Kamu semua pasti terlahir karena adanya orang tua bukan?Perlu disadari orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam diri kita.Merekalah yang mendidik kita, mengurusi kita dari semasa kita kecil hingga kita dapat berjalan dengan mandirinya.Oleh karena itu berbakti kepada mereka adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah.Untuk muslimah ia wajib hingga ia menikah, maka berpindah kewajiban kepada suaminya.Jika berbicara kepada mereka hendaknya dengan perkataan yang santun dan sopan,hormat kepadanya, agar Allah menjauhkan dari kalian akan murkanya.Sudahkah kalian sudah membalas jasa mereka?

Sunday, December 6, 2015

Cara Pembayaran Fidyah Puasa.

Para ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah sepakat bahwa fidyah dalam puasa dikenai pada orang yang tidak mampu menunaikan qada’ puasa. Hal ini berlaku pada orang yang sudah terlalu tua yang tidak mampu lagi berpuasa, serta orang sakit dan sakitnya tidak kunjung sembuh. Pensyariatan fidyah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

وَŰčَلَى Ű§Ù„َّ۰ِينَ يُŰ·ِيقُونَهُ فِŰŻْيَŰ©ٌ Ű·َŰčَŰ§Ù…ُ مِŰłْكِينٍ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah ayat 184).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

هُوَ Ű§Ù„ŰŽَّيْŰźُ Ű§Ù„ْكَŰšِÙŠŰ±ُ وَŰ§Ù„ْمَ۱ْŰŁَŰ©ُ Ű§Ù„ْكَŰšِÙŠŰ±َŰ©ُ Ù„Ű§َ يَŰłْŰȘَŰ·ِيŰčَŰ§Ù†ِ ŰŁَنْ يَŰ”ُومَۧ ، فَلْيُŰ·ْŰčِمَŰ§Ù†ِ مَكَŰ§Ù†َ كُلِّ يَوْمٍ مِŰłْكِينًۧ

“(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin”.(HR. Bukhari no. 4505.)

Jenis dan Kadar Fidyah.

Ulama Malikiyah dan Syafi’iyah berpendapat bahwa kadar fidyah adalah 1 mud bagi setiap hari tidak berpuasa. Ini juga yang dipilih oleh Thowus, Sa’id bin Jubair, Ats Tsauri dan Al Auza’i. Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa kadar fidyah yang wajib adalah dengan 1 sho’ kurma, atau 1 sho’ sya’ir (gandum) atau ½ sho’ hinthoh (biji gandum). Ini dikeluarkan masing-masing untuk satu hari puasa yang ditinggalkan dan nantinya diberi makan untuk orang miskin. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/11538.)

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Jumhur (majoriti ulama) berpendapat bahawa fidyah satu mud bagi setiap hari yang ditinggalkan”.(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8/21.)

Beberapa ulama belakangan seperti Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Sholih Al Fauzan  (Al Muntaqo min Fatawa Syaikh Sholih Al Fauzan, 3/140.  Dinukil dari Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 66886.)  dan Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa Saudi Arabia) mengatakan bahawa ukuran fidyah adalah setengah sho’ dari makanan pokok di negeri masing-masing (baik dengan kurma, beras dan lainnya). Mereka mendasari ukuran ini berdasarkan pada fatwa beberapa sahabat di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Ukuran 1 sho’ sama dengan 4 mud. Satu sho’ kira-kira 3 kg. Setengah sho’ kira-kira 1½ kg.

Menurut Pusat Zakat Selangor : Kadar fidyah bagi tahun 1435H ialah RM 1.80 sehari.

Pengiraan Fidyah (beras)

1 gantang baqdad = 2.7kg

1 cupak beras = 675g atau bersamaan dengan RM 1.80 bagi sehari yang ditinggalkan.

Yang lebih tepat dalam masalah ini adalah dikembalikan pada ‘urf (kebiasaan yang lazim). Maka kita dianggap telah sah membayar fidyah jika telah memberi makan kepada satu orang miskin untuk satu hari yang kita tinggalkan.

Fidyah Tidak Boleh Diganti Wang Ringgit.

Perlu diketahui bahwa tidak boleh fidyah yang diwajibkan bagi orang yang berat berpuasa diganti dengan wang yang senilai dengan makanan kerana dalam ayat dengan tegas dikatakan harus dengan makanan. Allah Ta’ala berfirman,

فِŰŻْيَŰ©ٌ Ű·َŰčَŰ§Ù…ُ مِŰłْكِينٍ

“Membayar fidyah dengan memberi makan pada orang miskin.”

Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullah mengatakan, “Mengeluarkan fidyah tidak boleh digantikan dengan wang . Fidyah hanya boleh dengan menyerahkan makanan yang menjadi makanan pokok di daerah tersebut. Kadarnya adalah setengah sho’ dari makanan pokok yang ada yang dikeluarkan bagi setiap hari yang ditinggalkan. Setengah sho’ kira-kira 1½ kg. Jadi, tetap harus menyerahkan berupa makanan sebagaimana ukuran yang kami sebut. Sehingga sama sekali tidak boleh dengan wang. Kerana Allah Ta’ala berfirman (yang ertinya), “Membayar fidyah dengan memberi makan pada orang miskin.” Dalam ayat ini sangat jelas memerintah dengan makanan.”

Cara Pembayaran Fidyah.

Inti pembayaran fidyah adalah mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan satu orang miskin. Namun, model pembayarannya dapat diterapkan dengan dua cara,

1. Memasak atau membuat makanan, kemudian mengundang orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Anas bin Malik ketika beliau sudah menginjak usia senja (dan tidak sanggup berpuasa) (Lihat Irwaul Gholil, 4/21-22 dengan sanad yang shahih.)

Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum dimasak. Alangkah lebih sempurna lagi jika juga diberikan sesuatu untuk dijadikan lauk. (Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’, 2/22.)

Pemberian ini dapat dilakukan sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20 hari disalurkan kepada 20 orang miskin. Atau dapat pula diberikan hanya kepada 1 orang miskin saja sebanyak 20 hari.

 Al Mawardi mengatakan, “Boleh saja mengeluarkan fidyah pada satu orang miskin sekaligus. Hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama.” (Al Inshof, 5/383.)

Waktu Pembayaran Fidyah.

Seseorang dapat membayar fidyah, pada hari itu juga ketika dia tidak melaksanakan puasa. Atau diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik ketika beliau telah tua (.Lihat Irwaul Gholil, 4/21-22 dengan sanad yang shahih.)

Contoh kiraan :

Jika seseorang sakit kerana tua dan tak mampu berpuasa selama sebulan maka fidyahnya adalah : 30 x 0.675 kg beras = 20.25 kg beras di sedekahkan kepada fakir miskin.

Yang tidak boleh dilaksanakan adalah pembayaran fidyah yang dilakukan sebelum Ramadhan. Misalnya: Ada orang yang sakit yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya, kemudian ketika bulan Sya’ban telah datang, dia sudah lebih dahulu membayar fidyah. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan. Ia harus menunggu sampai bulan Ramadhan benar-benar telah masuk, barulah ia boleh membayarkan fidyah ketika hari itu juga atau boleh di himpunkan sehingga akhir Ramadhan. (Lihat Syarhul Mumthi’, 2/22.). Wallahu a'lam.

Semoga huraian ini bermanfaat.

Friday, December 4, 2015

Segeralah Bertaubat Setelah Umur 40 Tahun

Al-Qur'an Menyebut Umur 40 tahun.

