Tuesday, March 12, 2013

Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 10-13

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Surah Al-Kahfi adalah surah Al-Makkiyah yang memiliki seratus sepuluh ayat.

Hadis Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab Sahihnya :

"Seorang lelaki sedang membaca Surah Al-Kahfi, di sisinya seekor kuda yang terikat dengan dua tali, maka awanpun datang menyelubungi, mendekat dan menghampiri, sehingga kuda lari terkejut, manakala dipagi hari beliau mendatangi Nabi SAW, dan menceritakan kejadian tersebut, maka bersabda Nabi : Itu adalah ketenangan yang turun disebabkan bacaan Al-Quran" ( Hadis Riwayat Bukhari, kitab Fadha`il Al-Quran, bab Fadhli Al-Kahfi, halaman : 898)

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : "Barang siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumaat, maka Allah akan meneranginya dengan cahaya dari Jumaat yang dia baca kepada Jumaat yang berikutnya." ( Hadis Riwayat Baihaqi)


Nabi SAW bersabda maksudnya : ”Barangsiapa yang menghafaz 1-10 ayat dari surah Al-Kahfi di pelihara dan di selamatkannya dari Fitnah Dajjal ‘. (Hadis riwayat Muslim, Ahmad dan An-Nasaie)

Fitnah yang dimaksudkan adalah juga bencana yakni bencana yang menimpa umat Islam sekarang. Tidak semestinya bencana alam tetapi juga "Kekeliruan".. Kekeliruan antara yang benar dan yang batil. Maka dengan kekeliruan ini, umat Islam menjadi semakin lemah dan lalai.

Tafsiran ayat 10-13 Surah Al-Kahfi.

Firman Allah SWT :

Ű„ِ۰ْ ŰŁَوَى Ű§Ù„ْفِŰȘْيَŰ©ُ Ű„ِلَى Ű§Ù„ْكَهْفِ فَقَŰ§Ù„ُÙˆŰ§ ۱َŰšَّنَۧ ŰąŰȘِنَۧ مِنْ لَŰŻُنْكَ ۱َŰ­ْمَŰ©ً وَهَيِّŰŠْ لَنَۧ مِنْ ŰŁَمْ۱ِنَۧ ۱َŰŽَŰŻًۧ (10) 

Maksudnya : "(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: `Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)`."
(Surah al-Kahfi (18) ayat 10)

Dalam ayat 10 surah al-Kahfi , Allah SWT mulai menguraikan cerita Ashabul Kahfi itu kepada Rasulullah SAW. Allah SWT mengingatkan kepada baginda bahawa ketika zaman dahulu beberapa pemuda keturunan bangsawan di suatu negeri, kerana takut penganiayaan rajanya, pergi mencari perlindungan ke dalam gua pada sebuah gunung. Di dalam gua inilah mereka membulatkan tekadnya, menghabiskan masa remajanya untuk mengabdi kepada Allah SWT. 

Menurut riwayat pemuda-pemuda itu putera-putera bangsawan dan pembesar orang Romawi. Mereka berpakaian mahkota kebangsawanan dan memakai gelang keemasan. Kemudian mereka berdoa kepada Tuhan semoga Dia melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka dari sisi Nya. Mereka mengharapkan pengampunan, ketenteraman, dan rezeki dari Allah SWT sebagai anugerah yang besar atas diri mereka. Selain daripada itu mereka memohon pula, kiranya Tuhan memudahkan bagi mereka jalan yang benar untuk menghindari godaan dan kezaliman orang-orang kafir dan untuk memperoleh ketabahan dalam mentaati Tuhan sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Sesungguhnya Allah SWT telah menolong mereka sewaktu raja kafir itu berhasil menemukan jejak mereka pada pintu gua itu, lalu masuk ke dalamnya, maka Allah SWT menutup penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat melihat para pemuda tersebut. Oleh kerana itu akhirnya raja memutuskan menutup pintu gua itu dengan anggapan bahawa mereka akan mati kelaparan dan kehausan. 

Dalam tafsir Jalalain surah Al-Kahfi ayat 10,

Ű„ِ۰ْ ŰŁَوَى Ű§Ù„ْفِŰȘْيَŰ©ُ Ű„ِلَى Ű§Ù„ْكَهْفِ فَقَŰ§Ù„ُÙˆŰ§ ۱َŰšَّنَۧ ŰąŰȘِنَۧ مِنْ لَŰŻُنْكَ ۱َŰ­ْمَŰ©ً وَهَيِّŰŠْ لَنَۧ مِنْ ŰŁَمْ۱ِنَۧ ۱َŰŽَŰŻًۧ (10) 

"Ingatlah (tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua) Lafal Al-Fityah adalah bentuk jamak dari lafal Fataa, ertinya pemuda; mereka khawatir iman mereka akan dipengaruhi oleh kaumnya yang kafir (lalu mereka berdoa, "Wahai Rabb kami! Berikanlah kepada kami dari sisi-Mu) dari hadirat-Mu (rahmat, dan sempurnakanlah) perbaikilah (bagi kami bimbingan yang lurus dalam urusan kami ini.)" yakni petunjuk yang lurus."

فَ۶َ۱َŰšْنَۧ Űčَلَى ۹۰َŰ§Ù†ِهِمْ فِي Ű§Ù„ْكَهْفِ Űłِنِينَ ŰčَŰŻَŰŻًۧ (11) 

Maksudnya : "Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu."
(Surah Al-Kahfi ayat (18) ayat 11)

Demikian pula Allah SWT menerima doa para pemuda itu; Allah SWT telah menutup penglihatan dan pendengaran mereka, hingga mereka tidur nyenyak tidak ada suara yang akan membangunkan mereka dari tidur mereka yang nyenyak, dalam gua berbilang tahun lamanya. Sangatlah besar rahmat Tuhan yang diberikan kepada mereka. Tidaklah mudah bagi seseorang dapat tidur, di waktu jiwanya kegelisahan dan ketakutan. Dalam tidur itulah seseorang mendapatkan ketenteraman dan kelapangan lahir dan batin. 

Dalam ayat ini dikatakan "menutup telinga" kerana telinga itulah yang menjadi sebab bangunnya seseorang dari tidur. Sedikit sekali tidur seseorang terputus kecuali bila pendengarannya mendapat gangguan. Seseorang baru dapat dikatakan tidur, bilamana telinganya tidak mendengar sesuatu lagi. Rasululullah SAW  mengatakan bahawa bagi seseorang yang lama tidurnya dengan mempergunakan kata "telinga". 

Maksud baginda ialah laki-laki yang banyak tidur terlalu lama.

Ű«ُمَّ ŰšَŰčَŰ«ْنَŰ§Ù‡ُمْ لِنَŰčْلَمَ ŰŁَيُّ Ű§Ù„ْŰ­ِŰČْŰšَيْنِ ŰŁَŰ­ْŰ”َى لِمَۧ لَŰšِŰ«ُÙˆŰ§ ŰŁَمَŰŻًۧ (12) 

Maksudnya : "Kemudian Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya) untuk Kami menguji siapakah dari dua golongan di antara mereka yang lebih tepat kiraannya, tentang lamanya mereka hidup (dalam gua itu)". (Surah al-Kahfi ayat 12)

Kemudian Allah SWT menerangkan bahawa sesudah mereka tidur dalam gua itu selang beberapa lamanya, maka Allah SWT membangunkan mereka. Pendengaran mereka dipulihkan kembali oleh Allah SWT. Sewaktu seseorang penggembala kambing memecahkan dinding batu yang menutup mulut gua itu, maka suara runtuhan itu terdengar oleh mereka, dan terbangunlah mereka setelah tidur berabad-abad lamanya. Dan dengan demikian, Allah SWT mengetahui mana di antara dua golongan yang berselisih itu dapat menghitung dengan tepat berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu. 

Tetapi akhirnya mereka menyadari bahawa mereka tidaklah mengetahui secara pasti berapa 1ama mereka tinggal dalam gua itu, lalu mereka mengakui bahawa Tuhanlah yang memelihara tubuh mereka sehingga tidak hancur, dan mereka bertambah yakin akan kesempurnaan kekuasaan Tuhan serta ilmu-Nya. Oleh kerana itu, dengan peristiwa yang mereka alami itu mereka dapat merenungkan tentang perkara hari kiamat. 

Bagi orang-orang yang beriman pada zaman itu, peristiwa itu menambah teguhnya iman mereka, sedang terhadap orang kafir peristiwa itu menjadi bukti nyata bagi kekuasaan Tuhan. 

Bermacam-macam pendapat ahli tafsir dalam menjelaskan maksud dari kata "dua golongan" dalam ayat ini. Ada yang mengatakan bahawa yang dimaksud dengan dua golongan itu ialah golongan pertama adalah para pemuda penghuni gua itu, dan golongan kedua adalah penduduk kota yang mengetahui sejarah menghilangnya pemuda-pemuda itu. 

Ada yang mengatakan kedua golongan yang berselisih pendapat itu ialah para pemuda itu dengan raja-raja yang memerintah silih berganti di negeri Afasus itu. Banyak lagi pendapat-pendapat yang lain. Tetapi pendapat lain yang mendekati kebenaran ialah mengatakan bahawa kedua golongan itu adalah pemuda-pemuda penghuni gua itu sendiri. Setelah mereka bangun dan tidur, mereka saling bertanya satu sama lain. 

Sebagian mengatakan: "Kita tinggal dalam gua ini sehari atau setengah hari". Sebagian yang lain mengatakan Tuhanmu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal dalam gua ini"

نَŰ­ْنُ نَقُŰ”ُّ Űčَلَيْكَ نَŰšَŰŁَهُمْ ŰšِŰ§Ù„ْŰ­َقِّ Ű„ِنَّهُمْ فِŰȘْيَŰ©ٌ ŰąÙ…َنُÙˆŰ§ Űšِ۱َŰšِّهِمْ وَŰČِŰŻْنَŰ§Ù‡ُمْ هُŰŻًى (13) 

Maksudnya : "Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;"(Surah Al-Kahfi (18)  ayat 13)

Dalam ayat ini Allah SWT mulai menguraikan cerita Ashabul Kahfi, pada ayat-ayat sebelumnya, baru disampaikan secara umum. Allah SWT mengatakan kepada Rasululullah SAW bahawa cerita yang disampaikan ini mengandung kebenaran. Maksudnya diceritakan menurut kejadian, tidak seperti yang dikenal oleh bangsa Arab. Bangsa Arab telah mengenal cerita pemuda-pemuda penghuni gua ini, akan tetapi dalam bentuk yang salah. 

Umayyah Ibnu Abu Salt seorang penyair Arab zaman permulaan Islam dari Bani Umayyah meninggal dunia tahun 9 H, pernah dalam sebuah syairnya menyebut gua ini, yang menunjukkan bahwa bangsa Arab telah mengenal cerita ini. 

Syairnya berbunyi:  "Tidak ada di situ kecuali Ar Raqim (batu tertulis) yang berada di dekatnya serta anjingnya. Sedang kaum itu tidur dalam gua. "

Kemudian Allah SWT menjelaskan cerita itu bahawa sesungguhnya mereka adalah anak-anak yang masih remaja yang beriman kepada Tuhan mereka Yang Maha Kuasa dengan penuh keyakinan. Meskipun masyarakat mereka menganut agama syirik, tetapi mereka dapat mempertahankan keimanan mereka dari pengaruh kemusyrikan itu. Memang para pemuda pada umumnya mempunyai sifat mudah menerima kebenaran, mereka lebih cepat menerima petunjuk ke jalan yang benar dibandingkan dengan orang-orang tua yang sudah tenggelam dalam ajaran-ajaran yang sesat. 

Oleh kerana itu dalam sejarah, terutama sejarah perkembangan Islam, para pemudalah yang lebih banyak pertama kali menerima ajaran Allah dan Rasul-Nya. Adapun orang tua, seperti tokoh-tokoh Quraisy terus menerus mempertahankan ajaran agama yang syirik, sedikit sekali dari orang tua itu yang menerima ajaran Islam.

Benarlah kata ahli hikmah: "Pokok inti kepemudaan itu adalah keimanan. Dalam masa muda itu, seseorang mulai menerima dan menemukan keimanan dan meneguhkan ke dalam pribadinya."

Berkata Al Junaid seorang Sufi: "Masa muda remaja itu, masa untuk memberikan darma bakti, tahan derita, pantang mengeluh. Semakin banyak pengorbanan dan pengabdian mereka terhadap Tuhan, makin tambah kuat iman dan takwa mereka."

Firman Allah SWT: 

وَŰ§Ù„َّ۰ِينَ Ű§Ù‡ْŰȘَŰŻَوْۧ ŰČَۧۯَهُمْ هُŰŻًى وَŰąŰȘَŰ§Ù‡ُمْ ŰȘَقْوَŰ§Ù‡ُمْ 

Maksudnya : "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (batasan) ketakwaannya." 
(Surah Muhammad ayat 17)

Sahabat yang dimuliakan,
Surah Al-Kahfi adalah surah yang menceritakan kisah beberapa orang pemuda yang beriman kepada Allah SWT. Mereka melarikan diri daripada raja yang zalim dan syirik kepada Allah SWT. Mereka sanggup menyembunyikan diri di dalam gua semata-mata untuk menjaga iman dan akidah mereka supaya tidak di sesatkan oleh raja dan para pengikutnya di zaman itu. Mereka tinggal di dalam gua selama 309 tahun kamariah.

Ibnu Murdawaih mengetengahkan  hadis melalui sahabat Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahawa ketika ayat itu turun, yaitu firman-Nya, “Dan mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus.” (Surah Al Kahfi ayat 25) para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Tiga ratus apakah, tahun atau bulan?” Allah pun menurunkan kelanjutannya, yaitu firman-Nya, “(Tiga ratus) tahun dan ditambah sembilan tahun.” (Surah Al Kahfi ayat 25).


Sahabat yang dikasihi,
Pengajaran yang boleh diambil daripada ayat-ayat di atas adalah seperti berikut :

1. Allah SWT akan memberi rahmat dan pertolongan-Nya kepda sesiapa saja orang mukmin yang berpegang teguh kepada akidahnya daripada penguasa yang zalim. Allah SWT akan membantu para hamba-Nya yang membantu menegakkan agama-Nya di muka bumi.

2. Kita perlu mencari suasana dan persekitaran yang baik untuk menjaga iman dan tarbiah kita supaya tidak mudah terpengaruh dengan suasana jahiliah yang mendorong untuk melakukan kemungkaran di sisi Allah SWT.

3. Pemuda-pemudi adalah aset penting negara dan merekalah sebagai pemimpin akan datang oleh itu golongan ini perlu di tarbiah dan di asuh dengan keimanan kepada Allah SWT dan akhlak Islam supaya mereka menjadi insan yang berguna kepada masyarakat.

4. Kisah di atas jelas menunjukkan kekuasaan Allah SWT untuk menghidupkan dan mematikan manusia dengan kehendak-Nya. Walaupun pemuda-pemuda di gua tersebut tertidur selama 309 tahun tetapi jasad mereka tidak hancur dan boleh bangun semula untuk menerangkan kepada manusia bahawa Allah SWT Maha Berkuasa untuk menghidupkan dan mematikan manusia .


Sunday, March 10, 2013

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 286


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Firman Allah SWT :

لَۧ يُكَلِّفُ Ű§Ù„Ù„َّهُ نَفْŰłًۧ Ű„ِلَّۧ وُŰłْŰčَهَۧ لَهَۧ مَۧ كَŰłَŰšَŰȘْ وَŰčَلَيْهَۧ مَۧ Ű§ÙƒْŰȘَŰłَŰšَŰȘْ ۱َŰšَّنَۧ لَۧ ŰȘُŰ€َِۧ۟۰ْنَۧ Ű„ِنْ نَŰłِينَۧ ŰŁَوْ ŰŁَŰźْŰ·َŰŁْنَۧ ۱َŰšَّنَۧ وَلَۧ ŰȘَŰ­ْمِلْ Űčَلَيْنَۧ Ű„ِŰ”ْ۱ًۧ كَمَۧ Ű­َمَلْŰȘَهُ Űčَلَى Ű§Ù„َّ۰ِينَ مِنْ قَŰšْلِنَۧ ۱َŰšَّنَۧ وَلَۧ ŰȘُŰ­َمِّلْنَۧ مَۧ لَۧ Ű·َŰ§Ù‚َŰ©َ لَنَۧ Űšِهِ وَۧŰčْفُ Űčَنَّۧ وَۧŰșْفِ۱ْ لَنَۧ وَۧ۱ْŰ­َمْنَۧ ŰŁَنْŰȘَ مَوْلَŰ§Ù†َۧ فَŰ§Ù†ْŰ”ُ۱ْنَۧ Űčَلَى Ű§Ù„ْقَوْمِ Ű§Ù„ْكَŰ§Ùِ۱ِينَ (286) 


Maksudnya : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat seksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):` Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir `."
(Surah Al-Baqarah ayat 286)


Asbabun Nuzul :

Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan lain-lainnya dari Abu Hurairah, katanya, "Tatkala turun ayat, 'Dan jika kamu melahirkan apa yang terdapat dalam dadamu atau menyembunyikannya, pastilah akan dihisab oleh Allah.' (Surah Al-Baqarah 284) sungguh terasa berat oleh para sahabat. Mereka datang kepada Rasulullah SAW. lalu bersimpuh di atas kedua lutut mereka, kata mereka, 'Ayat ini telah diturunkan kepada baginda, tetapi kami tidak sanggup memikulnya', maka Rasulullah SAW. bertanya, 'Apakah kalian hendak mengatakan seperti apa yang diucapkan oleh Ahli Kitab yang sebelum kalian, 'Kami dengar dan kami langgar?' hendaklah kalian ucapkan, 'Kami dengar dan kami patuhi. Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan kepada-Mu kami akan kembali.' Setelah orang-orang itu berusaha membacanya hingga lidah-lidah mereka pun menjadi lunak kerananya, maka Allah pun menurunkan di belakangnya, 'Rasul telah beriman...' (Surah Al-Baqarah 285) Sesudah itu ayat tadi dinasakhkan oleh Allah dengan menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kemampuannya...'" (Surah Al-Baqarah 286) Muslim dan lain-lain meriwayatkan pula seperti di atas dari Ibnu Abbas.

Fadilat membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah iaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah SAWM: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya." (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibn Majah dari Ibn Mas'ud)


Tafsirannya :

Ayat ini menerangkan bahawa dalam mencapai tujuan hidup itu manusia diberi beban oleh Allah SWT. sesuai kesanggupannya, mereka diberi pahala lebih dari yang telah diusahakannya dan mendapat seksa seimbang dengan kejahatan yang telah dilakukannya. 

Dalam ayat ini Allah SWT. mengatakan bahawa seseorang di bebani hanyalah sesuai dengan kesanggupannya. Agama Islam adalah agama yang tidak memberati manusia dengan beban yang berat dan sukar. Mudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam. 