Allah SWT memberi perhatian khusus tentang angka 40 ini:

Firman-Nya yang bermaksud, “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya berserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah dia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah dia dengan berkata: Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya akutetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; danjadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu/berserah diri).”
(Surah Al-Ahqaf (46) ayat 15)

Ayat ini menyatakan umur 40, iaitu umur yang matang (umur kiraan tahun Hijrah). Ini kemuncak umur keIslamannya. Syaratnya dia mulai daripada sejak dia baligh lagi.

Kebanyakkan ulama’ bersungguh-sungguh dalam beribadah mengurangi tidurnya, ketika mencecah usia ini.

Dalam ayat ini juga Allah berpesan supaya;

1. Berbakti kepada kedua ibu-bapa (ada ayat lain dalam surah al-Isra’ dan Luqman) kerana jika dia sudah 40 tahun pasti ibu-bapanya sudah melepasi 60 tahun, umur yang memerlukan banyak bantuan.

2. Mensyukuri nikmat iaitu dengan beramal soleh yang diredhaiNya (menjadikan semua nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk beramal soleh)

3. Bertaubat dan berserah diri, maksudnya tidak mahu lagi buat maksiat dan menyedari kita adalah hak Allah dan akan kembali kepadaNya. Maknanya apabila sudah mencapai umur 40 tahun sudah tidak ada dosa, sudah capai puncak keIslaman dan berjaya mendidik putera dan puterinya.

Wednesday, December 2, 2015

Solat Jamak Tanpa Qasar Bukan Kerana Bermusafir.

Untuk mengerjakan solat jamak sahaja tak diqasarkan terdapat beberapa keadaan yg di haruskan iaitu : 

Sebab-sebab Untuk Solat Jamak

Kebiasaan bagi kita untuk melakukan solat jamak sewaktu kita bermusafir (dalam perjalanan yang jauh). Tetapi sebenarnya ada beberapa sebab yang lain dimana kita dibolehkan juga untuk melakukan solat secara jamak. 

Antaranya :

1. Jamak sebab hujan

2. Jamak sebab sakit

3. Jamak sebab hajat

Jamak sebab hujan :

Hadith yang diriwayatkan al-Imam Muslim, Ibn ‘Abbas menyebut:“Rasulullah SAW solat jamak Zohor dan Asr, Maghrib dan Isyak di Madinah tidak kerana ketakutan, juga tidak kerana musafir”.Ditanya Ibn ‘Abbas mengapa baginda melakukan demikian?. Jawabnya:“Kerana tidak mahu menyusahkan umatnya”

 Jamak sebab sakit

Imam Ahmad berpendapat harus bagi individu yang sakit tenat dan berat menjamakkan solat supaya tidak dibebani dengan menantikan waktu solat dan agar mereka dapat berihat.

Imam „Atho‟, Imam Malik dan Imam Ahmad, Qadhi Husain (bermazhab Syafi‟ie), al-Mutawalli (bermazhab Syafi‟ie), ar-Ruyani (bermazhab Syafi‟ie) dan al-Khattabi, mereka berpandangan; “Diharuskan menjamak solat kerana uzur sakit atau kerana keuzuran-keuzuran lain yang seumpamanya”

Jamak sebab hajat.

Abdullah bin Syaqiq berkata, ‘’ Pada suatu hari Ibn Abbas berpidato kepada kami di Basrah selepas asar hingga terbenam matahari dan terbit bintang-bintang. Ini menyebabkan manusia yang hadir berkata ‘’ Solat, solat’’ tetapi dia tetap berpidato lagi.Lalu datang seorang lelaki dari Bani Tamim memperingatkan ‘’Solat, solat’’. Lalu Ibn Abbas berkata ‘’ Apakah engkau mengajarku sunnah? Sungguh tidak berguna kamu! Kemudian berkata, ‘’ Aku melihat Nabi Muhammad menjamakkan antara zohor dan asar,maghrib dan isyak. 

Dalam keadaan sekarang ini boleh jamak solat jika doktor pembedahan terpaksa melakukan pembedahan tanpa berhenti maka di haruskan solat jamak. 

Berlaku kesesakan jalan raya tak sempat nak solat cara tamam boleh di jamakkan .

Menghadapi pepereksaan yang melepasi waktu solat, maka di haruskan jamakkan solat tersebut.

Syarat-syarat untuk solat jamak

Untuk melaksanakan solat-solat jamak, ia perlulah berdasarkan syarat-syarat. Jika ianya tidak berjaya memenuhi syarat-syarat, maka tidak dibenarkan bagi kita untuk mendirikan solat-solat tersebut secara jamak.

Jamak sebab hujan.

Hanya dapat dilakukan oleh jemaah yang solat di masjid sahaja
Jamak taqdim sahaja. Hujan tidak berhenti hingga jemaah selesai solat
Hujan lebat

Jamak sebab sakit.

individu yang sakit tenat dan berat sukar untuk mengambil wuduk.

Jamak sebab hajat.

1. Tidak dijadikan kebiasaan atau adat

2. Hajat itu benar-benar mendesak

3. Tidak dijadikan alat bagi mempermain-mainkan agama dan muslihat bagi mereka yang malas mengerjakan solat (contoh muslihat : memilih untuk solat jamak kerana mahu pergi shopping)

4.Pencanggahan para ulama

Dalam menetapkan sesuatu hukum, setiap ulama ada kaedah masing-masing, berdasarkan suasana semasa dan zaman mereka, berdasarkan kepakaran masing-masing dan tahap kepercayaan (tsiqah) mereka masing-masing terhadap sumber rujukan mereka mengenai hal tersebut.

Hal ini, telah menyebabkan wujudnya pelbagai solusi terhadap sesuatu perkara. Contohnya dalam perihal solat jamak perihal dibolehkan menjalani pembedahan transplantasi organ, penggunaan wang fiat (fiat money) dan pengunaan gelatin/vanilla di dalam makanan.

Akan tetapi, kekeliruan ini atau perbezaan pendapat dalam kalangan ulama tidak menimbulkan sebarang konflik dalam kalangan mereka dan tidak pergaduhan di antara mereka. Cumanya, segala konflik dan pergaduhan yang wujud adalah disebabkan oleh para pengikut/pegang mereka pada seseorang ulama tersebut. 

Memetik kata-kata imam syafie, “Jika terdapat hadits yang shahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding. Jika engkau melihat hujjah diletakkan di atas jalan, maka itulah pendapatku.”

Hukum Mandi Wiladah

Wiladah bermaksud kelahiran anak termasuklah keguguran (sekalipun hanya berupa segumpal darah atau segumpal daging). Menurut mazhab Imam Syafi’ie, Imam Malik dan Imam Ahmad (mengikut satu riwayat darinya); wanita yang melahirkan anak atau keguguran, ia wajib mandi jika ditakdirkan tiada darah nifas yang keluar. Ini kerana dikiaskan kepada mani. Anak atau janin adalah air mani yang telah menjadi kanak-kanak. Keluarnya anak atau janin dari faraj dapat diumpamakan seperti keluar mani darinya, maka wajiblah mandi. Namun jika ada darah nifas yang keluar selepas kelahiran atau keguguran tersebut, maka hukumnya tertakluk dengan hukum wanita yang kedatangan nifas dan ia hendaklah menunggu hingga kering darah nifasnya barulah mandi.

Dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji (kitab Fiqh mengikut mazhab Syafi’ie), pengarangnya menjelaskan; “Kemungkinan berlaku kelahiran tanpa diikuti dengan keluarnya darah. Maka hukumnya ketika itu sama seperti hukum janabah (yakni hukum keluarnya mani iaitu wajib mandi) kerana bayi adalah hasil percampuran dari air mani lelaki dan air mani wanita. Tidak ada beza pada hukum tersebut sekalipun berbeza rupa kandungan yang dilahirkan atau cara kelahirannya. Namun jika kelahiran diikuti dengan keluarnya darah –sebagaimana yang biasa berlaku-, maka darah itu dinamakan nifas dan ia tertakluk dengan hukum-hakam nifas” (Jil. 1, hlm. 82).

Namun mengikut mazhab Imam Abu Hanifah dan satu riwayat lain dari Imam Ahmad; wiladah tidak mewajibkan mandi kerana tidak ada dalil yang menegaskannya (Lihat; al-Majmu’, 2/168). Berkata Imam Ibnu Qudamah (salah seorang ulamak mazhab Hanbali) dalam kitabnya al-Mughni; “Yang soheh ialah tidak wajib mandi ke atas wanita dengan sebab wiladah kerana suatu kewajipan hanya sabit dengan nas (dalil) Syarak. Dalam masalah wiladah ini tidak ada nas Syarak yang mewajibkan mandi dan juga tidak ada pengertiannya dalam nas. Ini kerana bayi yang dilahirkan bukanlah darah dan bukan juga mani, sedangkan yang terdapat di dalam nas (dalil) Syarak; perkara yang mewajibkan mandi ialah dua sebab tersebut (yakni keluar darah dan keluar mani)” (al-Mughni, 1/165).

Wallahu a’lam.

Rujukan;

1. Al-Majmu’, Imam an-Nawawi, jil. 2.
2. Al-Mughni, Imam Ibnu Qudamah, jil. 1.
3. Al-Fiqh al-Manhaji, Dr. Mustafa al-Khin dan Dr. Mudtafa al-Bugha, jil. 1.
4. Ahkam at-Toharah, Dr. Abdul-Karim Zaidan.

Amalkan Tujuh Sunah Rasulullah SAW

Tujuh amalan sunah baginda SAW adalah seperti berikut :

Pertama : Solat Tahajjud.

Kedua : Membaca al-Quran

Ketiga : Solat fardu berjemaah di masjid.

Keempat : Solat duha.

Kelima : Bersedekah setiap hari.

Keenam : Sentiasa berwuduk.

Ketujuh : Beristighfar setiap hari.

Huraiannya :

Pertama : Solat Tahajjud.

Solat sunat yang amat dituntut untuk dikerjakan oleh seorang mukmin dan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW adalah solat tahajjud. Kekuatan solat tahajjud adalah dapat membina hubungan hati dengan Allah SWT terutama dibulan Ramadan.

“Tahajjud” bermaksud bangun dari tidur pada waktu tengah malam. Solat tahajjud boleh dikerjakan di permulaan, pertengahan atau penghabisan malam, asalkan sesudah menunaikan solat Isyak. Akan tetapi sebaik-baik waktu melakukannya ialah sepertiga malam yang terakhir. Sekurang-kurangnya solat tahajjud dikerjakan dua rekaat.

Firman Allah SWT maksudnya : “Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah “solat Tahajjud” padanya, sebagai solat tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji”. (Surah al-Israa’ ayat 79)

Kedua : Membaca al-Quran

Oleh itu, amat digalakkan dengan memperbanyakkan membaca al-Quran. Membaca al-Quran termasuk antara amalan-amalan terbaik untuk kita mendekatkan diri kepada Allah SWT di mana pahalanya lebih berlipat-ganda lagi.

Sabda Rasulullah SAW :

مَْۧ ŰȘَقَ۱َّŰšَ Ű§Ù„ْŰčِŰšَْۧŰŻِ Ű„ِلَى Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ ŰȘŰčŰ§Ù„Ù‰ ŰšÙ€ِمِŰ«ْلِ مَۧ Űźَ۱َŰŹَ مِنْهُ يَŰčْنِيْ Ű§Ù„ْقُ۱ْŰąÙ†َ

Maksudnya : “Tidak (ada cara terbaik) hamba-hamba mendekatkan (diri mereka) dengan Allah seumpama apa yang keluar dariNya (yakni yang datang dari Allah) iaitulah al-Quran”. (Hadis Riwayat Imam Ahmad, at-Tirmizi, at-Thabrani dari Abu Umamah r.a.)

Mengenai fadhilat bertadarus, ia dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam satu hadis baginda;

مَۧ ۧۏْŰȘَمَŰčَ قَوْمٌ فِيْ ŰšَيْŰȘٍ مِنْ ŰšُيُوْŰȘِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ يَŰȘْلُوْنَ كِŰȘَْۧŰšِ Ű§Ù„Ù„Ù‡ِ وَ يَŰȘَŰŻَْۧ۱َŰłُوْنَهُ فِيْمَْۧ Űšَيْنَهُمْ Ű„ِÙ„Ű§َّ نَŰČَلَŰȘْ Űčَلَيْهِمُ Ű§Ù„ŰłَّكِيْنَŰ©ُ وَ ŰșَŰŽِيَŰȘْهُمُ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ْمَŰ©ُ وَ Ű­َفَّŰȘْهُمُ Ű§Ù„ْمَÙ„Ű§َŰŠِكَŰ©ُ وَ ۰َكَ۱َهُمُ Ű§Ù„Ù„Ù‡ُ فِيْمَنْ ŰčِنْŰŻَهُ

Maksudnya : “Apabila berhimpun sekumpulan manusia di suatu rumah Allah (masjid) kerana membaca kitab Allah (al-Quran) dan saling mempelarinya antara sesama mereka (yakni bertadarus), maka turunlah ke atas mereka ketenteraman, mereka dilimpahi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah menyebut nama mereka di hadapan malaikat-malaikat yang berada di sisiNya”. (Hadis Riwayat Abu Daud)

Ketiga : Solat Fardu Berjemaah Di Masjid.

Sabda Nabi SAW yang bermaksud : "Solat berjemaah melebihi solat bersendirian dengan 27 darjat (atau 27 kali ganda). " (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah SAW. maksudnya, "Sesiapa yang berjalan untuk pergi mendiriian solat fardu berjemaah, maka ianya seperti pahala haji, dan sesiapa yang berjalan untuk pergi mendirikan solat sunat (iaitu duha) , maka ianya seperti pahala umrah sunat". (Hadis Riwayat Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Daud,Tabrani , Baihaqi )

Keempat : Solat Duha.

Dari Abu Dzar r.a., beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : "Setiap persendian (ruas) tulang salah seorang di antara kamu ada sedekahnya.Setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid sedekah, setiap tahlil sedekah, setiap takbir sedekah, perintah yang baik itu sedekah, mencegah kemungkaran itu juga sedekah. Dan kesemuanya itu cukup dengan melakukan dua rakaat solat dhuha." (Hadis Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata : "Kekasihku (Rasulullah SAW) telah memberi wasiat kepadaku untuk mengerjakan shaum (puasa) tiga hari setiap bulan, solat duha dua rakaat dan solat witir sebelum saya tidur". (Hadis Riwayat Lima Imam Hadis).

Kelima : Bersedekah setiap hari.

Seorang anak lelaki bertanya Rasulullah SAW : "Sedekah mana yg lebih besar pahalanya? 