Allah SWT berfirman: 

وَمَۧ ŰŹَŰčَلَ Űčَلَيْكُمْ فِي Ű§Ù„ŰŻِّينِ مِنْ Ű­َ۱َŰŹٍ 

.Maksudnya : "...dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.... (Surah Al-Hajj ayat 78) 

Allah SWT berfirman : 

يُ۱ِÙŠŰŻُ Ű§Ù„Ù„َّهُ ŰŁَنْ يُŰźَفِّفَ Űčَنْكُمْ وَŰźُلِقَ Ű§Ù„ْŰ„ِنْŰłَŰ§Ù†ُ ۶َŰčِيفًۧ (28) 

Maksudnya : "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah. (Surah An-Nisa' ayat 28) 

Dan firman-Nya lagi : 

يُ۱ِÙŠŰŻُ Ű§Ù„Ù„َّهُ Űšِكُمُ Ű§Ù„ْيُŰłْ۱َ وَلَۧ يُ۱ِÙŠŰŻُ Űšِكُمُ Ű§Ù„ْŰčُŰłْ۱َ 

Maksudnya : "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.... (Surah Al-Baqarah ayat 185) 

Kemudian Allah SWT. menerangkan hasil beban yang telah dibebankan dan dilaksanakan oleh manusia, iaitu amal soleh yang dikerjakan mereka, maka balasannya akan diterima dan dirasakan oleh mereka berupa pahala dan syurga. Sebaliknya perbuatan dosa yang dikerjakan oleh manusia, maka hukuman kerana mengerjakan perbuatan itu akan dirasakan dan ditanggung pula oleh mereka, iaitu seksa dan azab di neraka. 

Ayat ini mendorong manusia agar mengerjakan perbuatan yang baik serta menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh agama. Ayat ini memberi pengertian bahawa perbuatan baik itu adalah perbuatan yang mudah dikerjakan manusia kerana sesuai dengan watak dan tabiatnya, sedang perbuatan yang jahat adalah perbuatan yang sukar dikerjakan manusia kerana tidak sesuai dengan watak dan tabiatnya. 

Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci dan telah tertanam dalam hatinya jiwa ketauhidan. Sekalipun manusia oleh Allah SWT. diberi persediaan untuk menjadi baik dan persediaan menjadi buruk, tetapi dengan adanya jiwa tauhid yang telah tertanam dalam hatinya sejak ia masih dalam rahim ibunya, maka tabiat ingin mengerjakan kebajikan itu lebih nyata dalam hati manusia dibanding dengan tabiat ingin mengerjakan kejahatan. 

Adanya keinginan yang tertanam pada diri seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang baik akan memberikan kemungkinan baginya untuk mendapat jalan yang mudah dalam mengerjakan pekerjaan itu apalagi bila ia berhasil dan dapat menikmati usahanya itu, maka dorongan dan semangat untuk mengerjakan pekerjaan baik yang lain semakin bertambah pada dirinya. 

Segala macam pekerjaan jahat adalah pekerjaan yang bertentang dan tidak sesuai dengan tabiat manusia. Mereka melakukan perbuatan jahat pada mulanya adalah kerana terpaksa. Bila ia mengerjakan perbuatan jahat, maka timbullah pada dirinya semacam rasa takut, selalu khawatir akan diketahui oleh orang lain. Perasaan ini akan bertambah setiap melakukan kejahatan. Akhirnya timbullah rasa malas, rasa berdosa pada dirinya dan merasa dirinya dibenci oleh orang lain. 

Rasulullah SAW bersabda : 

Ű§Ù„ŰšŰ± Ű­ŰłÙ† Ű§Ù„ŰźÙ„Ù‚ ÙˆŰ§Ù„Ű„Ű«Ù… Ù…Ű§ Ű­Ű§Ùƒ في Ű”ŰŻŰ±Ùƒ ÙˆÙƒŰ±Ù‡ŰȘ ŰŁÙ† ÙŠŰ·Ù„Űč Űčليه Ű§Ù„Ù†Ű§Űł 

Maksudnya : "Kebaikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah apa-apa yang tergores di dalam hatimu sedang engkau tidak suka orang lain mengetahuinya." 
(Hadis Riwayat Muslim) 

Kesukaran yang timbul akibat perbuatan jahat ini akan bertambah terasa oleh manusia bila ia telah mulai menerima hukuman langsung atau tidak langsung dari perbuatannya itu. 

Dari ayat ini dapat di fahami pula bahawa seseorang tidak akan menerima keuntungan atau kerugian disebabkan perbuatan orang lain; mereka tidak akan diazab kerana dosa orang lain. Mereka diazab hanyalah kerana kejahatan yang mereka lakukan sendiri. 

Allah SWT. berfirman: 

ŰŁَلَّۧ ŰȘَŰČِ۱ُ وَۧŰČِ۱َŰ©ٌ وِŰČْ۱َ ŰŁُŰźْ۱َى (38) وَŰŁَنْ لَيْŰłَ لِلْŰ„ِنْŰłَŰ§Ù†ِ Ű„ِلَّۧ مَۧ ŰłَŰčَى (39) 

Maksudnya : "(Iaitu) bahawasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahawasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (Surah An-Najm ayat 38-39) 

Termasuk usaha manusia ialah anaknya yang soleh yang mendoakannya, sedekah jariyah yang dikeluarkannya dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang diajarkannya. 

Rasulullah SAW bersabda :

ۄ۰ۧ Ù…Ű§ŰȘ Ű§Ù„Ű„Ù†ŰłŰ§Ù† Ű§Ù†Ù‚Ű·Űč Űčمله Ű„Ù„Ű§ من Ű«Ù„Ű§Ű« : ÙˆÙ„ŰŻ Ű”Ű§Ù„Ű­ ÙŠŰŻŰčو له ŰŁÙˆ Ű”ŰŻÙ‚Ű© ŰŹŰ§Ű±ÙŠŰ© ŰŁÙˆŰčلم ينŰȘفŰč ŰšÙ‡ 

Maksudnya : "Apabila seseorang telah meninggal dunia, putuslah (pahala) amalnya kecuali tiga hal, iaitu anak yang soleh yang mendoakannya, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat. " (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 

Setelah Allah SWT. menerangkan sifat orang-orang yang beriman dan menyebutkan kurnia yang telah dilimpahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, iaitu tidak membebani hamba dengan yang tidak sanggup mereka kerjakan, maka Allah SWT mengajarkan doa untuk selalu dimohonkan kepada-Nya agar diampuni dari segala dosa kerana mengerjakan perbuatan terlarang disebabkan lupa atau tersalah. 

Allah SWT. mengajarkan doa kepada hamba-hamba-Nya bukanlah sekedar untuk dibaca dan diulang-ulang lafaznya saja, melainkan maksudnya ialah agar berdoa itu dibaca dengan tulus ikhlas dengan sepenuh hati dan jiwa, di samping melakukan segala perintah-Nya dan menghentikan larangan-Nya, sesuai dengan kesanggupan hamba itu sendiri. 

Doa adalah senjata orang mukmin yang mempunyai hubungan dengan tindakan dan perbuatan. Tindakan dan perbuatan mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pengetahuan. Sebab itu orang yang berdoa belumlah dapat dikatakan berdoa, bila ia tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan serta menjauhi larangan yang harus dihentikannya. 

Ia bertindak, berbuat dan beramal haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan itu. Ada amal yang sanggup dikerjakannya dan ada amal yang tidak sanggup dikerjakannya, ada amal yang dikerjakan dengan sempurna dan ada pula amal yang tidak dapat dikerjakan dengan sempurna. Untuk menyempurnakan kekurangan ini, maka Allah swt. mengajarkan doa kepada hamba-Nya. Dengan perkataan lain doa itu menyempurnakan amal yang tidak sanggup dikerjakan dengan sempurna. 

Dari doa yang diajarkan Allah SWT. itu dapat difahami bahawa pada hakikatnya perbuatan terlarang yang dikerjakan kerana lupa atau tersalah ada juga hukumannya dan hukuman itu ditimpakan kepada pelakunya. Kerana itu Allah SWT. mengajarkan doa tersebut kepada hamba-Nya agar dia terhindar dari hukuman itu. 

Setelah Allah SWT mengajarkan doa kepada hamba-Nya supaya ia mohonkan ampunan kepada Allah dari segala perbuatan yang dilakukannya kerana lupa dan tersalah, maka Allah SWT. mengajarkan doa yang lain untuk memohon agar ia tidak diberati beban yang berat sebagaimana yang telah dibebankan Allah SWT. kepada orang-orang dahulu. Misalnya kepada Bani Israil pernah dibebankan kewajiban untuk memotong bahagian pakaian yang kena najis, dan membayar zakat seperempat dari jumlah harta, dan sebagainya. Kemudian Allah juga mengajarkan doa untuk memohon kepada-Nya agar ia tidak diberati beban yang tidak sanggup dilaksanakannya. 

Doa ini merupakan kabar gembira dari Allah SWT kepada Nabi SAW dan orang yang mengikutinya, bahawa agama yang dibawa Nabi SAW  adalah agama yang mudah, tidak sempit, tidak sukar, bahkan memudahkan bagi manusia untuk mencapai tujuan hidupnya, iaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. 

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Selain daripada doa di atas di antara doa orang-orang yang beriman ini yang berbunyi: "Ya Allah, hapuskanlah bekas-bekas kesalahan kami, baik yang telah diampuni mahupun yang belum dan janganlah kami diazab kerana dosa perbuatan yang telah kami kerjakan, janganlah kami diseksa kerananya, berilah kami taufik dan hidayah dalam segala perbuatan kami, sehingga kami dapat melaksanakan perintah-perintah Engkau dengan mudah." 