Nabi menjawab, "Sedekah yg diberikan sedangkan pada masa itu engkau masih sihat dan sebenarnya engkau bakhil (merasa sayang nak dermakan harta kerana takut jadi fakir dan engkau berangan jadi kaya) maka jangan menangguh sedekah sehingga apabila roh sampai dikerongkongan lalu pada masa itu kau berkata, "ini untuk si anu ini untuk si anu sekian" dan sebenarnya harta engkau pada masa itu memang akan dimilki oleh orang lain." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Keenam : Sentiasa berwuduk.

Dari Umar bin Khattab r.a, dari Nabi SAW bahawasanya baginda bersabda yang bermaksud : "Tidaklah salah seorang di antara kamu berwuduk, maka ia sempurnakan wuduknya kemudian berkata, 'Aku bersaksi bahawa tidak ada tuhan kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,' kecuali dibukakan baginya delapan pintu syurga, ia boleh masuk dari mana sahaja yang dikehendakinya."(Hadis Riwayat Muslim )
Hadis ini berbicara tentang fadilat wuduk dan maqam orang yang berwuduk, serta bagaimana wuduk itu mempunyai kedudukan yang tinggi dan mulia disisi Allah.

Ketujuh : Bertaubat Dan Beristighfar Setiap Hari.

Bertaubat dan beristighfarlah setiap hari kerana Nabi SAW beristighfar 100 kali sehari. Sesiapa yang sentiasa bertaubat kepada Allah SWT dia akan bersih daripada dosa-dosa.

Sabda Nabi SAW. yang bermaksud : "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali"(Hadis Riwayat Muslim).

Allah SWT berfirman yang bermaksud, " Sesungguhnya Allah amat menyukai orang-orang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (Surah Al-Baqarah ayat 222)

Marilah kita beramal dengan amalan sunah dan berusaha untuk sentiasa istiqamah melaksanakannya. Kita perlu melatih diri kita dan berusaha bersungguh-sungguh untuk mematuhi amalan sunah yang dilakukan oleh baginda semoga amalan ini akan di terima oleh Allah SWT. Niat ikhlas dan berazam untuk memperbaiki amalan kita akan diredai oleh Allah SWT 

Tuesday, December 1, 2015

40 Hadis-hadis Qudsi (Hadis Sahih)

Hadits Qudsi adalah hadits yang berisi firman Allah SWT (makna hadist ini adalah dari Allah SWT), sedangkan kalimatnya adalah dengan redaksi Rasulullah SAW..

Hadits Ke – 1: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, dia berkata; telah bersabda Rasulullah saw “Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluk, Dia menuliskan dalam kitab-Nya ketetapan untuk diri-Nya sendiri: Sesungguhnya rahmat-Ku (kasih sayangku) mengalahkan murka-Ku” (diriwayatkan oleh Muslim begitu juga oleh al-Bukhari, an-Nasa-i dan Ibnu Majah)

Hadits Ke – 2: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a., bahwasanya Nabi saw bersabda, telah Berfirman Allah ta’ala: Ibnu Adam (anak-keturunan Adam/umat manusia) telah mendustakanku, dan mereka tidak berhak untuk itu, dan mereka mencelaku padahal mereka tidak berhak untuk itu, adapun kedustaannya padaku adalah perkataanya, “Dia tidak akan menciptakankan aku kembali sebagaimana Dia pertama kali menciptakanku (tidak dibangkitkan setelah mati)”, aadpun celaan mereka kepadaku adalah ucapannya, “Allah telah mengambil seorang anak, (padahal) Aku adalah Ahad (Maha Esa) dan Tempat memohon segala sesuatu (al-shomad), Aku tidak beranak dan tidak pula diperankkan, dan tidak ada bagiku satupun yang menyerupai”.  (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan begitu juga oleh an-Nasa-i)

Hadits Ke – 3: Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhniy r.a, beliau berkata, Rasulullah saw memimpin kami shalat shubuh di Hudaibiyah, diatas bekas hujan yang turun malamnya, tatkala telah selesai, Nabi saw  menghadap kepada manusia (jama’ah para shahabat), kemudian beliau bersabda, “Tahukah kalian apa yang telah difirmankan Tuhan kalian?”, (para sahabat) berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”, Rasulullah bersabda, “(Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman) Pagi ini ada sebagian hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir, adapun orang yang mengatakan, ‘kami telah dikaruniai hujan sebab keutamaan Allah (fadlilah Allah) dan kasih sayang-Nya (rahmat-Nya), maka mereka itulah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang – bintang’; dan adapun yang berkata, ‘kami telah dikaruniai hujan sebab bintang ini dan bintang itu, maka mereka itulah yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang – bintang’ ”. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan begitu juga oleh an-Nasa-i)

Hadits Ke – 4: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw, “Allah Telah Berfirman,’Anak – anak adam (umat manusia) mengecam waktu; dan aku adalah (Pemilik) Waktu; dalam kekuasaanku malam dan siang’ ” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan begitu juga Muslim.)

Hadits Ke – 5: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Telah bersabda Rasulullah saw “Telah berfirman Allah tabaraka wa ta’ala (Yang Maha Suci dan Maha Luhur), Aku adalah Dzat Yang Maha Mandiri, Yang Paling tidak membutuhkan sekutu; Barang siapa beramal sebuah amal menyekutukan Aku dalam amalan itu, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya” (Diriwayatkan oleh Muslim dan begitu juga oleh Ibnu Majah)

Hadits Ke – 6: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya salah seorang yang pertama di hisab di hari kiamat adalah seorang lakilaki yang mati syahid (gugur dalam peperangan); kemudian disebutkan baginya semua kenikmatan-kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia mebenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya kepadanya, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat itu?’, lelaki itu menjawab, ‘Aku berperang untuk-Mu hingga aku syahid’; Allah menjawab, “Kamu berdusta, (akan tetapi sesungguhnya) engkau berperang agar orang menyebutmu pemberani, dan (orang – orang) telah menyebutkan demikian itu, kemudian diperintahkan (malaikat) agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan dilemparkan kedalamnya”. Dan (selanjutnya adalah) seorang laki – laki yang mempelajari ilmu dan mengamalkannya serta dia membaca al-Quran, kemudian dia didatangkan, kemudian disebutkan nikmat – nikmat yang diberikan kepadanya dan dia membenarkannya. Kemudian Allah bertanya, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?’ lelaki itu menjawab, ‘Aku mencari ilmu dan  engamalkannya/mengajarkannya, dan aku membaca al-Quran karena-Mu’. Allah berfirman, “kamu berdusta, (akan tetapi) kamu mencari ilmu itu agar disebut sebagai ‘alim (orang yang berilmu), dan kamu membaca al-Quran agar orang menyebutmu qari’, dan kamu telah disebut demikian itu (alim & qari’)” kemudian diperintahkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan di masukkan kedalam neraka” Dan (selanjutnya) seorang laki – laki yang diluaskan (rizkinya) oleh Allah. Dan dikaruniai berbagai harta kekayaan. Kemudian dia dihadapkan, dan disebutkan nikmat – nikmat yang diberikan kepadanya, dan dia membenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?”, lelaki itu menjawab, “Tidaklah aku meninggalkan jalan yang aku cintai selain aku menginfakkan hartaku untuk-Mu”; Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kamu berdusta, tetapi kamu melakukan itu semua agar orang menyebutmu dermawan, dan kamu telah disebut demikian”. Kemudian diperankkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya, hingga sampai dineraka dan dimasukkan kedalam neraka. (HR. Muslim dan begitu juga at-Tirmidzi dan an-Nasai)

Hadits Ke – 7: Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a., beliau berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tuhanmu bangga terhadap seorang pengembala kambing, yang berada di atas gunung/bukit, dia mengumandangkan adzan untuk sholat dan mengerjakan sholat, kemudian Allah ‘azza wa jalla (Yang Maha Perkasa dan Maha Luhur) berfirman, ‘Lihatlah hambaku ini, dia mengumandangkan adzan dan menegakkan sholat (iqomat) karena takut kepada-Ku, maka sesungguhnya Aku telah mengampuni hambaku ini, dan Aku akan memasukkannya kedalam surga’” (Diriwayatkan oleh an – Nasai dengan sanad yang shahih.)

Hadits Ke – 8: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. Bahwasanya nabi saw bersabda, “Barangsiapa mengerjakan sholat dengan tanpa mebaca, di dalam sholatnya, umm al-Quran (surah al-Fatihah), maka sholatnya kurang (diucapkan beliau tiga kali, sebagai penegasan), tidak sempurnalah sholatnya.” kemudian disampaikan kepada Abi Hurairah, sesungguhnya kami berada di belakang imam, maka beliau berkata, bacalah dengannya (ummum Quran) untuk dirimu sendiri (sebagai makmum tetap membaca al-fatihah), karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Dan bagi hamba-Ku apa yang dia mohonkan, maka ketika hambaku berkata (Segala Puji Hanya Bagi Allah, Tuhan semesta alam) Allah ‘azza wa jalla berfirman, Hambaku telah memuji-Ku, dan ketika seorang hamba berkata, (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Hambaku telah memujiku’, dan ketika seorang mengucapkan, (Yang Menguasai di Hari Pembalasan), Allah berfirman, ‘Hambaku telah memuliakan Aku’ – dan (Abu Hurairah) pernah mengatakan (dengan redaksi), ‘Hambaku telah berserah diri kepadaku’, dan ketika seseorang berkata, (Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan), Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘ini adalah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya’, dan ketika seseorang berkata,: (Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. ), Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Ini adalah bagi hambaku, dan bagi hambaku apa yang dia pinta ‘ ” (diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan begitu juga oleh Imam Malik, Imam Tirmidzi, dan ImamAbu Dawud, Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah)

Hadits Ke – 9: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah , “Sesungguhnya perkara/amal seorang hamba yang dihisab pertama kali adalah shalatnya. Seandainya (shalatnya) baik, maka benar-benar paling beruntung dan paling sukses, dan seandainya (sholatnya) buruk, maka dia benar-benar akan kecewa dan merugi, dan seandainya kurang sempurna shalat fardlunya, Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘lihatlah apakah bagi hambaku ini (ada amal) sholat sunnah (mempunyai sholat sunnah) yang bisa menyempurnakan sholat fardlunya,’ kemudian begitu juga terhadap amal-amal yang lainnya juga diberlakukan demikian ” (Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan begitu juga oleh Abu Dawud dan Imam An-Nasai dan Ibn Majah serta Imam Ahmad.)

Hadits Ke – 10: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda, ”Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Puasa itu untukku, dan Aku yang akan memberikan ganjarannya, disebabkan seseorang menahan syahwatnya dan makannya serta minumnya karena-Ku, dan puasa itu adalah perisai, dan bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan, yaitu kebahagian saat berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya, dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah, daripada bau minya misk/kesturi’ ” (Hadits riwayat al-Bukhari, dan begitu juga oleh imam Muslim, dan Imam Malik, dan Tirmidzi dan an-Nasai serta Ibnu Majah.)

Hadits Ke – 11: Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Allah Subhanahuwa ta’ala berfirman, berinfaklah wahai anak adam, (jika kamu berbuat demikian) Aku memberi infak kepada kalian”. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga oleh Imam Muslim)

Hadits Ke – 12: Diriwayatkan dari Abu Mas’ud al-Anshari r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah , saw “Ada seorang lelaki sebelum kalian yang dihisab, dan tidak ditemukan satupun kebaikan ada padanya kecuali bahwa dia adalah orang yang banyak bergaul dengan manusia, dan dia orang yang lapang(berkecukupan), serta dia memerintahkan kepada pegawai-pegawainya untuk membebaskan orang-orang yang kesulitan (dari membayar hutang), kemudian Rasulullah bersabda, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,’Kami *(Allah) lebih berhak untuk berbuat itu daripada dia, (oleh karena itu) bebaskan dia’ ” (Hadits riwayat Muslim, begitujuga oleh al-Bukhari dan an-Nasai.)

Hadits Ke – 13: Diriwayatkan dari ‘Adiy ibn Hatim r.a., beliau berkata, ketika aku sedang berada disamping Rasulullah saw, kemudian datanglah dua orang laki-laki, salah satunya mengadukan tentang kemiskinan, dan lelaki yang lainnya mengadukan tentang perampokan di jalan, kemudian Rasulullah saw bersabda, “Adapun mengenai perampokan, sesungguhnya kelak dalam waktu yang tidak lama, akan datang suatu masa, ketika sebuah kafilah tidak memerlukan pengawal saat menuju Makkah, dan adapun tentang kemiskinan, tidak akan datang hari Kiamat, (sehingga datang masa dimana) seorang diantara kalian berdiri untuk mencari orang yang mau menerima sedekah, namun tidak dapat menemukan seorangpun yang mau menerimanya, kemudian (dihari kiamat) setiap orang diantara kalian akan berdiri dihadapan Allah, yang tidak ada diantaranya dan Allah hijab/tabir, dan tidak pula ada penerjemah yang menerjemahkan/juru bicara untuk orang tersebut, kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘bukankah Aku telah memberimu harta?’ kemudian orang itu menjawab, ‘benar’, kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘bukankah telah aku utus kepadamu seorang Rasul? ‘, lalu orang itu menjawab, ‘benar’, kemudian ia melihat ke arah kanannya, maka ia tidak mendapati kecuali Neraka, kemudian dia melihat ke arah kirinya, dan tidak mendapati kecuali Neraka. Maka jagalah diri-diri kalian dari api Neraka, meskipun dengan (bersedakah) separuh buah kurma, dan jika dia tidak mendapatinya (kurma/barang untuk bersedekah) maka (bersedahlah) dengan perkataan yang baik” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari.)

Hadits Ke – 14: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi saw bersabda, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’ala (Maha Memberkati dan Maha Tinggi) memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan [Tasbih], mengagungkan [Takbir], membesarkan [Tahlil], memuji [Tahmid] dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga- Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda, kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berdzikir bersama mereka. Beliau berkata, lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Bukhari at-Tirmidzi dan an-Nasa’i.)

Hadits Ke – 15: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw “Telahberfirman Allah Subhanahu wa ta’ala, ‘Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku,dan Aku bersamanya ketika dia mengingatku, dan jika hambaku mengingatku dalam sendirian,maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingatku di dalam sebuahkelompok/jama’ah, (maka) Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompoktersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jikadia mendekat kepadaku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangikudengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat’ ”(Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Tirmidzi danImam Ibnu Majah.)
Hadits Ke – 16: Diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas r.anhumaa, dari Nabi saw Sesungguhnya Allah menulis semuakebaikan dan keburukan. Barangsiapa berkeinginan berbuat kebaikan, lalu dia tidak melakukannya, Alloh menulis di sisiNya pahala satu kebaikan sempurna untuknya. Jika dia berkeinginan berbuat kebaikan, lalu dia melakukannya, Alloh menulis pahala sepuluh kebaikan sampai 700 kali, sampai berkali lipat banyaknya. Barangsiapa berkeinginan berbuat keburukan, lalu dia tidak melakukannya, Alloh menulis di sisiNya pahala satu kebaikan sempurna untuknya. Jika dia berkeinginan berbuat keburukan, lalu dia melakukannya, Alloh menulis satu keburukan saja. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.)