Pada akhir ayat ini Allah mengajarkan agar memanjatkan doa kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya dalam menghadapi orang-orang kafir. Pertolongan yang dimohonkan di sini ialah pertolongan agar mencapai kemenangan. Yang dimaksud kemenangan ialah kemenangan dunia dan akhirat, bukan semata-mata kemenangan dalam peperangan. 

Sahabat yang dimuliakan,
Dalam tafsir Jalalain ayat 286 surah Al-Baqarah menjelaskan :

(Allah tidaklah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya), maksudnya sekadar kesanggupannya. 

(Ia mendapat dari apa yang diusahakannya) berupa kebaikan maksudnya pahalanya.

(dan ia beroleh pula dari hasil kejahatannya), yakni dosanya. 

Maka seseorang itu tidaklah menerima hukuman dari apa yang tidak dilakukannya, hanya baru menjadi angan-angan dan lamunan mereka. 

Mereka bermohon, ("Wahai Tuhan kami! Janganlah kami dihukum) dengan seksa (jika kami lupa atau tersalah), maksudnya meninggalkan kebenaran tanpa sengaja, sebagaimana dihukumnya orang-orang sebelum kami. 

Sebenarnya hal ini telah dicabut Allah terhadap umat ini, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadis. Permintaan ini merupakan pengakuan terhadap nikmat Allah. 

(Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat) yang tidak mungkin dapat kami pikul (sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami), iaitu Bani Israel berupa bunuh diri dalam bertaubat, mengeluarkan seperempat harta dalam zakat dan mengorek tempat yang kena najis. 

(Wahai Tuhan kami! Janganlah Kamu pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup) atau tidak kuat (kami memikulnya) berupa tugas-tugas dan cubaan-cubaan. 

(Beri maaflah kami) atau hapuslah sekalian dosa kami (ampunilah kami dan beri rahmatlah kami) dalam rahmat itu terdapat kelanjutan atau tambahan keampunan, 

(Engkaulah pembela kami), maksudnya Pemimpin dan Pengatur urusan kami 

(maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir."), yakni dengan menegakkan hujah dan memberikan kemenangan dalam peraturan dan pertempuran dengan mereka, kerana ciri-ciri seorang maula atau pembela adalah menolong anak buahnya terhadap musuh-musuh mereka. 

Dalam sebuah hadis tercantum bahawa tatkala ayat ini turun dan dibaca oleh Nabi SAW, maka setiap kalimat diberikan jawapan oleh Allah SWT., "Telah Engkau penuhi!"

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita amalkan ayat-ayat al-Quran dalam kehidupan kita seharian dan sentiasa berdoa sepertimana yang di ajarkan Allah SWT di dalam al-Quran dan doa-doa yang terdapat di dalam hadis-hadis Nabi SAW. Jika kita benar-benar beriman dan bertakwa kepada Allah SWT yakinlah pasti Dia akan memudahkan semua urusan kita dan tidak di bebankan dengan beban hidup yang berat sehingga kita tidak mampu melakukannya.




Saturday, March 9, 2013

Tafsir Surah Al-Mulk Ayat 2

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Firman Allah SWT :

Ű§Ù„َّ۰ِي Űźَلَقَ Ű§Ù„ْمَوْŰȘَ وَŰ§Ù„ْŰ­َيَۧ۩َ لِيَŰšْلُوَكُمْ ŰŁَيُّكُمْ ŰŁَŰ­ْŰłَنُ Űčَمَلًۧ وَهُوَ Ű§Ù„ْŰčَŰČِيŰČُ Ű§Ù„ْŰșَفُÙˆŰ±ُ (2) 


Maksudnya : "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(Surah al-Mulk (67)  ayat 2)

Tafsirannya :

Dalam ayat ini, bahawa Allah SWT  pemegang kekuasaan kerajaan dunia dan kerajaan akhirat serta menguasai segala sesuatunya itu, adalah Tuhan yang menciptakan kematian dan kehidupan. Hanya Dia sajalah yang menentukan saat kematian sesuatu makhluk. Jika saat kematian itu telah tiba tidak ada sesuatu pun yang dapat mempercepat atau memperlambatnya barang seketika. Demikian pula keadaan makhluk yang akan menemui saat kematian itu, tidak ada sesuatupun yang dapat mengubahnya dari yang telah ditentukan-Nya. 

Allah SWT berfirman: 

وَلَنْ يُŰ€َŰźِّ۱َ Ű§Ù„Ù„َّهُ نَفْŰłًۧ Ű„ِ۰َۧ ŰŹَۧۥَ ŰŁَŰŹَلُهَۧ وَŰ§Ù„Ù„َّهُ ŰźَŰšِÙŠŰ±ٌ Űšِمَۧ ŰȘَŰčْمَلُونَ (11) 

Maksudnya : "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
(Surah Al-Munafiqun ayat 11) 

Dan tidak seorangpun manusia atau makhluk hidup yang lain yang akan dapat menghindarkan diri dari kematian yang telah ditetapkan Allah SWT.

Allah SWT berfirman: 

ŰŁَيْنَمَۧ ŰȘَكُونُÙˆŰ§ يُŰŻْ۱ِكُكُمُ Ű§Ù„ْمَوْŰȘُ وَلَوْ كُنْŰȘُمْ فِي Űšُ۱ُÙˆŰŹٍ مُŰŽَيَّŰŻَŰ©ٍ 

Maksudnya : "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekali pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (Surah An-Nisaa ayat 78) 

Demikian pula dinyatakan bahawa Allah SWT yang menciptakan kehidupan. Maksudnya ialah bahawa Dialah yang menghidupkan seluruh makhluk hidup yang ada di alam ini, Dialah yang menyediakan segala sesuatu keperluan hidup itu dan Dia pulalah yang memberikan kemungkinan semua jenis makhluk dapat hidup dan terhindar daripada kemusnahan. 

Kemudian Dia pulalah yang menetapkan lama kehidupan sesuatu makhluk dan menetapkan keadaan kehidupan seluruh makhluk. Dalam pada itu Allah SWT pun menentukan sampai saat akhir kehidupan  suatu makhluk, sehingga bila waktu yang ditentukan-Nya itu telah berakhir, musnahlah  makhluk tersebut sebagaimana yang dialami oleh jenis-jenis binatang purba. 

Diterangkan bahawa tujuan Allah SWT menciptakan kematian dan kehidupan itu untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang beriman dan beramal soleh dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang dibawa Nabi Muhammad SAW. dan siapa pula yang mengingkarinya. 

Dari ayat di atas jelas bahawa dengan menciptakan kehidupan itu Allah SWT memberi kesempatan yang sangat luas kepada manusia untuk memilih mana yang baik untuk dirinya. Apakah ia akan mengikuti hawa nafsunya, atau ia akan mengikuti petunjuk-petunjuk hukum dan ketentuan-ketentuan Allah SWT sebagai Penguasa alam semesta ini?. 

Seandainya manusia ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti, maka azab itu pada hakikatnya ditimpakan atas kehendak diri mereka sendiri, dan jika mereka memperoleh kebahagiaan, maka kebahagiaan itu adalah kerana kehendak diri mereka sendiri pula. Manusia yang membuat pilihan samaada untuk menjadi manusia yang baik dan bertakwa atau menjadi manusia yang jahat dan mengikut hawa nafsunya.

Berdasarkan ujian itu pulalah ditetapkan derajat dan martabat seseorang manusia di sisi Allah SWT. Semakin kuat iman seseorang semakin banyak amal soleh yang dikerjakannya dan semakin tunduk dan patuhlah ia mengikuti hukum dan peraturan Allah SWT. Sebaliknya jika manusia tidak beriman kepada-Nya, tidak mengerjakan amal yang soleh dan tidak taat kepada-Nya, ia akan memperoleh tempat yang paling hina di sisi-Nya. 

Sehubungan dengan tafsir ayat ini, Rasulullah SAW bersabda: 

ŰŁÙŠÙƒÙ… ŰŁŰ­ŰłÙ† ŰčÙ‚Ù„Ű§ ÙˆŰŁÙˆŰ±Űč Űčن Ù…Ű­Ű§Ű±Ù… Ű§Ù„Ù„Ù‡ ÙˆŰŁŰłŰ±Űč فى ۷ۧŰčŰȘه ŰčŰČÙˆŰŹÙ„ 

Maksudnya : "Siapakah di antara kamu yang paling baik kefahamannya (terhadap agama), yang paling kuat menahan diri dari mengerjakan larangan Allah dan yang paling bersegera melakukan taat kepada Allah `Azza wa jalla?".(lihat tafsir Al Maragi, halaman 6, juz 29, jilid X) 

Maksudnya ialah: Kehidupan duniawi itu adalah untuk menguji manusia siapa di antara mereka yang selalu mempergunakan akal dan fikirannya untuk memahami agama Allah, memilih mana perbuatan yang paling baik dikerjakannya, sehingga perbuatannya itu di redai Allah; siapa yang tabah dan tahan mengekang diri dari mengerjakan larangan-larangan Allah dan siapa pula yang paling taat kepada-Nya?.

Ayat ini mendorong dan menganjurkan agar manusia selalu waspada dalam hidupnya. Hendaklah mereka selalu memeriksa hati mereka, apakah benar-benar ia seorang yang beriman dan memeriksa segala yang akan mereka perbuat. Apakah yang akan mereka perbuat itu  sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT atau tidak?. Atau yang akan mereka perbuat itu larangan Allah SWT atau bukan larangan-Nya?. Jika perbuatan itu  sesuai dengan perintah Allah SWT bahkan termasuk perbuatan yang diredai-Nya, hendaklah segera mengerjakannya, sebaliknya jika perbuatan itu termasuk larangan Allah SWT, maka jangan sekali-kali dilaksanakan. 

Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahawa Dia Maha Perkasa, tidak ada sesuatu makhlukpun yang dapat menghalangi kehendak-Nya, jika Ia hendak melakukan sesuatu, seperti hendak memberi pahala orang-orang yang beriman dan beramal soleh atau hendak mengazab orang yang durhaka kepada-Nya. Dia Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya yang mahu bertaubat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dikerjakannya, berjanji tidak akan memperbuat dosa itu lagi serta berjanji pula tidak akan melakukan dosa-dosa yang lain. 

Pada ayat ini Allah SWT menyebut secara bergandingan dua macam sifat dari sifat-sifat Nya, iaitu sifat Maha Perkasa dan sifat Maha Pengampun.

Sifat Maha Perkasa memberi pengertian memberi kabar yang menakut-nakutkan kepada manusia, sedang sifat Maha Pengampun memberi pengertian adanya harapan bagi setiap orang yang mengerjakan perbuatan dosa, jika ia bertaubat. 

Perkara ini untuk menunjukkan bahawa Allah SWT yang berhak disembah itu benar-benar dapat memaksakan kehendak-Nya kepada siapapun, tidak ada yang dapat menghalanginya, Dia mengetahui segala sesuatu, sehingga dapat memberikan balasan yang tepat kepada setiap hamba Nya, baik berupa pahala mahupun berupa seksa. Dengan pengetahuan-Nya itu pula Dia dapat membedakan antara orang yang taat dan durhaka kepada-Nya sehingga tidak ada kemungkinan sedikitpun seseorang durhaka memperoleh pahala atau seseorang yang taat dan patuh memperoleh seksa. 

Firman Allah SWT :

نَŰšِّŰŠْ ŰčِŰšَۧۯِي ŰŁَنِّي ŰŁَنَۧ Ű§Ù„ْŰșَفُÙˆŰ±ُ Ű§Ù„Ű±َّŰ­ِيمُ (49) وَŰŁَنَّ Űčَ۰َِۧۚي هُوَ Ű§Ù„ْŰčَ۰َُۧۚ Ű§Ù„ْŰŁَلِيمُ (50) 

Maksudnya : "Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahawa sesungguhnya Aku lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahawa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (Surah Al-Hijr ayat 49-50)

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita beramal soleh dan melakukan ketaatan kepada Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya kerana kita tidak mengetahui bila saatnya kematian menjemput kita. Hidup di dunia adalah medan ujian daripada Allah SWT. Sifat orang mukmin adalah berwaspada, berhati-hati, beristiqamah dan sentiasa beramal soleh.




Friday, March 8, 2013

10 Golongan Yang Tidak Akan Mencium Bau Syurga

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Syurga adalah sebaik-baik tempat kembali untuk orang-orang mukmin yang dirahmati oleh Allah SWT. Sesiapa yang dipilih oleh Allah SWT untuk memasuki syurga-Nya adalah orang yang paling beruntung dan berbahagia. Amat malang untuk golongan yang di masukkan ke dalam neraka dan tidak dapat mencium bau syurga, sedangkan keharuman syurga boleh dihidu sehingga 500 tahun perjalanan.

Terdapat sepuluh golongan manusia yang tidak akan mencium bau syurga kerana dosa-dosa besar yang dilakukan ketika di dunia. Golongan tersebut adalah seperti berikut :

Golongan Pertama : Wanita-wanita yang meminta talak tanpa alasan syar'ie.

ـ Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ ŰłÙ„ÙŠÙ…Ű§Ù† ŰšÙ† ۭ۱ۚ، Ű«Ù†Ű§ Ű­Ù…Ű§ŰŻ، Űčن ŰŁÙŠÙˆŰš، Űčن ŰŁŰšÙŠ Ù‚Ù„Ű§ŰšŰ©، Űčن ŰŁŰšÙŠ ŰŁŰłÙ…Ű§ŰĄ، Űčن Ű«ÙˆŰšŰ§Ù†، Ù‚Ű§Ù„:
Ù‚Ű§Ù„ Ű±ŰłÙˆÙ„ Ű§Ù„Ù„ّه Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„ّه Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…: "ŰŁÙŠÙ…Ű§ Ű§Ù…Ű±ŰŁŰ©ٍ ŰłŰŁÙ„ŰȘ ŰČÙˆŰŹÙ‡Ű§ Ű·Ù„Ű§Ù‚Ű§ً في ŰșÙŠŰ± Ù…Ű§ ۣۚ۳ٍ ÙŰ­Ű±Ű§Ù…ٌ ŰčÙ„ÙŠÙ‡Ű§ ۱ۧۊۭ۩ Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű©". Ű§ŰźŰ±ŰŹÙ‡ Ű§ŰšÙˆ ŰŻŰ§ÙˆÙˆŰŻ 

Sabda Rasulullah SAW maksudnya: "Mana-mana wanita yang meminta talak dari suaminya tanpa alasan syar'ie, maka haram syurga baginya." (Hadis Riwayat Abu Daud)

Golongan Kedua : Orang-orang yang membunuh kafir zimmi.

ÙˆÙ‚ŰŻ Ù‚Ű§Ù„
Ű§Ù„Ű„Ù…Ű§Ù… ŰŁŰ­Ù…ŰŻ : Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Ű„ŰłÙ…Ű§Űčيل ŰšÙ† Ù…Ű­Ù…ŰŻ - يŰčني ۣۚۧ Ű„ŰšŰ±Ű§Ù‡ÙŠÙ… Ű§Ù„Ù…ŰčÙ‚Űš - Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Ù…Ű±ÙˆŰ§Ù† ، وهو Ű§ŰšÙ† مŰčŰ§ÙˆÙŠŰ© Ű§Ù„ÙŰČŰ§Ű±ÙŠ ، Űčن Ű§Ù„Ű­ŰłÙ† ŰšÙ† ŰčÙ…Ű±Ùˆ Ű§Ù„ÙÙ‚ÙŠÙ…ÙŠ ، Űčن Ù…ŰŹŰ§Ù‡ŰŻ ، Űčن ŰŹÙ†Ű§ŰŻŰ© ŰšÙ† ŰŁŰšÙŠ ŰŁÙ…ÙŠŰ© ، Űčن Űčۚۯ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰšÙ† ŰčÙ…Ű±Ùˆ Ù‚Ű§Ù„ : Ù‚Ű§Ù„ Ű±ŰłÙˆÙ„ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… : " من قŰȘل قŰȘÙŠÙ„Ű§ من ŰŁÙ‡Ù„ Ű§Ù„Ű°Ù…Ű© لم ÙŠŰ±Ű­ ۱ۧۊۭ۩ Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű© ، ÙˆŰ„Ù† Ű±ÙŠŰ­Ù‡Ű§ Ù„ÙŠÙˆŰŹŰŻ من Ù…ŰłÙŠŰ±Ű© ۣ۱ۚŰčين ŰčŰ§Ù…Ű§ " . 

Sabda Rasulullah SAW maksudnya: "Barangsiapa membunuh kafir zimmi maka tidak akan mencium bauan syurga. Sesungguhnya bauan syurga itu boleh didapati sejauh perjalanan 40 tahun" (Hadis Riwayat Imam Ahmad)

Tiga golongan kafir yang HARAM dibunuh: 

1. Kafir Zimmi: Orang kafir yang membayar jizyah yang dipungut setiap tahun sebagai imbalan yang membolehkan mereka tinggal di negara kaum Muslimin

2. Kafir Mu'ahad: Orang-orang kafir yang telah bersepakat dengan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang disepakati.

3. Kafir Musta'man: Orang-orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebahagian kaum muslimin.

Kafir yang boleh diperangi dinamakan kafir Harbi iaitu orang kafir yang memerangi umat Islam seperti bangsa Yahudi di Palestin yang membunuh umat Islam Palestin.

Golongan Ketiga : Wanita-wanita yang tidak menutup aurat.

Nabi SAW pernah bersabda maksudnya: “Perempuan yang memakai baju tetapi telanjang, dan dia memandang lelaki lain, dan membuatkan lelaki-lelaki lain terpandang kepadanya, maka perempuan ini tidak akan cium bau syurga. Sedangkan bau syurga sudah pun boleh dibau dari jarak 500 tahun perjalanan.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia, dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liuk badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (Hadis Riwayat Muslim)

Golongan Keempat : Orang-orang yang menderhakai kedua ibu bapanya.

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat sebanyak tiga kali: “Mahukah aku memberitahu kalian tentang dosa yang paling besar?” Maka mereka (para sahabat) pun menjawab : “Sudah tentu wahai Rasulullah.” Baginda menjelaskan : “Syirik kepada Allah, derhaka kepada ibubapa (perawi menerangkan bahawa baginda ketika itu duduk sambil bersandar, lalu menyambung) dan sumpah yang palsu.” (Hadis Riwayat Bukhari)
  
Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, “Tidak akan masuk syurga orang yang suka menunjuk-nunjuk pemberiannya, orang yang derhaka kepada kedua ibu bapanya dan orang yang ketagihan minuman keras.” (Hadis Riwayat Sunan al-Nasai')

Nabi SAW bersabda yang bermaksud: Tiga manusia tidak akan masuk syurga, iaitu orang yang menderhakai kedua-dua ibu bapanya, lelaki yang tidak menjaga maruah keluarganya (dayus) dan perempuan yang menyerupai lelaki. (Hadis Riwayat Nasa’i, Bazzar dan al-Hakim).

Al-Hakim juga meriwayatkan hadis baginda yang bermaksud : Semua dosa akan ditangguhkan Allah, yakni balasan menurut kehendak-Nya, hingga ke hari kiamat, kecuali balasan menderhaka kepada kedua ibu bapa. Maka sesungguhnya Allah menyegerakan balasan kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum mati.