Hadits Ke – 17: Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman : Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada- Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada- Ku. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa diantara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun . Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah mencela kecuali dirinya. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah)

Hadits Ke – 18: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla kelak dihari kiamat akan berfirman, “Wahai anak cucu Adam, aku sakit dan kamu tidak menjengukku”, ada yang berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam”, Allah berfirman, “Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya hambaku yang bernama Fulan sakit, dan kamu tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya jika kamu menjenguknya, engkau akan mendapatiku didekatnya. Wahai anak cucu adam, aku meminta makanan kepadamu, namun kamu tidak memberiku makanan kepada-Ku”, ada yang berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami dapat memberi makan kepada-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya hambaku fulan meminta makanan, dan kemudian kalian tidak memberinya makanan? Tidakkah engkau tahu, seandainya engkau memberinya makanan, benar-benar akan kau dapati perbuatan itu di sisi-Ku. Wahai anak cucu adam, Aku meminta minum kepadamu, namun engkau tidak memberi-Ku minum” , ada yang berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami memberi minum kepada-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Seorang hambaku yang bernama fulan meminta minum kepadamu, namun tidak engkau beri minum, tidakkah engkau tahu, seandainya engkau memberi minum kepadanya, benar – benar akan kau dapati (pahala) amal itu di sisi-Ku” (Hadist diriwayatkan oleh Muslim.)

Hadits Ke – 19: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, Rasulullah saw bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kesombongan adalah seledangku, dan keagungan adalah kain(sarung)ku, barangsiapa bersaing (turut memiliki) dalam salah satu dari kedua hal tersebut, maka benar-benar akan aku lemparkan dia di dalam neraka’ ” (Hadist diriwayatkan oleh Abu Dawud, begitu juga oleh Ibn Majah dan Imam Ahmad, dengan sanad yang shahih.)

Hadits Ke – 20: Dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya Rasulullah saw telah bersabda, “pintu – pintu surga dibuka pada hari senin dan hari kamis, maka diampunilah setiap hamba yang tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seorang laki-laki yang diantaranya dan saudaranya bermusuhan, maka dikatakan kepadanya, tundalah hingga keduanya berdamai, tundalah hingga keduanya berdamai, tundalah hingga keduanya berdamai ”. (hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Malik dan Abu Dawud.)

Hadits Ke – 21: Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw, beliu bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Ada tiga jenis orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari qiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang menjual orang yang telah merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad.)

Hadits Ke – 22: Diriwayatkan dari Abu Sa’id r.a., beliau berkata, Rasulullah saw  telah bersabda, ““Janganlah salah seorang mencela dirinya sendiri.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang mencela dirinya sendiri?” Beliau menjawab: “Dia melihat perkara Allah diperbincangkan, lalu dia tidak mengatakan (pembelaan) kepadanya, maka Allah ‘azza wajalla akan berkata kepadanya kelak di hari Kiamat; ‘Apa yang mencegahmu untuk mengatakan begini dan begini! ‘ lalu ia menjawab, ‘Saya takut terhadap manusia’. Maka Allah pun berfirman: ‘Aku lebih berhak untuk kamu takuti’.”  (Hadits diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang shahih.)
Hadits Ke – 23: Dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’aala berfirman di hari kiamat, “Dimanakah orang – orang yang saling mencintai karena-Ku, dihari ini (kiamat) aku menaungi mereka dalam naunganku, dihari dimana tidak ada naungan kecuali naunganku” (Hadits riwayat Bukhari, dan begitu juga diriwayatkan oleh Imam Malik.)

Hadits Ke – 24: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman, ‘Sesunguhnya aku mencintai fulan, maka cintailah dia.’”, Rasulullah selanjutnya bersabda, maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia”, maka para penghuni langit pun mencintainya, selanjutnya Rasulullah saw bersabda, “dan kemudian dibumi diapun menjadi orang yang diterima”. Dan ketika Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan kemudian berfirman, “Sesungguhnya aku membenci si fulan, maka bencilah dia”, maka Jibril pun membenci si Fulan, kemudia Jibril menyeru penduduk langit, “sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah dia”, Rasulullah saw melanjutkan, “maka penduduk langitpun membenci fulan, kemudian diapun dibenci di bumi”. (Hadits riwayat Muslim, dan begitu juga oleh Imam Bukhari, Malik, dan Imam Tirmidzi.)

Hadits Ke – 25: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw, sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Siapa yang memusuhi seorang kekasihku, maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepadaku seorang hambaku, dengan sesuatu yang lebih kusukai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hambaku mendekat kepadaku dengan melakukan sunah – sunah sehingga Aku sukai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepadaku pasti kukabulkan dan jika  perlindung kepadaku pasti kulindungi” (Hadits riwayat Bukhari.)

Hadits Ke – 26: Diriwayatkan dari Abi Umamah r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda, Allah Azza Wa Jalla berfirman, Sesungguhnya wali-wali (para kekasih) yang terbaik menurutku adalah seorang mukmin yang ringan kondisinya, punya bagian dari shalat, menyembah Tuhannya dengan baik, menaati-Nya saat sepi (dalam keadaan sirri/tersembunyi), tidak dikenali orang dan tidak ditunjuk dengan jari, rizkinya pas-pasan (hanya cukup bagi dirinya sendiri) lalu ia bersabar atas hal itu”. Setelah itu beliau SAW mengetuk-ngetukkan tangan beliau, kemudian beliau bersabda, “Kematiannya dipercepat, sedikit wanita yang menangisi dan sedikit harta peninggalanya.” (Hadits riwayat at-Tirmidzi, dan begitu juga ima Ahmad dan Ibnu Majah, dengan sanad hasan.)

Hadits Ke – 27: Dari Masyruq, beliau berkata: kami bertanya – atau aku bertanya – kepada Abdullah – maksudnya adalah Abdullah Ibn Mas’ud – mengenai ayat berikut: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (Ali-Imran:169). Ibnu Abbas berkata, ketahuilah sesunguhnya aku benar – benar telah menanyakan ayat tersebut (kepada Rasulullah Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…), maka beliau bersabda, “ruh-ruh mereka didalam burung-burung berwarna hijau yang memiliki pelita-pelita yang tergantung di ‘arasy, (ruh mereka) terbang ke surga sesuai kehendak mereka, dan kemudian kembali ke pelita, kemudian Tuahan mereka mendatangi mereka dan berfirman, ‘Apakah ada sesuatu yang kalian inginkan?’, mereka menjawab, ‘adakah lagi yang kami inginkan, sedangkan kami bebas terbang ke surga sekehendak kami’, dan hal tersebut ditanyakan kepada mereka tiga kali, dan ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak akan ditinggalkan (tidak ditanya lagi) hingga mereka meminta sesuatu, mereka selanjutnya berkata, ‘Wahai Tuhan kami, kami berharap kiranya Engkau kembalikan ruh kami ke dalam jasad kami, hingga kami terbunuh kembali di jalan-Mu untuk kedua kalinya’, tatkala Allah melihat bahwa mereka tidak memiliki hajat/keinginan lain lagi, maka mereka ditinggalkan (tidak ditanya lagi)”. (Diriwayatkan oleh Muslim, begitu juga oleh at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah.)