Golongan Kelima : Orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan.

Dari Al-Zuhri bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Tidak akan masuk syurga bagi yang memutuskan silaturahim". (Hadis Riwayat Muslim)

Sabda Rasulullah SAW maksudnya : "Bauan syurga dapat dirasai sejauh perjalanan 1000 tahun . Demi Allah tidak akan merasainya seseorang yang menderhaka kepada ibu bapa dan orang yang memutuskan tali persaudaraan” (Hadis Riwayat At-Tabrani)

Golongan Keenam : Orang-orang tua yang mewarnakan ubannya dengan warna hitam.


ـ Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ ŰŁŰšÙˆ ŰȘÙˆŰšŰ©، Ű«Ù†Ű§ ŰčŰšÙŠŰŻ Ű§Ù„Ù„ّه، Űčنن Űčۚۯ Ű§Ù„ÙƒŰ±ÙŠÙ… Ű§Ù„ŰŹŰČŰ±ÙŠ، Űčن ŰłŰčÙŠŰŻ ŰšÙ† ŰŹŰšÙŠŰ±، Űčن Ű§ŰšÙ† Űčۚۧ۳ Ù‚Ű§Ù„:
Ù‚Ű§Ù„ Ű±ŰłÙˆÙ„ Ű§Ù„Ù„ّه Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„ّه Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…: "يكون قومٌ ÙŠŰźŰ¶ŰšÙˆÙ† في ۹۟۱ Ű§Ù„ŰČÙ…Ű§Ù† ŰšŰ§Ù„ŰłÙˆŰ§ŰŻ ÙƒŰ­ÙˆŰ§Ű”Ù„ Ű§Ù„Ű­Ù…Ű§Ù… Ù„Ű§ÙŠŰ±ÙŠŰ­ÙˆÙ† ۱ۧۊۭ۩ Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű©".Ű§ŰźŰ±ŰŹÙ‡ Ű§ŰšÙˆ ŰŻŰ§ÙˆÙˆŰŻ

“Sabda Nabi Muhammad SAW : "Akan ada satu kaum yang mewarnakan rambut mereka dengan warna hitam seperti hitam yang ada pada kebiasaan dada burung merpati (kerana menutup warna uban) tidak akan mencium bau syurga" (Hadis Riwayat Abu Daud)

Golongan Ketujuh : Orang-orang yang mengubah nama bapanya.


Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Ù…Ű­Ù…ŰŻ ŰšÙ† Ű§Ù„Ű”ŰšŰ§Ű­. ŰŁÙ†ŰšŰŁÙ†Ű§ ŰłÙÙŠŰ§Ù† Űčن Űčۚۯ Ű§Ù„ÙƒŰ±ÙŠÙ…، Űčن Ù…ŰŹŰ§Ù‡ŰŻ، Űčن Űčۚۯ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰšÙ† ŰčÙ…Ű±Ùˆ؛ Ù‚Ű§Ù„: Ù‚Ű§Ù„ Ű±ŰłÙˆÙ„ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…:
من ۧۯŰčى Ű„Ù„Ù‰ ŰșÙŠŰ± ŰŁŰšÙŠÙ‡، لم ÙŠŰ±Ű­ ۱ۧۊۭ۩ Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű© ÙˆŰ„Ù† Ű±ÙŠŰ­Ù‡Ű§ ŰȘÙˆŰŹŰŻ من Ù…ŰłÙŠŰ±Ű© ŰźÙ…ŰłÙ…Ű§ŰŠŰ© ŰčŰ§Ù…)).Ű§ŰźŰ±ŰŹÙ‡ Ű§ŰšÙ† Ù…Ű§ŰŹÙ‡

Sabda Rasulullah SAW: "Sesiapa yang mengubah nama ayah atau keturunannya dan mendakwa selain ayahnya yang sebenar tidak mencium bau syurga. Sesungguhnya bauan syurga itu boleh dicium sejauh perjalanan 500 tahun” (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Golongan Kelapan : Orang-orang yang membunuh putera mahkota yang telah ditabalkan.

Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Ù‚ÙŠŰł ŰšÙ† Ű­ÙŰ”: Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Űčۚۯ Ű§Ù„ÙˆŰ§Ű­ŰŻ: Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Ű§Ù„Ű­ŰłÙ† ŰšÙ† ŰčÙ…Ű±Ùˆ: Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ Ù…ŰŹŰ§Ù‡ŰŻ، Űčن Űčۚۯ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰšÙ† ŰčÙ…Ű±Ùˆ Ű±Ű¶ÙŠ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰčÙ†Ù‡Ù…Ű§،
Űčن Ű§Ù„Ù†ŰšÙŠ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… Ù‚Ű§Ù„: (من قŰȘل مŰčŰ§Ù‡ŰŻŰ§ لم ÙŠŰ±Ű­ ۱ۧۊۭ۩ Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű©، ÙˆŰ„Ù† Ű±ÙŠŰ­Ù‡Ű§ ŰȘÙˆŰŹŰŻ من Ù…ŰłÙŠŰ±Ű© ۣ۱ۚŰčين ŰčŰ§Ù…Ű§).Ű§ŰźŰ±ŰŹÙ‡ Ű§Ù„ŰšŰźŰ§Ű±ÙŠ

Sabda Rasulullah SAW maksudnya : "Barangsiapa membunuh putera mahkota yang telah ditabalkan tidak mencium bau syuga. Sesungguhnnya bauan syurga itu boleh dicium sejauh perjalanan 40 tahun” (Hadis Riwayat Bukhari)

Golongan Kesembilan : Pemimpin-pemimpin yang tidak menunjukkan teladan yang baik kepada rakyat.

Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ ŰŁŰšÙˆ نŰčيم: Ű­ŰŻŰ«Ù†Ű§ ŰŁŰšÙˆ Ű§Ù„ŰŁŰŽÙ‡Űš، Űčن Ű§Ù„Ű­ŰłÙ†: ŰŁÙ† ŰčŰšÙŠŰŻ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰšÙ† ŰČÙŠŰ§ŰŻ، Űčۧۯ مŰčقل ŰšÙ† ÙŠŰłŰ§Ű± في Ù…Ű±Ű¶Ù‡ Ű§Ù„Ű°ÙŠ Ù…Ű§ŰȘ فيه، ÙÙ‚Ű§Ù„ له مŰčقل: Ű„Ù†ÙŠ Ù…Ű­ŰŻِّŰ«Ùƒ Ű­ŰŻÙŠŰ«Ű§ً ŰłÙ…ŰčŰȘه من Ű±ŰłÙˆÙ„ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù…:
ŰłÙ…ŰčŰȘ Ű§Ù„Ù†ŰšÙŠ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… يقول: (Ù…Ű§ من Űčۚۯ ÙŠŰłŰȘ۱Űčيه Ű§Ù„Ù„Ù‡ ۱ŰčÙŠŰ©، فلم ÙŠŰ­Ű·Ù‡Ű§ ŰšÙ†Ű”Ű­Ù‡، Ű„Ù„Ű§ لم ÙŠŰŹŰŻ ۱ۧۊۭ۩ Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű©).Ű§ŰźŰ±ŰŹÙ‡ Ű§Ù„ŰšŰźŰ§Ű±ÙŠ

Dari Hasan meriwayatkan bahawa Ubaidallah bin Ziad ketika tiba ajalnya berkata :
“Aku ceritakan padamu sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah . Baginda bersabda: "Mana-mana pemimpin yang dipilih oleh Allah untuk menjaga kebajikan mereka… tidak memberi teladan yang baik kepada mereka  melainkan tidak mencium bau syurga" (Hadis Riwayat Bukhari)

Golongan Kesepuluh : Lelaki yang dayus.

Nabi SAW bersabda :-


Ű«Ù„Ű§Ű«Ű© Ù„Ű§ ÙŠÙ†ŰžŰ± Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰčŰČ ÙˆŰŹÙ„ Ű„Ù„ÙŠÙ‡Ù… يوم Ű§Ù„Ù‚ÙŠŰ§Ù…Ű©: Ű§Ù„ŰčŰ§Ù‚ Ù„ÙˆŰ§Ù„ŰŻÙŠÙ‡، ÙˆŰ§Ù„Ù…ŰȘŰ±ŰŹÙ„Ű©، ÙˆŰ§Ù„ŰŻÙŠÙˆŰ«. Ű±ÙˆŰ§Ù‡ ŰŁŰ­Ù…ŰŻ ÙˆŰ§Ù„Ù†ŰłŰ§ŰŠÙŠ

Ertinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat (bermakna tiada bantuan dari dikenakan azab) mereka di hari kiamat : Si penderhaka kepada ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki Dayus" ( Hadis Riwayat Ahmad dan An-Nasaie: Albani mengesahkannya Sohih  : Ghayatul Maram, no 278 )

Dalam sebuah hadis lain pula :

 Ű«Ù„ۧ۫۩ٌ Ù‚ŰŻ Ű­َ۱ّمَ Ű§Ù„Ù„Ù‡ُ - ŰȘَŰšَۧ۱َكَ وَŰȘَŰčَŰ§Ù„َى - Űčليهم Ű§Ù„ŰŹÙ†Ű©َ : مُŰŻْمِنُ Ű§Ù„ŰźÙ…Ű± ، ÙˆŰ§Ù„ŰčŰ§Ù‚ّ ، ÙˆŰ§Ù„ŰŻّيّÙˆŰ«ُ Ű§Ù„Ű°ÙŠ يُقِ۱ُّ في ŰŁَهْلِهِ Ű§Ù„ŰźُŰšْŰ«َ . Ű±ÙˆŰ§Ù‡ ŰŁŰ­Ù…ŰŻ ÙˆŰ§Ù„Ù†ŰłŰ§ŰŠÙŠ .