Hadits Ke – 28: Dari Jundub ibn Abdillah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw , “Terdapat seseorang laki-laki dari orang-orang sebelummu yang memiliki luka, kemudian dia mengambil pisau dan melukai tanganya, maka darahnya pun terus mengalir keluar hingga dia meninggal, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘hambaku telah bergegas menemuiku karena ulahnya, maka aku haramkan baginya surga ‘” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari.)

Hadits Ke – 29: Dari Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Rasululah saw bersabda, Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman, ‘Tidak ada bagi hambaku yang beriman balasan dari-Ku, ketika aku ambil orang yang saling dia sayangi (kekasihnya) dari penduduk dunia, kemudian dia mengharapkan keridhaan Allah (balasan pahala dari Alah), kecuali (pasti akan Ku balas dengan) surga’. (Diriwayatkan oleh Bukhari.)

Hadits Ke – 30: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Ketika hambaku menyukai untuk bertemu denganku, akupun senang untuk bertemu dengannya, dan ketika hambaku benci untuk bertemu denganku, akupun benci bertemu dengannya” (diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Malik.). (Dan didalam riwayat Imam Muslim, yang menjelaskan makna hadits tersebut): dari ‘Aisyah r.anha, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw: barangsiapa senang bertemu dengan Allah, Allah pun juga senang bertemu dengannya, dan barangsiapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun juga benci bertemu dengannya. Aku (‘Aisyah r.a) pun bertanya, “Wahai Nabi Allah, aku membenci mati ? kita semua membenci kematian”, Rasulullah saw bersabda, “Tidak demikian (maksudnya), akan tetapi, seorang mukmin ketika diberikan kabar gembira dengan rahmat Allah, keridloan-Nya dan surga-Nya, maka dia pun senang bertemu dengan Allah, dan Allah pun senang bertemu dengannya, sedangkan orang kafir, ketika diberitakan kepada mereka dengan adzab Allah, dan murka-Nya maka mereka benci bertemu dengan Allah, dan Allah pun juga benci bertemu dengan mereka”.

Hadits Ke – 31: Diriwayatkan dari Jundub r.a., bahwa Rasulullah saw diberitakan bahwa seseorang berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni fulan”, dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “siapakah yang telah bersumpah dengan nama-Ku, bahwa aku tidak akan mengampuni fulan, sesungguhnya aku benar-benar mengampuni fulan, dan Aku membatalkan amal-amalmu”, atau seperti perkataan/sabda yang serupa kalimat tersebut. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim.)

Hadits Ke – 32: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda, seorang laki-laki yang telah berbuat melampau batas atas dirinya sendiri, maka ketika ajalnya akan datang, dia berwasiat kepada anaknya, kemudian dia berwasiat: Ketika aku telah mati, bakarlah (jasad) aku, kemudian hancurkanlah sampai halus, selanjutnya sebarkanlah abu (jasad) ku di udara di laut, karena, demi Allah seandainya Allah menetapkan kepadaku untuk mengadzabku, Dia akan mengadzabku dengan adzab yang belum pernah ditimpakan kepada seorangpun (selainku). Maka mereka melakukan apa yang diwasiatkan kepadanya. Kemudian Allah berfirman kepada bumi, Kumpulkanlah apa yang telah kamu ambil, maka ketika lelaki itu berdiri (dibangkitkan kembali), selanjutnya Allah berfirman, “Apa yang mendorongmu untuk melakukan perbuatan tersebut?”, lelaki itu menjawab, “karena aku takut ( ŰźŰŽÙŠ ) kepada-Mu wahai Tuhanku, (dalam kalimat lain: karenat aku takut kepada-Mu dengan menggunakan ŰźŰ§ŰŠÙ )”. maka Allah pun mengampuni lakilaki tersebut disebabkan hal tersebut (karena rasa takut kepada Allah). (Diriwayatkan oleh Muslim, dan begitu juga oleh Imam Bukhari, an-Nasa’i dan Ibn Majah.)

Hadits Ke – 33: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw, salah satu dari yang di wahyukan dari Tuhannya ‘Azza wa Jalla, adalah sabdanya, “telah berbuat dosa seorang hamba dengan suatu perbuatan maksiat/dosa, kemudian dia berkata, Ya Tuhanku ampunilah bagiku dosaku. Maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘hambaku telah berbuat dosa dengan suatu perbuatan dosa, dan dia mengetahui bahwa Tuhannya maha mengampuni dosa dan menghukum perbuatan dosa.’, kemudian hamba tersebut berbuat dosa kembali, dan kemudian berdoa (lagi) yaitu: Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku. Maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘hambaku melakukan perbuatan dosa, dan dia mengetahui bahwa Tuhannya mengampuni dosa dan mengadzab perbuatan dosa’. Kemudian hamba tersebut berbuat dosa kembali, dan kemudian berdoa kembali yaitu: Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku, maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘hambaku telah berbuat dosa, dan dia tahu , dia memiliki Tuhan yang Mengampuni dosa dan mengadzab perbuatan dosa. Lakukanlah apa yang kamu kehendaki, karena aku benar-benar telah mengampunimu’ ”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan begitu juga oleh Imam Bukhari.)

Hadits Ke – 34: Diriwayatkan dari Anas r.a., beliau berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya bagimu apa yang kamu pintakan kepadaku dan kamu mohonkankepadaku, aku mengampunimu atas apa yang ada padamu dan aku tidak memperdulikannya (berapa besar dan banyak dosa yang ada padamu), wahai anak adam, seandainya engkau datang denga dosa-dosamu sebanyak awan di langit, kemudian engkau memohon ampunanku, maka aku mengampunimu, wahai anak cucu Adam, sesungguhnya seandainya engkau datang kepadaku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemuiku dengan tanpa menyekutukanku sama sekali, maka kutemui engkau dengan ampunan sejumlah itu pula”. (Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan begitu juga oleh Imam Ahmad, dan sanadnya Hasan.)

Hadits Ke – 35: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, Tuhan kita Subhanahu wa ta’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, kemudian berfirman, “Barangsiapa berdoa kepadaku, akan aku kabulkan, dan barangsiapa meminta kepadaku, maka akan aku beri, dan barangsiapa memohon ampunanku, maka aku ampuni”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Malik, Imam Tirmidzi dan Abu Dawud, dan dalam riwayat Muslim, dengan tambahan: Allah turun (di langit dunia) hingga terbitnya fajar.)