Ertinya : Tiga yang telah Allah haramkan baginya Syurga : orang yang ketagih arak, si penderhaka kepada ibu bapa dan Si Dayus yang membiarkan maksiat dilakukan oleh ahli keluarganya" ( Hadis Riwayat Ahmad ).

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita jauhkan diri kita daripada sifat dan amalan 10 golongan yang tidak akan mencium bau syurga. Amat malang sesiapa yang berpeluang melakukan amal soleh dan amal ibadah ketika di dunia tetapi gagal menfaatkan masa dan umurnya untuk  mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Wallahu'alam.










Thursday, March 7, 2013

Terdapar Empat Ciri-ciri Orang Yang Mencintai Allah Dan Di Cintai Oleh Allah


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Allah SWT berfirman yang bermaksud: "Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang mana mereka bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (Surah Al-Maaidah ayat 54)

Berdasarkan ayat di atas terdapat empat ciri-ciri  orang yang mencintai Allah dan dicintai oleh Allah.
Ciri-ciri tersebut adalah seperti berikut :

1. Bersikap lemah lembut terhadap sesama muslim.

2. Bersikap keras (tegas / berpendirian) terhadap orang-orang kafir.

3. Berjihad di jalan Allah, bergembira dalam menjalankan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya.

4. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.

Huraiannya : 

1. Bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin.

Firman Allah SWT maksudnya : "Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya..." (Surah al-Fath ayat 29)

Sabda Rasulullah SAW maksudnya, “Tidak beriman seorang daripada kamu sehingga dia mengasihi saudaranya seperti mana dia mengasihi dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Nabi SAW bersabda maksudnya, “Orang mukmin itu dalam kasih sayang dan kemesraan serta simpati sesama mereka bagaikan sebatang tubuh. Jika mana-mana anggota tubuh mengalami kesakitan, maka seluruh tubuh akan merasainya.” (Hadis Riwayat Bukhari)

2. Bersikap keras (tegas / berpendirian) terhadap orang-orang kafir.

Setiap mukmin perlu bertegas terhadap orang kafir sekiranya mereka mengajak kepada ajaran agama mereka, atau pun mereka cuba menghidupkan budaya mereka dan menyesatkan kehidupan umat Islam. Apabila Allah SWT kata perlu berkeras ini bermakna jangan sekali-kali orang mukmin terpegaruh dengan ajakkan untuk mengikuti cara hidup mereka.

Cara hidup orang mukmin berbeza dengan cara hidup orang-orang kafir. Orang mukmin menganggap hidup di dunia hanya sementara sahaja tetapi orang-orang kafir menganggap dunia ini hanyalah tempat untuk berhibur dan berseronok-seronok sahaja. Mereka mengikut hawa nafsu, makan dan minum, seperti haiwan  , tidak kira haram atau halal , semuanya boleh belaka.

Firman Allah SWT maksudnya : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat kebesaran (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telingan (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seumpama binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Surah al-A’raf, (7:) ayat 179 )

Sekiranya golongan kafir ini tidak memusuhi Islam dan sanggup bekerjasama untuk menegakkan keadilan dan menjalankan kerja-kerja kebajikan maka kita perlu menghormati mereka dan berusaha berdakwah supaya mereka faham Islam dan dapat diajak untuk masuk ke dalam agama Islam. Kita dibenarkan bertahaluf siasi (kerjasama politik) dengan parti bukan Islam selagi mereka tidak menghina dan memusuhi Islam dan umat Islam.

3. Berjihad di jalan Allah, bergembira dalam menjalankan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya.

Firman Allah SWT maksudnya :"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dgn memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung." (Surah At-Taubah: ayat 111)

Allah beli dari kita (orang-orang mukmin) , jiwa dan  hartanya dengan syurga. Tidakkah itu satu tawaran dan ganjaran yang hebat daripada Allah SWT? 

Betapa mulianya tawaran Allah SWT kepada orang-orang mukmin. Orang mukmin akan bergembira dan seronok apabila mereka dapat menjalankan kewajipan terhadap Allah SWT. Berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti akan mendapat balasan syurga seluas langit dan bumi.

4. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.

Firman Allah SWT maksudnya : "..dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (Surah Al-Maaidah ayat 54)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : "Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak mencela dan menyalahkan kami melainkan kerana kami beriman kepada Allah dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami, serta beriman kepada apa yang diturunkan sebelum itu, dan kerana kebanyakan kamu sesungguhnya adalah orang orang yang fasik".(Surah al-Maaidah ayat 59)

Jangan takut dengan celaan dan jangan pula mencela. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (Hadis Riwayat Muslim)

Manusia yang suka mendedahkan aib orang lain , memfitnah, mencela dan menghina orang lain adalah sifat orang fasik dan munafik.

Sahabat yang dikasihi,
Beramallah kita empat ciri-ciri tersebut di atas semoga kita menjadi hamba Allah yang mencintai Allah SWT  dan Dia pula mencintai kita kerana amal soleh dan amal kebajikan yang kita lakukan semata-mata mencari keredaan-Nya.




Tuesday, March 5, 2013

Tafsir Surah Ath- Talaaq Ayat 3.


 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Firman Allah SWT :

 Ùˆَيَ۱ْŰČُقْهُ مِنْ Ű­َيْŰ«ُ لَۧ يَŰ­ْŰȘَŰłِŰšُ وَمَنْ يَŰȘَوَكَّلْ Űčَلَى Ű§Ù„Ù„َّهِ فَهُوَ Ű­َŰłْŰšُهُ Ű„ِنَّ Ű§Ù„Ù„َّهَ ŰšَŰ§Ù„ِŰșُ ŰŁَمْ۱ِهِ قَŰŻْ ŰŹَŰčَلَ Ű§Ù„Ù„َّهُ لِكُلِّ ŰŽَيْŰĄٍ قَŰŻْ۱ًۧ

Maksudnya : "Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Surah Ath-Talaaq (65) ayat 3)

Dan bahawa orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesusahan yang dihadapinya, tetapi ia diberikan pula rezeki oleh Allah SWT dari arah yang tiada disangka-sangkanya, yang belum pernah terlintas dalam pemikirannya. Selanjutnya Allah SWT menyerukan supaya mereka itu bertawakal kepada-Nya, kerana mencukupkan keperluannya dan kejayaan urusannya. Bertawakal kepada Allah, ertinya berserah diri kepada-Nya, menyerahkan sepenuhnya kepada Allah kejayaan usahanya. Setelah ia berusaha dan memantapkannya.

Satu ikhtiar barulah ia bertawakal. Bukanlah tawakal namanya apabila seorang menyerahkan keadaannya kepada Allah tanpa ada usaha dan ikhtiar. Berusaha dan berikhtiar dahulu baru bertawakal menyerahkan diri kepada Allah SWT. Pernah terjadi seorang Arab Badwi bertemu Nabi SAW di Madinah dengan menaiki unta. Setelah Arab itu sampai ke tempat yang dituju, ia turun dari untanya lalu masuk menemui Nabi SAW, Nabi bertanya (maksudnya): "Apakah unta sudah ditambatkan?" Badwi itu menjawab: Tidak! Saya melepaskan begitu saja, dan saya bertawakal kepada Allah".

Nabi SAW. bersabda:

ŰŁŰčÙ‚Ù„Ù‡Ű§ وŰȘوكل

Maksudnya : Tambatkan dulu untamu itu, baru bertawakal.

Allah SWT akan melaksanakan dan menyempurnakan urusan orang yang bertawakal kepada-Nya sesuai dengan kudrat iradat-Nya, pada waktu yang telah ditetapkan sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT dalam ayat ini.

وَكُلُّ ŰŽَيْŰĄٍ ŰčِنْŰŻَهُ ŰšِمِقْŰŻَۧ۱ٍ (8)

Maksudnya : "Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya". (Surah Ar Ra'd ayat 8)

Sahabat yang dimuliakan,
Firman Allah SWT. maksudnya : "Dan pada sisi Allah Taala jua kunci-kunci semua yang ghaib."(Surah al-Anaam: ayat 59).

Segala perbuatan hamba adalah diketahui oleh Allah SWT. melalui ilmu-ilmuNya. Hanya ianya terlindung dan tidak diketahui oleh hamba-hambaNya yang lemah. Kerana itulah kita disuruh untuk sentiasa berusaha dan taat kepadaNya kerana kita tidak mengetahui apa yang akan berlaku kepada kita nanti.

Dalam soal rezeki manusia hanya diminta untuk berusaha , berdoa dan bertawakal. Setiap manusia menghabiskan sebahagian besar dari waktu dan umur untuk mencari rezeki. Berusaha mencari rezeki, apabila ikhlas niat dan dilaksanakan dengan mengikut jalan-jalan yang halal adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam mencari rezeki juga , dapat menguatkan aqidah seorang Muslim, Allah SWT. adalah pemberi rezeki. Salah satu nama Allah adalah al-Razzak… iaitu Pemberi Rezeki. Banyak perkara di dunia ini dipermudahkan oleh Allah SWT. untuk manusia, agar di gunakan dalam usaha mencari rezeki. Oleh itu jangan sampai kita lupa kepada Allah SWT. apabila kita telah mendapat nikmat dari-Nya.

Sebagai seorang manusia biasa kadangkala keyakinan dan pergantungan kita kurang kepada Allah SWT. Kita menganggap usaha-usaha kitalah penentuaan segala-galanya untuk mendapatkan rezeki. Tetapi seorang mukmin berbeza pandangan dan keyakinannya. Ikhtiar dan usahanya adalah dalam rangka ibadah tetapi pergantungannya mutlak kepada Allah SWT. Jika dia memperolehi sedikit rezeki dia reda dan menerima banyak dia bersyukur kepada-Nya.