Hadits Ke – 36: Diriwayatkan dari Anas r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda: orang-orang yang beriman berkumpul pada hari kiamat, kemudian berkata, “Hendaknya kita memohon pertolongan kepada Tuhan kita”, kemudian mereka mendatangi nabi Adam dan berkata, “Engkau adalah ayah umat manusia, Allah Subhanahu wa ta’ala telah menciptamu dengan Tangan-Nya, dan telah bersujud kepadamu para Malaikat, dan engkau telah Diajarkan (oleh Allah Subhanahu wa ta’ala) namanama segala sesuatu, maka mintakanlah pertolongan bagi kita kepada Tuhanmu, sehingga kita bias beristirahat dari tempat kita ini”, Nabi Adam menjawab, “Aku tidak bisa menolong kalian (memintakan pertolongan kepada Allah),” dan kemudian Nabi Adam menyebutkan kesalahankesalahannya, dan diapun merasa malu (kepada Allah, untuk memintakan pertolongan), kemudian dia berkata, “Pergilah menemui Nuh, karena sesungguhnya dia adalah Rasul pertama yang diutus Allah kepada penduduk bumi”, kemudian mereka pun mendatangi nabi Nuh, maka Nuh a.s pun menjawab, “Aku tidak bisa menolong kalian”, kemudian dia menyebutkan kesalahannya yang mempertanyakan sesuatu yang dia tidak ada pengetahuan tentangnya, karena itu dia merasa malu (untuk memintakan pertolongan), kemudian Nabi Nuh berkata, “Temuilah Kekasih Allah Yang Maha Pengasih (Khalilullah/Khalilurrahman, Nabi Ibrahim a.s)”, merekapun menemuinya. Nabi Ibrahim pun menjawab, “Aku tidak bisa menolong kalian”, kemudian beliau berkata, “Temuilah Musa, seogan hamba yang Allah bercakap denganya, dan diturunkan kepadanya Taurat”, merekapun menemui nabi Musa a.s., dan beliaupun menjawab, “Aku tidak bisa menolong kalian”, kemudian beliau menyebutkan kesalahannya yang telah membunuh seorang manusia untuk menyelamatkan diri yang lain. Dan beliau merasa malu kepada Tuahnnya. Kemudian Nabi Musa berkata, “Temuilah Isa, hamba Allah dan Rasul-Nya, kalimat Allah dan Ruhullah”, kemudian mereka pun menemui nabi Isa a.s, Nabi Isa pun menjawab, “Aku tidak bisa menolong kalian, temuilah Muhammad, seorang hamba Allah yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang”, maka merekapun menemuiku (Nabi Muhammad saw), maka akupun berangkat (menemui Allah) sehingga meminta izin kepada Tuhanku maka Dia memberikan izin kepadaku. Dan ketika aku melihat Tuhanku, akupun jatuh bersujud, dan Dia pun membiarkanku selama yang dikehendaki-Nya, kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Angkatlah kepalamu, dan mintalah, aku akan berikan (yang kau pinta), dan berkatalah, maka perkataanmu akan didengarkan, dan mintakanlah syafa’at dan syafa’atmu akan dikabulkan”, maka akupun mengangkat kepalaku, dan aku memuji Allah dengan segenap pujian yang telah Allah beritahu kepadaku, kemudian aku memberikan syafa’at dan Allah menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang dapat diberi syafa’at), kemudian mereka semua dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah Subhanahu wa ta’ala, dan ketika aku melihat Tuhanku (aku pun jatuh bersujud) sebagaimana sebelumnya. Kemudian aku memberikan syafa’at dan Allah Subhanahu wa ta’ala menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang diberi syafa’at), maka mereka semua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah Subhanahu wa ta’ala untuk ketiga, keempat, hingga aku berkata, “Tidak tersisa di dalam neraka kecuali orang-orang yang telah ditetapkan di dalam al-Qur’an, dan orang-orang yang ditetapkan  kekal di dalamnya.” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari (dan begitu juga Muslim, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah), dan di dalam riwayat yang lain oleh Imam Bukhari, dengan tambahan: Nabi saw bersabda: dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah berkata: laa ilaha ilallah , dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji jagung, dan kemudian juga dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah berkata  laa ilaha ilallah dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum, dan juga dikeluarkan dari neraka seseorang yang pernah berucap laa ilaha ilallah dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji sawi (atau seberat atom/dzarrah).

Hadits Ke – 37: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw, telah berfirman Allah Subhanahu wa ta’ala, “Aku telam mempersiapkan bagi hambaku yang shalih, surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia”, abu hurairah selanjutnya berkata, maka bacalah jika kamu kehendaki: “seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk  mereka yaitu (bermacam – macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata”.[QS. As- Sajdah:17] (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim serta Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.)

Hadits Ke – 38: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat neraka, dan kemudian berfirman: Lihatlah apa yang ada di dalamnya, dan kenikmatan yang aku janjikan kepada penghuninya di dalamnya. Rasulullah saw melanjutkan: Kemudia Jibril datang ke surga dan melihat di dalamnya dan pada kenikmatan yang disiapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada para penghuninya di dalamnya, kemudian Rasulullah saw mengatakan: kemudian Jibril kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkata, “Demi kemulyaan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya, kecuali akan memasukinya”. Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan untuk menyelimuti/melingkupi surga dengan perkara-perkara yang dibenci (berbagai kesulitan), kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (kepada Jibril): kembalilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah aku persiapkan untuk para penghuninya di dalamnya. Rasulullah saw melanjutkan, “kemudian kembalilah Jibril ke surga, maka ketika dia sampai di sana, benar-benar (surga) telah terlingkupi dengan berbagai kesulitan, kemudia Jibril kembali menemui Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkata, ‘Demi Kemulyaan-Mu, aku benar-benar kuatir, bahwa tidak akan seorangpun masuk ke dalamnya’. Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Pergilah ke neraka, dan lihatlah di dalamnya, dan perhatikan terhadap apa yang aku persiapkan bagi para penghuninya’. kemudian ketika Jibril sampai di neraka, dia melihat neraka terdiri dari beberapa tingkatan, yang satu di bawah yang lain, kemudian dia kembali menemui Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkata, ‘Demi Kemulyaan-Mu, Tidak seorangpun yang mendengar tentangnya akan memasukinya’. Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan untuk menyelimuti/melingkupi Neraka dengan syahwat/kesenangan, dan kemudian berfirman kepada Jibril, ‘Kembalilah ke Neraka’, kemudian Jibril pun kembali ke Neraka, dan kemudian berkata, ‘Demi Kemulyaan-Mu, hamba benar-benar kuatir, tidak seorangpun terbebas kecuali akan memasukinya’” (Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau berpendapat hadits ini berdrajat hasan shahih begitu juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah)

Hadits Ke – 39: Diriwayatkan dari Abi Sa’id al-Khudri r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda, “surga dan neraka berdebat, kemudian neraka berkata: ‘bagianku (aku dimasuki) orang-orang yang suka menindas dan sombong’, dan surga berkata, ‘bagianku orang-orang yang lemah (dhu’afa) dan orang-orang miskin’, maka Allah memberi keputusan diantara mereka, ‘Sesungguhnya engkau surga adalah kasih sayangku, denganmu aku kasihi siapa saja yang aku kehendaki, dan engkau neraka adalah adzabku, dengamu aku mengadzab siapa saja yang aku kehendaki, dan bagi kamu berdua, akulah yang menentukan isinya’”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan juga oleh Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi)

Hadits Ke – 40: Diriwayatkan dari Abi Sa’id al-Khudri r.a., beliau berkata, telah bersabda Nabi saw, sesungguhnya Allah berfirman (kepada semua penduduk surga), “Wahai para penghuni surga”, mereka menjawab, “Kami datang memenuhi panggilanmu wahai Tuhan kami dan kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu”, Allah berfirman, “Apakah kalian Ridlo/puas (terhadap segala nikmat- Ku) ?”, mereka menjawab, “apakah lagi yang membuat kami tidak ridlo wahai Tuhanku, sedangkan engkau benar-benar telah memberikan nikmat yang tidak engkau berikan kepada seorang lainpun dari makhlukmu”, kemudian Allah berfirman, “maukah kalian aku berikan nikmat yang lebih baik dari itu semua?”, mereka menjawab, “Wahai Tuhanku, nikmat yang mana lagikah yang lebih utama dari nikmat itu semua?”, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Aku melimpahkan kepadamu keridloanku, maka tidak akan ada lagi kemurkaanku pada kalian setelah ini, selamanya”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi.)