Tawakal pula menurut Islam membawa maksud : "Meletakkan keyakinan serta menyerahkan kepada ketentuan Allah SWT." Orang yang bertawakkal memiliki keyakinan yang mantap terhadap janji-janji Allah. Dia bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT dan tidak bimbang dengan pandangan yang menakutkan dan tidak pula menghiraukan pujukan syaitan. Dari itu jiwa akan menjadi tenang serta terbuka luas peluang beribadah dengan sebaik-baiknya.
Awasilah dengan pengertian yang salah mengenai tawakal. Tawakal bukan bererti berpeluk tubuh dan menanti datangnya sebarang peluang tanpa usaha. Sedangkan tawakal bererti berusaha bersungguh-sungguh dan menyerahkan segala keputusan kepada Allah SWT. serta percaya akan pertolongan Allah SWT.

Hayatilah maksud hadis dari Rasulullah SAW yang bermaksud :
“Barangsiapa menginginkan dirinya menjadi orang terkuat hendaklah dia bertawakal kepada Allah.” (Hadis Riwayat Khalid Bin Al-Walid)

Firman Allah SWT yang bermaksud : “… Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Surah al-Maidah ayat 23)

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita bertawakal kepada Allah SWT dan yakin di atas kurniaan Allah SWT dan janji-janji-Nya kepada orang bertakwa . Sesungguhnya rahmat, kasih sayang dan rezeki daripada jalan yang tidak disangka-sangka akan dikurniakan oleh Allah SWT.


Tuesday, February 26, 2013

Jauhi Diri Daripada Sifat-sifar Mazmumah Supaya Amalan Kita Di Terima Oleh Allah SWT


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah, 
Mu'az bin Jabal berkata Rasulullah S.A.W.  telah mewasiatkan kepada saya mengenai sepuluh perkara.

Dari Muaz, Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Puji syukur ke hadrat Allah S.W.T yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, wahai Muaz!”

Jawabku, “Ya, Sayidil Mursalin.”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Sekarang aku akan menceritakan sesuatu kepadamu yang apabila engkau hafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau engkau lupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai alasan di hadapan Allah kelak.”

“Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dari bumi. Setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut ukuran pintu dan keagungannya.”

“Maka malaikat yang memelihara amalan si hamba (malaikat hafazah) akan naik ke langit membawa amal itu ke langit pertama. Penjaga langit pertama akan berkata kepada malaikat Hafazah,

“Saya penjaga tukang mengumpat. Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang mengumpat”.

“Esoknya, naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata,

“Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya amalan itu ditahan jangan sampai lepas ke langit yang lain.”

“Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit ketiga berkata, “Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya kerana dia seorang yang sombong.”

Rasulullah S.A.W meneruskan sabdanya, “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata,

“Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku menahan amalan si ujub.”

Seterusnya amalan si hamba yang lulus ke langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain. Tetapi di pintu langit penjaganya berkata,

“Itu adalah amalan tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya. Dia tidak reda dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan kembali ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.”

Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata,”Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan kembali amalan yang indah itu ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang dapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan itu jangan melintasi langit ini.”

Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang dapat lepas hingga ke langit ketujuh. Cahayanya bagaikan kilat, suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah solat, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain.

Tetapi penjaga pintu langit berkata, “Saya ini penjaga sum’ah (ingin kemasyhuran). Sesungguhnya si hamba ini ingin termasyhur dalam kelompoknya dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh
dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan itu jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riyak. Allah tidak akan menerima dan mengabulkan orang-orang yang riyak.”

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni solat, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan mulia serta zikir pada Allah. Amalan itu diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadirat Allah S.W.T.

Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah."

Tetapi firman Allah S.W.T. maksudnya : “Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pemilik hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui.”

“Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi.”

“Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan Pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya ini?”

“Laknat-Ku tetap padanya.”

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata:

“Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.”
Dan semua yang di langit turut berkata,”Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat.”

Sayidina Muaz (yang meriwayatkan hadis ini) kemudian menangis terisak-isak dan berkata,

“Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat selamat dari apa yang diceritakan
ini?”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”

Muaz bertanya kembali,”Ya, tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanyalah  Muaz bin Jabal, bagaimana saya dapat selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”

Bersabda Rasulullah S.A.W. maksudnya : “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain.”

“Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu, jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan, jangan mengoyakkan (menguris) perasaan orang lain dengan mulutmu, kerana kelak engkau akan dikoyak-koyak oleh anjing-anjing neraka Jahanam.”

Sebagaimana firman Allah yang bermaksud,”Di neraka itu ada anjing-anjing yang mengoyak badan manusia.”

Muaz berkata, “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”

Jawab Rasulullah S.A.W. maksudnya : “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah S.W.T. Cukuplah untuk menghindari semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci bila sesuatu yang dibenci olehmu terjadi pada orang lain. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar daripadanya."

Sahabat yang dikasihi,
Hendaklah kita semua bermuhasabah diri sendiri dan jauhi daripada perkara-perkara yang menyebabkan amalan kita di tolak oleh Allah SWT.

Monday, February 25, 2013

Cara-cara Syujud Syukur



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ŰšِŰłْمِ ٱللَّهِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ْمَـٰنِ Ù±Ù„Ű±َّŰ­ِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah, 
Dari Abu Bakrah: Apabila Rasulullah SAW  menemukan sesuatu yang menggembirakan baginda atau disampaikannya kepada baginda sesuatu berita sukacita, maka baginda melakukan sujud  syukur sebagai tanda bersyukur kepada Allah SWT. (Hadis Riwayat  Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmizi).

Dalam salah satu riwayat dinyatakan bahawa Abdul-Rahman bin Auf melihat Nabi Muhammad SAW. sedang melakukan sujud. Kerana baginda bersujud lama sekali, maka timbullah  kebimbangan kepada Abdul-Rahman bin Auf kalau-kalau Rasulullah SAW. dalam keadaan 'bahaya', mungkin baginda dipanggil Tuhan secara mendadak. Dengan segera Abdul-Rahman bin Auf mendatangi Rasulullah SAW  untuk mengetahui keadaan baginda yang sebenarnya.

Sejenak kemudian Rasulullah SAW .mengangkat kepalanya, bangun dari sujud dan bertanya kepada Abdul-Rahman bin Auf : " Ada Apa gerangan, wahai Sahabatku, maka anda nampak seperti orang yang  risau?"

Abdul-Rahman bin Auf menjelaskan kebimbangannya itu, sepertimana yang dinyatakan di atas.

Akhirnya Rasulullah SAW. menyatakan yang  maksudnya : " Bahawasanya Jibril datang kepadaku dan berkata : Sukakah engkau : Barangsiapa  yang mengucapkan salawat ke atas engkau, maka Allah SWT. akan memberikan salawat kepadanya. Barangsiapa yang memberikan salam kepada engkau,maka Allah akan memberikan salam (pula) kepadanya..Mendengar hal itu, maka saya (Rasulullah) terus melakukan sujud kepada Allah sebagai tanda bersyukur". (Hadis Riwayat Ahmad)

Berdasar  ke atas sunah Nabi itu, maka ianya  tidak hairanlah apabila para sahabat sering  melakukan sujud syukur  tatkala mereka mendapat nikmat atau memperoleh berita yang menggembirakan.  Amalan  sujud syukur itu adalah   antara manifestasi untuk menyatakan  kesyukuran atau  terimakasih  kepada Allah SWT

Sahabat yang dimuliakan,
Sujud syukur itu seyugyanyalah dilakukan secara spontan (seketika) tatkala mendapat nikmat atau menerima berita  menggembirakan.

Adapun cara mengerjakan sujud syukur itu tidak berbeza  sepertimana sujud  tatkala solat. Hanya syarat-syarat yang diwajibkan dalam mengerjakan solat, seperti harus mempunyai wuduk (air sembahyang), menghadap kiblat, pakaian yang bersih daripada najis dan lain-lain, itu semua adalah tidak disyaratkan didalam sujud syukur.

Juga tidak disyaratkahn untuk dilakukan ditempat-tempat tertentu seperti masjid/surau, tetapi dibolehkan dilakukan disetiap tempat, asalkan  tidak ditempat-tempat yang kotor, seperti tandas dan lain-lain. Boleh ianya dilakukan di tepi jalan, di pasar, di kebun, di kilang, di tepi pantai, di dalam kereta dan sebagainya.

Dalam pada itu, tidak ada bacaan-bacaan yang khusus pada waktu melakukan sujud syukur itu. Menurut penjelasan Jumhur ulama, cara melakukannya ialah dengan mengucapkan takbir lebih dahulu, kemudian sujud, sesudah itu bagkit dari sujud dan terus memberi salam. Ada juga sebahagian ulama yang  berpendapat bahawa  sujud syuklur tidak perlu dimulakan dengan takbir dan disudahkan dengan salam, tetapi ianya cukup dengan bersujud sahaja, kemudian bangikit dan duduk kembali. 

Sahabat yang dikasihi,
Sifat orang mukmin akan sentiasa bersyukur dengan nikmat dan rezeki daripada Allah SWT. Salah satu tanda syukur apabila mendengar atau mendapat sesuatu yang mengembirakan adalah dengan bersujud syukur dan memuji dan memuja kebesaran Allah SWT dengan ucapan alhamdulillah. Oleh itu beramallah dengan amalan-amalan yang dilakukan oleh Nabi SAW dalam kehidupan seharian.